Hujan Deras, Nyaris Semua Zona Terdampak Kebocoran di Pasar Induk
Reporter
Irsya Richa
Editor
Sri Kurnia Mahiruni
20 - Aug - 2025, 06:07
JATIMTIMES - Kebocoran parah terjadi di Pasar Induk Among Tani, Kota Batu saat hujan deras pada Rabu siang (20/8/2025). Kebocoran ini ternyata menjadi yang terparah sejak diresmikan pada Desember 2023 silam.
Kebocoran terjadi lantaran talang air antar blok berlubang, akibat seng yang berkarat menjadi keropos. Akibatnya air pun menggenang khususnya yang berdeketan dengan talang tersebut.
Baca Juga : Pasca Insiden Pekerja Jatuh dari Atap Pasar Induk Kota Batu, Pedagang Inisiatif Gelar Tahlil 7 Hari
Pedagang pun berupaya agar air tidak masuk ke dalam kios. Yakni dengan cara menarik selang pemadam kebakaran yang tersedia agar air tidak masuk ke dalam kios.
Kemudian menghalangi dengan memasang seperti plastik berwarna bening di atas kios agar air tidak langsung jatuh ke kios. Lalu air itu dialirkan ke dalam tong sampah.
“Jadi pedagang inisiatifnya agar air tidak menggenang terlalu parah dikasih tempat sampah. Lalu juga ada yang dikasih penyekat, ini selangnya pemadam kebakaran itu ditarik,” ujar Ketua Koordinator Zonasi Pasar Induk Among Tani Kota Batu, Didin Darianto.
Pedagang berjibaku menghalau air agar tidak masuk ke dalam kios. Karena itu pedagang terpaksa segera menutup kiosnya agar tidak terdampak, khususnya yang berdekatan dengan talang air.
“Makanya mereka tutup semua, langsung membereskan barang dagangannya agar tidak terkena air tersebut,” tegas Didin.
Menurutnya kondisi ini terparah sejak diresmikannya pada Desember 2023 silam. Karena talang yang bocor semua. “Semua talang, talang yang ada di pembatas semua blok, setiap blok itu keropos semua,” tegas Didin.
Baca Juga : Good Swimming Academy Gandeng Pakar Internasional, Ajarkan Teknik Selamatkan Diri di Laut Lepas
“Jadi kalau masalah kebocorannya ya parah, karena titiknya nggak satu. Sebenarnya semua parah sih, talang yang bocor semua. Talang ini posisinya berada dipenghubung antar blok semua keropos,” terang Didin.
Sementara itu seorang pedagang Mispan mengaku harus berupaya agar air tidak terkena dagangannya. Karena itu segera menutup kios sayurnya.
“Saya langsung tutup kios, dan harus membersihkan air supaya tidak menggenangi lantai,” terang Mispan.
