free web hit counter
Jatim Times Network
Beranda
Hukum dan Kriminalitas

Polisi Imbau Pedagang Berusia Lanjut Berhati-hati, Banyak Pengedar Upal Sasar Mereka

Penulis : Anggara Sudiongko - Editor : Heryanto

15 - Jul - 2019, 02:24

Loading Placeholder
Uang palsu yang begitu mirip uang asli (Istimewa)

Saat ini, uang kertas mainan yang beredar, baik bentuk, warna dan ukurannya, memang nyaris sama dengan uang kertas asli. 

Karena itu, kesempatan ini seringkali dimanfaatkan orang tak bertanggung jawab untuk mencari untung dengan melakukan penipuan.

Seperti yang menimpa seorang penjual bakso yang tengah viral diposting di media sosial Facebook oleh akun Rafaarkaazka Putraammy pada (11/7/2019). 

Dalam postingan yang telah dibagikan 1.500 kali itu, penjual yang nampak sudah lanjut usia tersebut menerima uang palsu sebesar Rp 50 ribu dari salah satu konsumennya.

Karena kemiripan uang palsu tersebut dengan uang asli, penjual bakso yang sudah lanjut usia tersebut malah tertipu dan memberikan kembalian sebesar Rp 44 ribu  dengan uang asli.

Diduga pelaku sengaja memanfaatkan kesempatan ketidaktelitian penjual bakso yang sudah lanjut usia tersebut.

Sehingga, meskipun pada uang palsu yang begitu mirip dengan uang asli tersebut terdapat tulisan uang mainan, namun hal tersebut tidak terpantau oleh kakek penjual bakso, karena kondisinya yang sudah mulai kurang awas.

Selain kasus tersebut, beberapa waktu lalu, juga ada seorang tukang becak asal Kabupaten Malang, yang juga ditipu oleh penumpang becaknya. Kasus ini juga sempat viral di medsos.

Sama halnya dengan tukang bakso yang ditipu, tukang becak yang juga lanjut usia tersebut dibayar menggunakan uang palsu oleh penumpangnya sebesar Rp 20 ribu.

Melihat hal itu, pihak Kepolisian Polres Malang Kota, terus mengimbau agar masyarakat khususnya para pedagang yang sudah lanjut usia untuk berhati-hati.  

Kasubag Humas Polres Malang Kota, Ipda Ni Made Seruni Marhaeni menjelaskan, meskipun telah sering disosialisasikan Bank Indonesia, mengenai ciri-ciri uang palsu, memang masih saja ditemukan masyarakat yang menjadi korban.

Karenanya, tmasyarakat harus ekstra teliti lagi, dalam menerima uang. 

Untuk mereka yang berusia lanjut, namun masih berdagang, sebisa mungkin didampingi keluarga.

Selain itu, bisa saja, mereka meminta bantuan tetangga  sebelahnya atau rekan pedagang lainnya untuk membantu mengecek keaslian uang.

"Ya sebisa mungkin lebih teliti, atau minta bantuan orang lain, dicek dengan rumus 3D, dilihat, diraba, diterawang. Biasanya diraba saja uang kertasnya terasa jelas bedanya," bebernya (14/7/2019).

Lanjutnya, selain dengan cara itu, ia juga menjelaskan, jika para pedagang bisa menggunakan lampu ultraviolet. 

Meskipun harus mengeluarkan modal untuk membeli lampu ultraviolet, namun tentu tidak akan sebanding, jika masyarakat menjadi korban uang palsu.

"Imbauannya agar selalu memperhatikan warna uang asli agak cerah. Tidak luntur, tidak patah-patah, benang pengaman juga terlihat jelas, dan terasa jika diraba. Kalau uang palsu, warnanya saja sudah pucat, luntur, patah-patah dan tidak secerah aslinya. Yang paling gampang kalau uang asli diraba kertas terasa tebal, tak mudah lecek. Kalau palsu kertas lebih tipis dan mudah lecek seperti koran," bebernya.

Terakhir, jika menemukan uang palsu beredar, masyarakat diharapkan segera melaporkan ke BI atau ke pihak kepolisian agar segera bisa ditindaklanjuti dengan menangkap pelaku.


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

Anggara Sudiongko

Editor

Heryanto

Hukum dan Kriminalitas

Artikel terkait di Hukum dan Kriminalitas

--- Iklan Sponsor ---