Sejumlah pedagang dan warga sekitar Pasar Legi Kota Blitar mengeluhkan debu yang beterbangan dari proses pembangunan pasar yang berlangsung selama beberapa pekan terakhir.
Para pedagang yang paling terdampak debu proyek adalah yang berada di sebelah utara pasar. Debu proyek menempel di barang dagangan mereka. Seperti dialami Sugianto, pedagang tas dan sandal. Bahkan, debu seolah menyerbu lapaknya ketika angin musim kemarau datang menerpa.
"Pembongkaran bangunan pasar lama dimulai akhir Juli 2019 lalu. Pembongkaran gedung lama ini, kondisi debunya lebih parah," katanya.
Untuk meredam amukan debu bongkaran bangunan, Sugianto harus memasang terpal di samping kanan tokonya. Meski demikian, sebagian debu proyek masih masuk ke tokonya. "Padahal sudah saya kasih terpal di samping toko, tapi debunya masih masuk. Tapi, kondisinya tidak separah awal pembongkaran kemarin," ujarnya.
Sementara pedagang lain, Ardian, juga mengeluhkan hal yang sama. Toko Ardian tepat berada di samping barat lokasi proyek dan terkena debu.
Tiap hari, dia harus membersihkan barang dagangannya yang terkena debu proyek. "Kami hanya minta ada penyiraman bekas pembongkaran bangunan, agar debunya tidak masuk ke toko di sekitar lokasi proyek," katanya.
Warga yang tinggal di sekitar utara pasar juga mengeluhkan hal yang sama dengan pedagang. Debu pembangunan proyek pasar, ikut mengganggu pernapasan warga serta makanan yang disajikan di meja.
"Ya kami harus memakai masker pelindung agar aman dari debu. Sementara untuk makanan, kami harus simpan dan tutup rapat. Apalagi, saya juga harus memasak untuk kebutuhan pesanan, " kata Widodo, seorang warga yang tinggal di utara Pasar Legi.
Para pedagang sudah mengadukan masalah itu ke DPRD Kota Blitar. Saat itu pedagang minta agar dewan menyambungkan keluhan mereka ke Pemkot Blitar dan rekanan. Dengan begitu akan ada solusi terkait masalah itu.
"Minimal ada penyiraman bekas pembongkaran bangunan pasar sebelum diangkut ke truk. Agar debunya tidak beterbangan ke mana-mana," ujarnya.
Sementara Plt Wali Kota Blitar, Santoso mengatakan, sudah wajar kalau ada debu dalam proyek pembangunan Pasar Legi. Tetapi, dia berjanji akan menindaklanjuti keluhan para pedagang. Pemkot Blitar akan meminta rekanan untuk melakukan pembasahan di lokasi proyek.
"Kami akan minta rekanan melakukan pembasahan di lokasi. Langkah itu untuk meminimalisasi debu proyek. Jangan sampai debu proyek dapat menimbulkan penyakit ke warga di sekitar lokasi," pungkasnya.(*)