Terus Digempur Israel, Ribuan Warga Gaza Mulai Mengungsi Massal

Reporter

Mutmainah J

Editor

A Yahya

20 - Aug - 2025, 12:05

Warga Gaza yang mulai mengungsi. (Foto: AFP)


JATIMTIMES - Israel terus melancarkan serangan udara dan artileri besar-besaran ke wilayah padat penduduk di Zeitoun, Kota Gaza sejak 13 Agustus 2025. Gempuran tanpa henti ini memaksa ribuan warga meninggalkan rumah mereka dan mengungsi ke arah selatan, terutama ke Khan Younis dan Rafah, meski kedua kota itu sudah penuh sesak dengan pengungsi.

Serangan Brutal di Zeitoun

Menurut unit verifikasi Al Jazeera, Sanad, serangan Israel menargetkan setidaknya 11 tempat penampungan pengungsi di Zeitoun, yang masing-masing menampung 4.000–4.500 orang. Kawasan ini sebelumnya dihuni sekitar 50.000 jiwa, namun kini hampir kosong setelah sebagian besar warganya kabur mencari perlindungan.

Baca Juga : Menteri LH: Hampir Semua Kota di Indonesia Masih Kategori Kota Kotor

“Ledakan terus-menerus membuat kami tidak bisa tidur. Kami hanya mencoba bertahan hidup,” kata Ghassan Kashko (40), seorang warga yang berlindung di sekolah setempat, dikutip BBC International.

Serangan Israel bukan hanya menghancurkan rumah warga, tetapi juga infrastruktur publik. Pemerintah Kota Gaza mencatat lebih dari 80 persen fasilitas umum hancur, sementara rumah sakit yang tersisa hanya beroperasi dengan kapasitas kurang dari 20 persen karena kekurangan obat-obatan dan perlengkapan medis.

Gelombang Pengungsian ke Gaza Selatan

Ribuan warga Zeitoun kini bergerak ke selatan menuju Khan Younis dan Rafah, dua kota yang dianggap relatif lebih aman. Namun, menurut laporan Reuters, kapasitas penampungan di kedua wilayah tersebut sudah jauh melebihi batas.

Banyak keluarga terpaksa tidur di jalanan, lapangan terbuka, bahkan reruntuhan bangunan karena kamp pengungsian penuh. PBB (UNRWA) menyebut lebih dari 1,35 juta orang di Gaza kini membutuhkan tenda darurat, makanan, air bersih, dan layanan kesehatan.

“Khan Younis dan Rafah sudah sesak. Pengungsi dari Zeitoun datang setiap hari, dan kami tidak punya cukup tempat untuk menampung mereka,” ujar seorang relawan lokal kepada AFP.

Krisis Kemanusiaan Memburuk

Pengungsian massal ini memperburuk krisis kemanusiaan yang telah berlangsung berbulan-bulan. PBB mengecam Israel karena melarang masuknya bantuan tenda dan perlengkapan darurat selama lebih dari lima bulan terakhir. Akibatnya, banyak warga Gaza harus mengalami pengungsian berulang kali tanpa kepastian tempat tinggal.

Baca Juga : Ratusan Ribu Warga Israel Demo, Desak Perang Gaza Dihentikan dan Sandera Dibebaskan

Selain itu, akses terhadap kebutuhan dasar semakin menipis. UNICEF melaporkan ribuan anak di Gaza kini terancam gizi buruk, sementara WHO memperingatkan wabah penyakit menular berpotensi menyebar akibat minimnya sanitasi.

Israel Bersiap Kuasai Gaza Utara

Serangan keji di Zeitoun juga terjadi di tengah kabar bahwa militer Israel tengah mempersiapkan operasi darat untuk menguasai bagian utara Gaza. Hal ini menambah ketakutan warga, sehingga banyak dari mereka memilih mengungsi sebelum kondisi semakin memburuk.

Bagi warga Gaza, Khan Younis dan Rafah hanyalah persinggahan penuh ketidakpastian. Dengan kapasitas yang kian terbatas, kedua kota itu kini menjadi simbol penderitaan rakyat Palestina di tengah perang yang belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir.


Topik

Internasional, Israel, gaza, palestina,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette