Unisma Percepat Doktoralisasi Dosen, Siapkan Lompatan Menuju World Class University

21 - Aug - 2025, 04:13

Rektor Unisma, Prof Drs Junaidi Mistar PhD (foto: Anggara Sudiongko/ MalangTIMES)


JATIMTIMES - Universitas Islam Malang (Unisma) menunjukkan keseriusan dalam meningkatkan kualitas akademik dengan mendorong percepatan studi doktoral bagi para dosennya. Dalam kurun waktu satu bulan terakhir, tercatat tujuh dosen dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) berhasil menyandang gelar doktor dari salah satu kampus negeri di Malang.

Capaian ini menandai momentum penting bagi Unisma. Apalagi, FEB sampai membentuk kelas khusus S3 di UM demi mendukung percepatan kelulusan. Tak heran bila momen ini disebut sebagai musim panen doktor di lingkungan kampus hijau tersebut.

Baca Juga : Kota Batu Bakal Suplai 30-50 Ton Sampah Per Hari untuk Olah Sampah Jadi Listrik

“Dosen yang kami dorong ini adalah dosen tetap yang ditugaskan kampus untuk melanjutkan studi S3. Jadi, ini memang program percepatan yang kami jalankan secara terencana, bukan kebetulan,” ungkap Rektor Unisma, Prof. Drs. Junaidi Mistar, PhD, Kamis, (21/8/2025).

Program percepatan doktor bukan sekadar formalitas. Unisma menilai pendidikan lanjutan dosen merupakan investasi penting untuk memperkuat kualitas tridarma perguruan tinggi pengajaran, penelitian, dan pengabdian masyarakat.

“Semakin tinggi tingkat pendidikan dosen, maka semakin baik pula kualitas pembelajarannya. Penelitiannya lebih bermutu, pengabdiannya lebih berdampak. Semua itu akan bermuara pada peningkatan kualitas institusi,” jelasnya.

Lebih jauh, percepatan doktoralisasi juga menjadi pintu menuju jabatan fungsional akademik yang lebih tinggi. Dengan produktivitas yang meningkat, para dosen berpeluang besar meraih gelar profesor, yang pada akhirnya ikut mendongkrak reputasi kampus.

Selain fokus pada mutu akademik, Unisma juga menempatkan percepatan doktoralisasi sebagai bagian dari strategi besar menuju internasionalisasi. Kampus yang berdiri sejak 1981 ini menargetkan diri untuk menjadi world class university.

“Salah satu indikator penilaian dalam pemeringkatan internasional adalah persentase dosen bergelar doktor. Karena itu, percepatan ini tidak bisa ditawar. Kami ingin saat mendeklarasikan diri sebagai world class university pada tahun 2070, minimal 85 persen dosen Unisma sudah bergelar doktor,” tegasnya.

Saat ini, Unisma memiliki sekitar 400 dosen, dengan capaian rasio dosen bergelar doktor sekitar 60 persen. Target jangka panjangnya, dalam kurun beberapa dekade ke depan, persentase ini harus terus ditingkatkan hingga melampaui 80 persen.

Baca Juga : Cara Aktivasi Rekening BSU dan Insentif Guru 2025, Lengkap dengan Syarat dan Prosedur Pencairannya

Di tengah persaingan global, dosen dengan kualifikasi doktor menjadi kebutuhan mendesak. Pendidikan tinggi tak lagi hanya dituntut mengajar, melainkan juga menghasilkan riset inovatif dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

“Percepatan ini bukan hanya soal gelar, tetapi tentang daya saing. Dosen bergelar doktor punya bekal lebih kuat untuk melakukan penelitian, publikasi internasional, sekaligus berkolaborasi dengan perguruan tinggi luar negeri. Semua itu akan mendorong posisi Unisma di tingkat global,” paparnya.

Dengan program percepatan ini, Unisma optimistis dapat mempercepat transformasi akademik sekaligus memperkuat branding kampus di tingkat nasional maupun internasional.

“Target 85 persen dosen bergelar doktor bukan sekadar angka, tapi simbol keseriusan Unisma. Ini adalah langkah strategis untuk memastikan Unisma hadir dan diakui di panggung dunia,” tutupnya.


Topik

Pendidikan, Unisma, Fakultas Ekonomi Bisnis Unisma, Universitas Islam Malang, Doktoralisasi Dosen, World Class University,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette