Untuk membentuk mental dan karakter yang baik di kalangan anak muda, Kejaksaan Negeri Banyuwangi meluncurkan Saka Adhyaksa, Jumat (19/7/19). Peluncuran Saka Adhyaksa ini dilakukan di SMKN I Glagah. Peluncuran Saka Adhyaksa ini dilakukan Kepala Kejaksaan Negeri Banyuwangi, Adonis.
Peluncuran diawali dengan apel bersama ratusan siswa SMKN I Glagah dan ditandai dengan penyerahan seragam Pramuka dari Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur di Banyuwangi, Istu Handono.
"Saat ini kita membentuk Saka Ahyaksa. Inikan generasi penerus kita. Generasi yang akan menentukan negara kita lebih lanjut,” kata Adonis usai memimpin apel.
Melalui Saka Adyaksa ini, menurut Adonis bertujuan untuk membentuk disiplin yang lebih bagus lagi terhadap diri sendiri. Pada ujungnya, kata Dia, akan mengarah pada adanya sikap jujur. Dimana nanti akan berpengaruh pada pola pikir dan tingkah laku pada saat dia sudah menjadi orang yang menentukan di tengah masyarakat setelah selesai menuntut ilmu.
Sehingga, menurut Adonis, tercapai apa yang diharapkan negara kita yakni negara yang bersih dan bermartabat. Diharapkan melalui Saka Adhyaksa ini sedikit demi sedikit kerugian atau kehilangan uang negara yang disebabkan oknum yang hanya mementingkan diri sendiri akan hilang.
“Melalui Saka Adhyaksa ini, kita muai dari Banyuwangi mudah-mudahan akan berkembang bisa lebih luas, akan tercipta rasa jujur terhadap diri sendiri dan bagaimana menentukan dan memberikan apa yang menjadi hak orang lain dan apa yang baik bagi negara,” jelasnya.

Untuk kegiatan Saka Adhyaksa ini akan melibatkan pegawai Kejaksaan untuk memberikan pengarahan dan pemahaman di bidang hukum, disiplin. Sehingga pada saatnya mereka juga memahami hukum meski belajar di sekolah umum.
“Secara khusus, kegiatannya mengarah pada pembentukan karakter dan mental. Kita akan selalu memantau dan kolaborasi dengan pihak sekolah,” tegasnya.
Pada saat yang sama, juga diluncurkan rumah inovasi Adhyaksa yang berada di kompleks SMKN I Glagah. Melalui ruma inovasi Kejaksaan Negeri Banyuwang akan kita berikan pengetahuan dan dorongan sehingga anak-anak bisa terus berinovasi. Sehingga tercapai ke arah kehidupan yang lebih baik dan memudahkan. Kejaksaan juga akan memberikan aplikasi di rumah inovasi tersebut. Aplikasi ini akan ditangani oleh petugas khusus.
Kejaksaan juga akan membantu pembelajaran dan inovasi yang dilakukan siswa SMKN I Glagah dengan kendaraan barang bukti yang tidak ada pemiliknya. Adonis menyebut, mengenai kendaraan barang bukti, dirinya masih menunggu. Sebab masih ada beberapa barang bukti yang dalam tahap pencarian pemiliknya.
“Kalau masih tidak ditemukan sesuai dengan jangka waktu yang ditentukan undang-undang akan kita manfaatkan untuk lembaga seperti ini. Sehingga bermanfaat untuk praktik mereka,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur di Banyuwangi, Istu Handono mengapresiasi inovasi yang dilakukan Kejaksaan Negeri Banyuwangi. Melalui cara-cara seperti ini akan efektif supaya anak-anak tidak menyimpang.
"Ini akan dikembangkan ke sekolah lain. Maka mudah-mudahan ini terus akan berkembang ke sekolah lain. Kita sama-sama menyiapkan generasi yang andal di masa depan, generasi yang berani berkata jujur, generasi yang anti narkoba dan anti korupsi,” ungkapnya.