Kasus Cacing di Tubuh Balita Hebohkan Warga, Dinkes Kota Malang Pastikan Belum Ada Temuan Serupa
Reporter
Hendra Saputra
Editor
Yunan Helmy
22 - Aug - 2025, 08:12
JATIMTIMES - Viralnya temuan cacing di tubuh seorang balita di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, langsung menuai perhatian publik. Namun, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang memastikan bahwa hingga kini kasus serupa belum ditemukan di wilayah Kota Malang.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang dr Husnul Muarif menegaskan bahwa pihaknya sudah menjalankan program penanggulangan kecacingan sesuai Peraturan Menteri Kesehatan (PMK) Nomor 15 Tahun 2017.
Baca Juga : Semangat Merah Putih, Pegawai dan Pipas Rutan Situbondo Gelar Donor Darah
“Di Kota Malang, program ini berjalan baik. Yang pertama adalah pemberian obat pencegahan masal. Itu rutin diberikan kepada anak usia 12 bulan hingga 24 bulan serta di atas dua tahun, mulai balita, PAUD, TK hingga SD,” jelas Husnul.
Menurut dia, pemberian obat cacing dilakukan dua kali setahun, yakni pada Mei dan November. Tahun ini, tahap pertama sudah selesai dilaksanakan pada Mei lalu dengan capaian 100 persen sasaran.
“Alhamdulillah coverage-nya sudah 100 persen. Tahap kedua akan dilakukan November mendatang,” tambahnya.
Selain pemberian obat, Dinkes juga mengaktifkan program surveillance aktif untuk memantau potensi penyebaran kasus kecacingan. Jika ditemukan gejala mencurigakan, pemeriksaan dilakukan dengan mengambil sampel kotoran anak atau balita.
“Kalau hasilnya positif, anak akan segera dirujuk ke RSUD Kota Malang untuk penanganan lebih lanjut,” ucap dia.
Husnul juga mengingatkan bahwa kasus kecacingan sangat dipengaruhi oleh perilaku hidup bersih masyarakat. Karena itu, pihaknya gencar melakukan edukasi melalui posyandu dan media elektronik.
Baca Juga : Sempat Dituding Ikut Gelapkan Uang Perusahaan, Karyawan di Jember Akhiri Hidup di Mess
“Kami selalu menekankan pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat. Selain itu, ada program pemberian makanan tambahan (PMT) bagi wanita di posyandu untuk mendukung pemulihan gizi,” paparnya.
Tak lupa, ia mengimbau orang tua yang anaknya belum sempat menerima obat cacing pada tahap pertama untuk segera melapor ke posyandu.
“Diharapkan semua balita, usia pra-sekolah maupun sekolah, sudah mendapat obat cacing. Kalau Mei kemarin ada yang terlewat, silakan segera hubungi posyandu terdekat,” tutupnya
