Press Release yang dilakukan Polda Jatim

Press Release yang dilakukan Polda Jatim



Propam Polda Jatim telah melakukan pemeriksaan terhadap tiga anggota polisi dari Polres Sampang, Madura, diduga terlibat dalam jaringam sindikat peredaran narkoba di wilayah Sokobanah. Narkoba jenis sabu yang disita dengan berat 1.084 gram atau satu kilogram lebih.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera menyebut, membenarkan adanya keterlibatan tiga oknum anggota polisi, dalam pusaran sindikat narkoba di Sokobanah, yang merupakan jaringan Malaysia dan Myanmar tersebut. 

"Kita katakan tiga orang anggota yang sudah kita tahan, inisial S pangkat Aipda, kemudian yang kedua inisial ES pangkat Brigadir, kemudian yang ketiga adalah inisial WA pangkat Brigadir," jelasnya, Senin (5/8/2019).

Sementara ini, lanjut Barung, ketiganya dalam penanganan Propam Polda Jawa Timur. Setelah dilakukan pemeriksaan kepada yang bersangkutan ternyata positif mengandung amphetamine. 

"Mereka ini sementara yang dilakukan pemeriksaan, ternyata mereka kenal semua nomor telepon yang ada, yang berhubungan dengan yang dilakukan preskonference oleh Kapolda Jawa Timur di KP3 Tanjung Perak," lanjut nya. 

Selain itu, dari hasil pemeriksaan didapatkan pula, bahwa ketiganya pernah melakukan hal yang berkaitan dengan bisnis haram ini. Jadi, kata Barung, mereka mengakui bahwa mereka pernah diberikan uang dan juga melakukan konsumsi terhadap barang ini. 

"Karena dasar pengetahuan itulah dan keterlibatan ini, maka ketiganya diperiksa di Propam Polda Jawa Timur," tandas nya. 

Siapakah ketiga oknum anggota polisi tersebut? Kapolres Sampang, Madura, AKBP Budhi Wardiman mengungkapkan, adalah inisial S, mantan Kanitresintel Polsek Sokobanah, lalu inisial ES anggota Babhin Polsek Sokobanah, dan WA anggota Sabhara, Polres Sampang. 

"Dari hasil pemeriksaan sementara, ES sama WA, positif (narkoba, red)," jelasnya, Senin (5/8/2019).

Ditanya berapa lama keterlibatan ketiganya dalam bisnis haram narkoba di wilayah Sokobanah, Kapolres mengaku hal ini belum diketahuinya, karena masih dalam proses pemeriksaan dan pendalaman Propam. 

"Ini yang belum, kita masih pendalaman, jadi untuk berapa lamanya belum tahu. Yang jelas saat di tes urin, positif," ujar nya. 
 
Ketiganya, kata Kapolres masih berstatus terperiksa, belum ditetapkan sebagai tersangka. Kendati dari hasil tes urine, dua diantaranya positif mengandung sabu. Selain itu, memang menyadari, dan mengetahui terkait nomor- nomor yang terlibat dalam jaringan narkoba itu. 

"Kemarin masih terperiksa, masih diambil keterangan saja, jadi belum sampai ke tersangka, keterlibatannya dengan jaringan ini. Keterlibatannya sampai dimana, belum sampai kesana," terang nya. 

Kapolres menegaskan, Propam akan melakukan pemeriksaan hingga tuntas, kemudian prosedurnya akan dilaporkan kepada pimpinan, dan nanti pimpinan yang akan menentukan bagaimana prosesnya atau hukuman yang diberikan. 

"Saya yakin kalau memang nanti bersalah, melakukan pelanggaran atau tindak pidana, saya yakin kepolisian akan memberikan sanksi sesuai apa yang dilakukan," tegasnya. 

Namun dipastikan, ancaman pemecatan membayangi ketiganya, apabila terbukti telah terlibat dalam pusaran bisnis narkoba ini. Sebagaimana salah satu anggota yang terpaksa dipecat, karena hal yang sama. 

"Kami kemarin, dua hari lalu, baru memecat satu anggota yang terlibat, tapi tahun 2014," tandas nya.

 

Tag's Berita

End of content

No more pages to load