Kasat Reskrim Polres Malang Kota, AKP Komang Yogi Arya Wiguna (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

Kasat Reskrim Polres Malang Kota, AKP Komang Yogi Arya Wiguna (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)



Polisi terus menindaklanjuti kasus penganiayaan bos cafe Triangel terhadap salah satu karyawan yang bernama Novi Fransiska Aditama (26). Korban dipalu jari tangannya hingga mengalami patah dan retak pada beberapa bagian.

Pihak kepolisian bakal memanggil bos Triangel bernama Jhonson (40) yang dijadwalkan pada Kamis atau Rabu mendatang. Terlapor bakal dimintai keterangan mengenai kasus tersebut.  Hal itu dibenarkan Kasat Reskrim Polres Malang Kota, AKP, Komang Yogi Arya Wiguna (11/8/2019).

"Kami akan panggil terlapor hari Rabu (14/8/2019) atau Kamis," bebernya.

Sambungnya, saat ini pihaknya juga telah meminta hasil visum dari korban untuk dijadikan bukti dan semakin menguatkan adanya tindakan penganiayaan tersebut.

Pemanggilan terlapor guna memintai keterangan dan mencocokkan dengan keterangan dari korban maupun saksi. Saat ini, mengenai kasus tersebut, pihaknya telah memintai keterangan dua orang saksi.

"Dengan dipanggilnya terlapor, total ada tiga orang saksi. Yakni, terlapor, pelapor dan satu orang lainnya," bebernya.

Kemudian, setelah nantinya melakukan pemeriksaan saksi-saksi, pihak kepolisian akan terlebih dulu melakukan gelar perkara untuk penetapan tersangka. 

"Kemungkinan minggu depan kita akan gelar perkara. Kita gelar perkara terlebih dahulu untuk menentukan tersangka,” ujar AKP Komang.

Dan jika nantinya, terlapor terbukti melakukan penganiayaan dan tergolong dalam penganiayaan berat, maka bisa dijerat dengan pasal 351 KUHP dengan hukuman di atas 5 tahun penjara.

Sebelumnya, korban mengalami penganiayaan pada 2 Agustus 2019. Saat itu, waktu closing cafe sekitar pukul 03.00 wib. Kemudian korban dipanggil pelaku dan meminta korban untuk mengakui perbuatan korban yang dituduh menggelapkan minuman.

Namun karena korban tak merasa melakukan perbuatan apapun, korban tak mengakui apa yang dituduhkan pelaku. Dari situ, pelaku kemudian emosi dan langsung memukul jari tangan korban dengan palu yang sudah disiapkan pelaku.

Tiga jari pelaku langsung mengalami luka dan retak pada beberapa bagian. Korban selanjutnya langsung dibawa ke rumah sakit di sekitar Triangel oleh temannya. 

Namun karena rumah sakit tak mampu menangani luka korban, korban selanjutnya dirujuk ke Rumah Sakit Lavallete. Di sana, korban mendapatkan perawatan dan harus menjalani operasi pada jarinya yang patah.

 


End of content

No more pages to load