Setiap Rabu Pagi, MTsN 2 Kota Malang Hidupkan Tradisi Ngaji Kitab Nashoihul Ibad
Reporter
Anggara Sudiongko
Editor
Dede Nana
29 - Aug - 2025, 03:19
JATIMTIMES - Rabu pagi di MTsN 2 Kota Malang selalu dimulai dengan suasana yang berbeda. Sejak pukul 07.00 hingga 08.00 WIB, ruang guru menjadi tempat berkumpulnya para pendidik dan tenaga kependidikan (GTK) untuk mengikuti Ngaji Kitab Nashoihul Ibad. Rutinitas mingguan ini berjalan seiring dengan jadwal siswa yang melaksanakan pembelajaran Al-Qur’an melalui metode Ummi.
Setiap Rabu, seluruh guru, wakil pimpinan, hingga kepala madrasah hadir bersama. Para guru Pendidikan Agama Islam (PAI) secara bergiliran menjadi narasumber, membawakan materi dari kitab klasik penuh nasihat itu. Isinya mengajarkan pentingnya menjaga kesucian hati, kebersihan jiwa, hingga menumbuhkan akhlak mulia, nilai-nilai yang diyakini sangat relevan bagi dunia pendidikan saat ini.

Bagi Kepala MTsN 2 Kota Malang, Mokhammad Amin Tohari, S.Ag., M.Pd.I., rutinitas ngaji setiap Rabu bukan sekadar tradisi, tetapi kebutuhan.
Baca Juga : Bupati Blitar Mutasi 153 Pejabat, Siapkan Generasi Baru Penggerak OPD
“Ngaji rutin ini sangat penting untuk meningkatkan kualitas spiritual kita sebagai pendidik. Dengan hati yang bersih dan budi pekerti yang baik, kita akan lebih siap dalam membimbing para siswa,” ungkapnya.
Ia menambahkan, kegiatan ini sengaja dijaga konsistensinya setiap pekan agar para guru terbiasa merawat spiritualitasnya. Menurutnya, guru hanya bisa menjadi teladan bila terlebih dahulu menguatkan diri secara batiniah.
Setiap Rabu pagi, kegiatan ini tidak hanya menghidupkan ruang guru, tetapi juga menumbuhkan atmosfer religius di seluruh lingkungan madrasah. Kepala madrasah berharap, semangat tersebut menular kepada siswa.
“Semoga ngaji rutin ini bisa menjadi teladan, sehingga seluruh warga madrasah terbiasa menjaga hubungan dengan Allah dan mengutamakan akhlak,” tambah Amin Tohari.
Baca Juga : Syekh Quro Karawang: Pelopor Dakwah Islam Sebelum Wali Songo
Tradisi Rabu pagi di MTsN 2 Kota Malang ini menjadi simbol bahwa pendidikan bukan semata soal akademik. Dengan ngaji bersama, guru dan tenaga kependidikan menegaskan komitmennya mencetak generasi yang cerdas sekaligus berkarakter.
Pesan yang dibawa dari Kitab Nashoihul Ibad kembali mengingatkan pentingnya keseimbangan: kecerdasan intelektual harus berjalan beriringan dengan kematangan spiritual. Dari ruang guru, nilai-nilai itu mengalir, diharapkan sampai ke ruang kelas dan hati para siswa.
