Berikut Hasil Pemetaan Daerah Rawan Kecelakaan hingga Bencana di Malang Jelang Ramadan
Reporter
Ashaq Lupito
Editor
A Yahya
27 - Jan - 2026, 06:56
JATIMTIMES - Subdit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) Ditlantas Polda Jawa Timur bersama Unit Kamsel Satlantas Polres Malang melakukan pemetaan daerah rawan kecelakaan (black spot), kemacetan (trouble spot), hingga wilayah rawan bencana di Kabupaten Malang, Selasa (27/1/2026).
Kegiatan tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk meningkatkan keselamatan dan kelancaran arus lalu lintas, selama meningkatnya mobilitas masyarakat menjelang bulan suci Ramadan 1.447 hijriah 2026 mendatang.
Baca Juga : 10 Jenis Surat Tanah Tidak Berlaku Mulai Februari 2026, Segera Urus SHM Sebelum Terlambat
"Kegiatan ini merupakan langkah preventif untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas sekaligus meningkatkan keselamatan pengguna jalan. Terutama ketika menghadapi meningkatnya mobilitas masyarakat jelang Ramadan," ujar Kasatlantas Polres Malang AKP Muhammad Alif Chelvin Arliska.
Sementara itu, pada kegiatan pemetaan tersebut turut diawali dengan paparan dari Kanit Kamsel Polres Malang yang berlangsung di Pos Lantas Lawang. Selanjutnya, tim gabungan melakukan peninjauan langsung ke sejumlah titik yang dinilai memiliki potensi risiko kecelakaan lalu lintas.
"Salah satu lokasi yang ditinjau yakni ruas Jalan Sutomo, Kecamatan Lawang, yang masuk kategori black spot," ungkap Chelvin.
Selain itu, tim juga mengecek wilayah trouble spot dan daerah rawan bencana yang ada di Jalan Kepuharjo, Kecamatan Karangploso. "Pada wilayah tersebut kerap menjadi perhatian terutama saat kondisi cuaca ekstrem," imbuhnya.
Chelvin menyebut, pemetaan sejumlah titik rawan kecelakaan hingga bencana tersebut penting dilakukan untuk mengetahui secara langsung kondisi di lapangan. "Sehingga bisa dirumuskan langkah-langkah pencegahan yang tepat. Yakni baik dari sisi rekayasa lalu lintas maupun edukasi kepada masyarakat,” ujarnya.
Nantinya, disampaikan Chelvin, hasil pemetaan akan dijadikan bahan koordinasi lintas instansi. Termasuk dengan pemerintah daerah maupun pemangku kepentingan terkait lainnya.
Baca Juga : Polisi Ungkap Ancaman Pil Dobel L di Malang, Generasi Muda Paling Rentan
"Kami juga berkoordinasi dengan Dishub (Dinas Perhubungan Kabupaten Malang, red), Jasa Raharja, serta perangkat desa agar penanganan di titik rawan bisa dilakukan secara terpadu dan berkelanjutan,” jelasnya.
Di sisi lain, Satlantas Polres Malang juga turut berkomitmen untuk terus meningkatkan upaya keselamatan berlalu lintas melalui pendekatan preemtif dan preventif. Terlebih saat memasuki momentum menjelang Ramadan yang biasanya diikuti dengan peningkatan aktivitas masyarakat.
"Harapannya, dengan pemetaan dan sinergi ini potensi kecelakaan hingga dampak bencana di jalan raya dapat diminimalisir. Sehingga masyarakat merasa lebih aman dan nyaman saat berkendara,” pungkasnya.
