Pesan Kemerdekaan Rektor Unikama: Kemerdekaan Harus Diisi Kolaborasi dan Inovasi
Reporter
Anggara Sudiongko
Editor
Yunan Helmy
18 - Aug - 2025, 06:46
JATIMTIMES - Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-80 Republik Indonesia di Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama) tidak hanya menjadi ajang pengibaran bendera dan mengenang detik-detik proklamasi, tetapi juga menjadi momen refleksi tentang arti kemerdekaan bagi dunia pendidikan.
Rektor Unikama Dr Sudi Dul Aji MSi dalam pesannya menekankan bahwa kemerdekaan sejati tidak berhenti pada seremoni tahunan, melainkan harus diwujudkan melalui kerja nyata, kolaborasi lintas sektor, dan lahirnya inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.
Baca Juga : Dindik Dapat Alokasi Rp 9,91 Triliun, Puguh DPRD Jatim: Kualitas Pendidikan Harus Lebih Baik
Menurut dia, tema nasional tahun ini, “Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju” mengandung pesan yang sangat relevan bagi generasi muda. Ia menegaskan bahwa persatuan adalah syarat utama agar Indonesia tetap berdiri kokoh dan berdaulat dalam menentukan arah masa depannya.
“Tema HUT Ke-80 RI ini mengingatkan kita bahwa hanya dengan persatuan, kita bisa mencapai masyarakat yang sejahtera dan Indonesia yang maju. Itulah semangat yang juga menjadi arah Unikama dalam setiap langkahnya,” ujarnya.
Rektor menilai bahwa dunia pendidikan memiliki tanggung jawab besar dalam mengisi kemerdekaan. Perguruan tinggi tidak boleh hanya berfokus pada rutinitas mencetak lulusan setiap tahunnya, tetapi harus mampu melahirkan gagasan segar, riset yang berdampak, dan inovasi yang dapat menjawab persoalan bangsa.
Melalui Tridharma Perguruan Tinggi, Unikama berkomitmen memperkuat perannya dalam riset, pengabdian, dan pengembangan keilmuan yang berbasis pada kearifan lokal. Baginya, kekuatan lokal justru bisa menjadi titik tolak untuk menjawab kebutuhan global.
Dr Sudi juga menyampaikan visi besar Unikama untuk menapaki panggung dunia sebagai kampus berkelas internasional. Ia menyebut bahwa cita-cita menjadi World Class University tidak hanya sekadar ambisi, melainkan bagian dari tanggung jawab moral perguruan tinggi untuk meningkatkan daya saing bangsa.
“Dengan semangat kolaborasi dan daya saing global, kami yakin Unikama mampu menapaki tangga internasional. Tetapi akar kearifan lokal tidak boleh ditinggalkan, justru menjadi identitas kita di panggung dunia,” tegasnya.
Baca Juga : Dukung Pemerintah, Halodoc Gelar Cek Kesehatan Gratis di Ciputra World Mall Surabaya
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa kemerdekaan bukanlah hadiah yang tinggal dirayakan, melainkan warisan yang harus terus dijaga dengan kerja keras. Rektor menekankan, bahwa generasi muda memiliki peran paling penting dalam menjaga kemerdekaan melalui pendidikan, karya, dan pengabdian. “Kemerdekaan harus terus diisi dengan kerja, inovasi, dan pengabdian. Itu tugas kita semua,” tuturnya.
Bagi sivitas akademika Unikama, peringatan HUT Ke-80 RI tahun ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan sebuah momentum untuk menyalakan kembali semangat berkontribusi bagi negeri. Di tengah tantangan global yang semakin kompleks, pesan rektor menjadi ajakan sekaligus pengingat bahwa kemerdekaan hanya dapat dipertahankan dengan kolaborasi, inovasi, dan komitmen bersama.
Dari kampus inilah diharapkan lahir generasi yang bukan hanya berkompeten, tetapi juga mampu menjaga persatuan, menghidupi nilai kearifan lokal, dan membawa nama Indonesia semakin diperhitungkan di kancah dunia.
