Kolaborasi Dua Wakil Kepala Daerah di Surabaya dan Sidoarjo Buat Pengusaha Property Tak Berkutik, Janjikan Pengembalian 

22 - Aug - 2025, 05:16

Wawali Surabaya Armuji dan Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana saat mendatangi kantor PT MTB


JATIMTIMES - Wakil Wali Kota Surabaya Armuji menindaklanjuti laporan warga terkait dugaan kasus penipuan tanah kavling yang berlokasi di Desa Pabean, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo.

Dalam memediasi hal ini, Armuji bersama Wakil Bupati Sidorajo, Mimik Idayana. Keduanya mendatangi perusahaan PT Makmur Tentram Berprestasi (MTB) Property sebagai pihak pengembang yang diduga telah merugikan ratusan kliennya. 

Baca Juga : Perkuat Sinergi, BPJS Ketenagakerjaan dan Kemenag Blitar Dorong Perlindungan Pekerja Sektor Keagamaan

“Alhamdulillah hari ini kita sudah melakukan mediasi antara pengembang dengan korban bersama Bu Mimik, kita berkolaborasi karena korbannya banyak warga Surabaya. Tapi lokasi proyeknya ada di Sidoarjo,” kata Cak Ji, sapaan akrabnya.

Kuasa hukum korban, Tjetjep M Yasin menjelaskan bahwa obyek tanah yang diperjual belikan ke masyarakat belum dibalik namakan atas nama PT MTB Property.

Dengan rata-rata korban telah membayar lebih dari Rp 100 juta per unitnya. Bahkan ada bebeerapa korban yang membeli lebih dari satu unit secara lunas maupun diangsur.

“Sampean menjual barang itu tidak ada barangnya, itu salah,” tegas Yasin.

Ia menuturkan banyak dari para korban yang mendapatkan kesepakatan perjanjian notaris. Padahal kliennya merasa tidak pernah melakukan tanda tangan tersebut didepan notaris.

“Yang namanya notaris itu sampean tanda tangan didepan notaris dan mereka (pembeli) juga tanda tangan didepan notaris. Lah, klien saya ada loh yang mengaku tidak pernah tanda tangan didepan notaris ini, tahu-tahu ada kesepakatan jual beli,” tuturnya.

Selain itu, ada juga surat Ikatan Jual Beli (IJB) yang juga kuat diduga palsu sebagai modus.

Dimana pihak pengembang mencantumkan adanya klausul pengembalian uang hanya 60 persen apabila terdapat pembatalan.

Namun, realitanya di lapangan, objek tanah kavling dijanjikan siap urug tidak pernah direalisasikan.

Oleh karenanya, Yasin menegaskan kepada pihak pengembang untuk mengembalikan uang korban utuh hingga 100 persen.

“Cuma sekarang ini kita baik ada pak wawali dan bu wabup datang kesini jauh-jauh, yasudah tinggal ngomong ‘ya bu saya salah, saya akan kembalikan 100 persen’ ,” tegasnya.

Baca Juga : BEN Carnival 2025 Siap Digelar, Blitar Tunjukkan Wajah Kota Kreatif

Setelah mediasi yang cukup panjang, akhirnya Direktur Utama PT MTB, Kurniawan Yudha mengakui telah melakukan kesalahan terkait penjualan tanah kavling di Alas Tipis.

“Saya tidak pernah ada satupun niat untk membohongi, saya memang salah. Dengan panjenengan (Anda) datang kesini, saya berterimakasih dan saya pribadi meminta maaf sebesar-besarnya,” ucap Yudha.

Ia juga berjanji akan melakukan pengembalian uang ganti rugi korban 100 persen. Dengan skema pengembalian lima user setiap bulannya secara lunas, dimulai pada September 2025 mendatang.

“Saya usahakan akan melakukan pengembalian lima user tiap bulannya per September 2025 secara lunas tanpa cicil,” ujarnya.

Yasin pun menerangkan akan terus mengawal kasus tersebut dengan membuatkan surat kesepakatan perjanjian dengan pihak pengembang di kepolisian.

“Nanti kita buat di depan polisi biar kita tahu, biar kamu tahu disaksikan polisi. Saya juga mohon bantuannya bu wabup agar nanti bisa menghubungi polres agar pernyatannya biar disaksikan,” sebut Yudha.

Sementara itu, Cak Ji mengingatkan kepada masyarakat agar lebih berhati-hati dalam melakukan jual beli tanah dengan selalu mengecek keaslian persuratan.

“Karena banyak sekali oknum-oknum yang berkeliaran atau memperkaya diri sendiri dengan memperjual belikan aset yang bukan haknya. Mohon masyarakat lebih hati-hati lagi,” pungkas Cak Ji sapaan akrabnya.


Topik

Peristiwa, Pemkot Surabaya, Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji, tanah kavling, sengketa tanah, Pemkab Sidoarjo,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette