Lobby SMPN 1 Tulungagung (foto : Joko Pramono/JatimTIMES)
Lobby SMPN 1 Tulungagung (foto : Joko Pramono/JatimTIMES)

Sungguh ironis, di saat SMPN pinggiran harus mengeluh kekurangan murid, bahkan ada 1 SMPN yang hanya mendapat 5 murid dalam PPDB tahun ini, SMPN 1 Tulungagung justru mendapat tambahan murid sebanyak 41 siswa tanpa melalui jalur PPDB.

Ke 41 siswa itu diterima setelah masa PPDB habis. Kepala SMPN 1 Tulungagung, Fauji mengakui hal itu.

Namun dirinya berkilah jika ke 41 siswa itu diterima lantaran ada perintah dari Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga yang ditandatangani langsung oleh Kadisnya, Suharno.

“Kalau enggak ada perintah dari Dinas (pendidikan) saya enggak berani terima,” ujar Fauji, Kamis (18/7/19).

Perintah yang diterimanya berbentuk tertulis layaknya surat keputusan (SK). Dalam SK itu sudah tercantum nama dan alamat siswa baru yang harus diterima oleh SMPN 1 Tulungagung, meskipun masa PPDB telah berakhir.

“Sudah tercantum nama dan alamat siswa baru,” terang Fauji.

Pagu siswa baru yang diterima SMPN 1 Tulungagung adalah 352 siswa baru yang dibagi 11 kelas. Masing- masing kelas diisi 32 siswa. Dengan penambahan ini, satu kelas diisi hingga 36 siswa.

Smentara itu Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Tulungaung melalui Kabag Bina Programnya, Hery Purnomo membenarkan instruksi yang penerimaan siswa baru di sejumlah sekolah.

Instruksi itu kata Hery dilakukan untuk memfasilitasi siswa yang tidak mendapatkan sekolah meskipun masuk dalam zonasi.

“Makanya sesuai imbauan dari menteri (pendidikan) kepala daerah untuk menjamin siswa untuk mendapat sekolahan,” terang Hery.

Hery mencontohkan seperti di Kelurahan Kepatihan banyak siswa yang tidak mendapat sekolahan meski masuk dalam zona.

Dari pendataan yang dilakukan oleh pihaknya, ada sekitar 300 lebih siswa yang tidak mendapat sekolah dalam PPDB tahun ini. Mereka tersebar di berbagai kecamatan.

“Terkait dengan itu membantu anak mendapat sekolah sesuai dengan zonanya,” tambahnya.

Penambahan pagu tiap sekolah bervariatif. Untuk sekolah yang mendapat perintah penambahan pagu antara lain SMPN Campurdarat 1 dan 2, SMPN Gondang 1 dan 2, SMPN Kauman 1 dan 2, SMPN 1-6 Tulungagung, SMPN Kedungwaru 1, SMPN Boyolangu, SMPN 1 Karangrejo dan SMPN Ngantru 1.

“SMPN Gondang 2 itu tambahanya sampai 70 siswa,” kata Hery.

Tidak semua murid yang tidak mendapat sekolah di bantu mendapatkan sekolah. Ada beberapa syarat untuk dibantu mendapat sekolah, seperti berprestasi dalam bidang akademis dan non akademis.

“Jadi enggak bisa milih sekolah dimana, yang penting mendapat sekolah,” ujar Hery.