Sajikan Beragam Penampilan, Parade Budaya Tomporedjo Diapresiasi Wakil Wali Kota Malang
Reporter
Riski Wijaya
Editor
Nurlayla Ratri
31 - Aug - 2025, 12:13
JATIMTIMES - Wakil Wali Kota Malang, Ali Muthohirin mengapresiasi Parade Budaya Tomporedjo 2025 yang digelar oleh RW 2 Kelurahan Ciptomulyo Kecamatan Sukun Kota Malang. Acara yang diikuti oleh sebanyak 14 RT se RW 2 Kelurahan Ciptomulyo ini berlangsung sangat meriah.
Masing-masing peserta menyuguhkan penampilan dengan bertemakan adat dan budaya nusantara. Mulai dari budaya Madura yang disajikan lengkap dengan sate, penampilan tari kecak khas Bali lengkap dengan ogoh-ogoh, hingga penampilan mengenakan kostum bernuansa adat papua.
Baca Juga : Meriahkan Momen Kemerdekaan HUT RI, PKL Alun-alun Kota Batu Kenakan Kostum Unik saat Berjualan
Sebagai informasi, event tersebut terakhir digelar sekitar tahun 2004. Hingga pada Agustus twhun 2025 ini warga RW 02 Kelurahan Ciptomulyo, Kecamatan Sukun, Kota Malang akhirnya kembali menghidupkan karnaval untuk memperingati HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia.
"Ini merupakan bagian penting dari mensyukuri Kemerdekaan kita yang ke-80. Dan terutama, ini membuktikan bahwa Kota Malang tetap adem," ujar Ali.
Ia pun mengapresiasi gelaran tersebut. Karena selaras dengan program prioritas Kota Malang untuk menggelar 1.000 event. Apalagi dalam pelaksanaannya juga menampilkan berbagai adat dan budaya di Indonesia.
"Ini sangat mendukung sekali, yang paling penting, kita syukuri kita bisa merasakan kemerdekaan sesungguhnya. Menampilkan berbagai kebudayaan. Bagian dari mensyukuri kemerdakaan, adalah persatuan dan kesatuan," jelas Ali.
Ketua RW 02 Ciptomulyo, Indriana Martiningsih, menyebutkan karnaval kali ini terasa istimewa karena baru bisa diwujudkan lagi setelah dua dekade lebih vakum.
“Alhamdulillah, setelah sekian lama tidak ada karnaval, akhirnya tahun ini warga bisa merayakan dengan semarak. Warga dari semua RT benar-benar berpartisipasi penuh,” katanya.
Menariknya, karnaval yang diikuti 14 RT yang ada di RW 02 Ciptomulyo digelar tanpa sound horeg yang biasanya identik dengan keramaian hajatan kampung. Hal ini sesuai arahan dari Wali Kota Malang dan Polresta Malang Kota untuk menggunakan sound sesuai standar yang ditentukan.
“Kami sepakat untuk tidak menggunakan sound horeg. Untuk menghormati dan menaati aturan yang sudah dibuat oleh stakeholder,” ujar Indriana.
Baca Juga : Semarak HUT ke-80 RI, SMKN 1 Bandung Tulungagung Gelar Aneka Lomba Meriah
Peserta karnaval tampil dalam beragam kostum unik, mulai dari pakaian adat, tokoh pahlawan, hingga busana kreasi daur ulang. Anak-anak, remaja, hingga orang tua menunjukkan kreativitasnya dengan atraksi tarian, teatrikal perjuangan, sampai parade sepeda hias yang mendapat tepuk tangan meriah dari penonton.
Indriana menambahkan, karnaval ini bukan hanya hiburan, tapi juga momentum untuk mempererat hubungan antarwarga.
“Harapannya di tahun depan atau selanjutnya gelaran karnaval ini bisa lebih menarik dan meriah kembali. Semoga jadi agenda rutin yang selalu dinantikan warga,” ucapnya.
Sementara, Ketua Pelaksana Panitia Karnaval RW 02, Yogga Ardiawan menyampaikan penggunaan sound horeg memang dilarang dalam kegiatan yang digelarnya. Ia berharap, kampung RW 02 Ciptomulyo menjadi salah satu pioner bagi kampung lain agar tidak menggunakan sound horeg saat karnaval seperti ini.
“Merujuk intruksi dari Pak Walikota dan Pak Kapolresta, kami berinisiatif untuk tidak menggunakan sound horeg. Kami berharap imbauan dari pemerintah dan kepolisian dapat ditaati seluruh warga Kota Malang, dan kami memulainya," ujarnya.
