Unisba Dorong Guru SMA Muhammadiyah 01 Blitar Kuasai Literasi Digital
Reporter
Aunur Rofiq
Editor
Yunan Helmy
20 - Aug - 2025, 07:28
JATIMTIMES - Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Islam Blitar (Unisba) menyampaikan terima kasih kepada Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) atas dukungan hibah yang diberikan tahun 2025. Hibah melalui skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat ini menjadi fondasi terselenggaranya pelatihan bertajuk “Penguatan Literasi Digital Guru melalui Pelatihan Penyusunan LKPD Digital dan Media Interaktif untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Berbasis Teknologi.”
Dengan dukungan tersebut, SMA Muhammadiyah 01 Kota Blitar menjadi saksi lahirnya inisiatif peningkatan kapasitas guru dalam menguasai keterampilan digital. Selama dua pekan, 15–30 Agustus 2025, para pendidik sekolah ini ditempa untuk merancang Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) digital sekaligus mengoperasikan media pembelajaran interaktif.
Baca Juga : Tertibkan Izin Tinggal, Imigrasi Blitar Amankan Warga Malaysia
Ketua tim PKM Eva Nurul Malahayati menjelaskan, pelatihan ini hadir sebagai jawaban atas keterbatasan budaya digital di sekolah. Menurut dia, penggunaan media pembelajaran berbasis teknologi masih terfokus pada perangkat tertentu. “Diperlukan alternatif platform agar tercipta ekosistem digital yang lebih kaya dan berkelanjutan,” ujarnya.
Pelatihan ini dibuka dengan sesi luring pada 15–16 Agustus di laboratorium komputer sekolah. Setelah itu, peserta diberikan penugasan proyek implementasi hingga 30 Agustus. Tercatat 16 guru mengikuti program ini dengan penuh antusias. Mereka mendapat materi dari tim dosen Unisba Blitar—Eva Nurul Malahayati, Devita Sulistiana, dan Adin Fauzi—dengan tambahan narasumber Khamidah, seorang guru sekaligus kreator konten pendidikan yang memperkenalkan platform Assemblr EDU.
Materi pelatihan tidak berhenti pada teori. Para guru dipandu langsung menyusun LKPD digital menggunakan Wizer.me, membuat presentasi interaktif di Prezi, menyulap bahan ajar menjadi flipbook, hingga menghadirkan pembelajaran berbasis teknologi imersif melalui Assemblr Edu. Hasilnya, peserta mampu menghasilkan produk LKPD digital serta media pembelajaran yang sesuai indikator literasi digital: etika, budaya, kecakapan, dan keamanan.
Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan kolaboratif. Para guru berani bereksperimen dengan desain media interaktif, berdiskusi ide-ide kreatif, hingga menyusun strategi penerapan di kelas. Salah satu guru mengaku, pelatihan ini membuatnya lebih percaya diri menggunakan teknologi dalam pembelajaran. Ia menilai siswa akan lebih mudah tertarik dengan pendekatan digital yang interaktif.
Dukungan terhadap transformasi digital sekolah juga tampak dari sisi tata kelola. Program ini dirancang tak hanya menyentuh aspek pedagogi, tetapi juga manajemen internal. Dengan penguasaan literasi digital, diharapkan sekolah dapat meningkatkan efektivitas pengelolaan sekaligus memperkuat daya saing di tengah kompetisi pendidikan.
Baca Juga : Cara Insan Petrokimia Peringati HUT Ke-80 RI Penuh Makna lewat Program AKSI 2025
Eva menambahkan, dampak terpenting dari pelatihan ini adalah keberlanjutan. Guru diharapkan tidak berhenti setelah proyek selesai, melainkan terus mengembangkan inovasi digital dalam praktik sehari-hari. “Target akhirnya adalah siswa. Mereka berhak mendapat pengalaman belajar yang relevan dengan tuntutan era digital,” ungkapnya.
Bagi Unisba Blitar, program ini menjadi bukti nyata bahwa perguruan tinggi tidak hanya berfungsi di ruang akademik, tetapi juga hadir langsung menjawab kebutuhan masyarakat. Dengan sinergi pemerintah, sekolah, dan kampus, ekosistem pendidikan di Blitar diarahkan menuju model pembelajaran yang adaptif, efektif, dan berdaya saing global.
