free web hit counter
Jatim Times Network
Beranda
Ekonomi

Harga Cabe Rawit Semakin Panas di Dompet, Rata-Rata Rp 68 Ribu Per Kilogram

Penulis : Dede Nana - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

18 - Jul - 2019, 23:28

Loading Placeholder
Harga cabe semakin panas, di pasar besar Kabupaten Malang rata-raya mencapai harga Rp 68 ribu per kilogram (Ist)

Harga cabe rawit terus merangkak naik setiap harinya di pasar daerah Kabupaten Malang. Kenaikan komoditas yang tidak bisa lepas dari konsumsi masyarakat ini, tercatat mencapai rata-rata 7,91 persen per hari ini (Kamis, 18/07/2019).

Dimana, dari pantauan secara rata-rata di pasar daerah Kabupaten Malang, harga cabe rawit telah nangkring di angka Rp 68.200 per kilogramnya. Naik sebesar Rp 5 ribu di hari sebelumnya dengan harga jual per kilogramnya Rp 63.200.

Secara terpisah  cabe rawit di pasar daerah Lawang sampai saat ini telah menembus harga Rp 70 ribu. Sama dengan yang terjadi di Pasar Karangploso, dengan kenaikan per kilogramnya mencapai Rp 10 ribu. Sedangkan di Pasar Singosari dan Kepanjen, harga cabe rawit tembus di angka Rp 68 ribu. Sama dengan harga di hari sebelumnya.

Di pasar daerah Turen, harga cabe rawit terbilang lebih rendah dibanding pasar besar lainnya di Kabupaten Malang. Dimana harga cabe rawit kenaikannya dalam satu hari ini hanyalah Rp 5 ribu. Dari harga Rp 60 ribu menjadi Rp 65 ribu di hari ini.

Kondisi tersebut tidak membuat pedagang di berbagai pasar besar itu bergembira, tapi kebalikannya. Pedagang merasakan dampak kenaikan harga cabe dengan lesunya pembeli dalam beberapa hari terakhir ini. 

Munjiat pedagang sayuran di Kepanjen, menyatakan hal tersebut. Bahwa dengan naiknya harga cabe rawit, pembeli semakin turun dan bisa dikatakan langka yang membeli. "Turun pembeli mas dengan harga cabe segitu. Kami juga akhirnya mengurangi pasokan cabe yang akan dijual," ungkapnya, Kamis (18/07/2019).

Pengurangan cabe rawit yang dijual para pedagang terbilang drastis. Dimana, biasanya mereka bisa menjajakan cabe sebanyak 25-50 kilogram. Kini, mereka hanya berani menjajakan cabe rawit paling banyak mecapai 5 kilogram saja. Bahkan ada yang hanya menyiapkan 2-3 kilogram saja untuk satu hari penjualan.

Munjiat menyampaikan juga, bahwa kenaikan harga cabe rawit dikarenakan pasokan ke para pedagang di pasar memang juga langka. Kondisi langkanya cabe rawit inilah yang akhirnya membuat harga melejit tinggi berkali-kali lipat.

"Ini sebenarnya sudah mulai terasa sejak sebulan lalu. Patokan pedagang di sini kalau ada yang mau naik tinggi lihatnya dari stok barang di pasar-pasar induk. Kalau di sana barang langka, dipastikan harga akan naik cepat," ujarnya.

Bukan hanya cabe rawit yang harganya bikin panas dompet masyarakat di Kabupaten Malang ini. Cabe sejenis lainnya juga, yaitu jenis keriting dan biasa juga ikut-ikutan naik. Kenaikan cabe keriting di pasar daerah Kabupaten Malang mencapai 4,71 persen dibanding harga jual kemarin. Sedangkan untuk cabe biasa melonjak 8,03 persen.

Harga rata-rata cabe keriting menembus angka Rp 53.400 per kilogramnya dan cabe biasa telah nangkring dengan harga Rp 59.200. Harga cabe keriting termahal berada di Pasar Lawang dengan Rp 60 ribu dari Rp 55 ribu. Sedangkan di pasar Singosari dan Karangploso masih bertahan di harga Rp 50 ribu. Di Kepanjen masih bertahan di harga Rp 52 ribu dan Pasar Turen sudah mencapai Rp 55 ribu.

Kondisi kenaikan harga cabe berbagai jenis ini masih dimungkinkan terus naik setiap harinya dengan kondisi masih langkanya stok di pasaran. 
"Lihat  di Pasar Induk Gadang keberadaan cabe masih sulit dicari. Jadi patokan kami pedagang, bahwa harga cabe masih akan terus naik," ujar Mistini pedagang dari pasar Turen.

 


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

Dede Nana

Editor

Sri Kurnia Mahiruni

Ekonomi

Artikel terkait di Ekonomi

--- Iklan Sponsor ---