Niat Kabur dari Razia, Remaja di Blitar Tabrak Polisi hingga Terpental Lima Meter

Reporter

Aunur Rofiq

Editor

A Yahya

12 - Aug - 2025, 08:26

Aipda Zainun, anggota Satlantas Polres Blitar, duduk lemah di pinggir jalan dengan luka di pelipis usai tertabrak mobil pikap saat razia di simpang Duren, Talun, Selasa (12/8/2025). (Foto: tangkapan layar)


JATIMTIMES – Jalan Raya Desa Duren, Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar, Selasa (12/8/2025) pagi, berubah menjadi panggung insiden yang nyaris merenggut nyawa petugas. Aipda Zainun, anggota Satlantas Polres Blitar, menjadi korban tabrak lari saat tengah melakukan razia kendaraan. Tubuhnya terpental sekitar lima meter setelah dihantam mobil pikap yang dikemudikan remaja 17 tahun.

Peristiwa itu berlangsung cepat. Baru lima menit razia dimulai di simpang Duren, sekitar pukul 10.00 WIB, sebuah pikap warna putih melaju kencang dari arah barat. Bukannya mengurangi kecepatan saat melihat petugas memberi aba-aba berhenti, pengemudi justru menginjak pedal gas dalam-dalam. Dalam hitungan detik, tabrakan tak terelakkan.

Baca Juga : Kota Malang Ngebut Wujudkan Kota Sehat dan Adipura Kencana Sekaligus

Korban yang berdiri di jalur pemeriksaan terhempas ke aspal. Helm dan perlengkapan dinasnya berantakan. Warga sekitar yang melihat kejadian itu sontak berteriak histeris. Beberapa rekan polisi segera memberi pertolongan pertama sebelum membawanya ke rumah sakit terdekat.

Kasat Lantas Polres Blitar, AKP Rio Angga Prasetyo, mengungkapkan, razia pagi itu merupakan kegiatan rutin penegakan hukum lalu lintas. “Sekitar lima menit kegiatan berjalan, tiba-tiba terjadi kecelakaan yang melibatkan anggota kami. Mobil pikap yang dikemudikan seorang remaja menabrak Aipda Zainun hingga terpental,” ujarnya.

Identitas pelaku terungkap tak lama kemudian. Pengemudi diketahui berinisial R, 17 tahun, warga Desa Sambong, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar. Saat kejadian, ia membawa penumpang yang bertugas sebagai kernet. “Pelaku panik saat diminta berhenti. Dia tidak memiliki SIM A. Dalam kondisi panik, justru menabrak petugas dan mencoba kabur,” lanjut AKP Rio.

Drama pengejaran pun terjadi. Pikap tersebut melaju kencang meninggalkan lokasi, sementara kernetnya ditinggal begitu saja di dalam kendaraan saat akhirnya berhasil dihentikan di jalur lain oleh anggota Satlantas. Beruntung, proses penangkapan berlangsung cepat sehingga pelaku tak sempat melarikan diri lebih jauh.

“Alhamdulillah, anggota berhasil mengamankan pelaku dan satu penumpang lain. Mereka kini menjalani pemeriksaan di Unit Satlantas,” kata AKP Rio.

Peristiwa

Sementara itu, kondisi Aipda Zainun mulai membaik. Meski mengalami luka di pelipis dan memar di beberapa bagian tubuh, ia sudah dalam keadaan sadar. “Syukurlah kondisinya stabil. Tapi untuk sementara masih dirawat di rumah sakit untuk observasi,” ungkap Kasat Lantas.

Kasus ini menambah panjang daftar insiden yang menimpa aparat saat bertugas di lapangan. Tak jarang, pelanggar lalu lintas justru nekat melawan hukum dengan tindakan berbahaya. Padahal, razia dilakukan demi keselamatan bersama.

Pihak kepolisian menegaskan, pelaku akan diproses sesuai hukum yang berlaku. Usia yang masih di bawah 18 tahun tidak menjadi alasan untuk lolos dari jerat hukum, apalagi tindakannya telah membahayakan nyawa orang lain. “Kami tetap mengedepankan proses hukum sesuai prosedur. Ini sebagai pembelajaran, khususnya bagi orang tua agar memperhatikan kelayakan anaknya saat mengemudi,” tegas AKP Rio.

Baca Juga : Kandang Peternakan Ayam di Wonosari Ludes Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp 2 Miliar

Masyarakat diimbau untuk selalu mematuhi aturan lalu lintas, melengkapi dokumen kendaraan, dan tidak mengemudi di bawah umur. Kecelakaan seperti ini, kata AKP Rio, bisa dihindari jika pengendara memiliki kesadaran dan disiplin. “Satu detik kecerobohan bisa berakibat fatal. Tidak hanya merugikan diri sendiri, tapi juga orang lain,” ujarnya.

Kini, mobil pikap beserta seluruh dokumen yang ada telah diamankan sebagai barang bukti. Proses penyelidikan masih berlanjut untuk memastikan kronologi dan unsur pelanggaran. Sementara itu, Aipda Zainun mendapat dukungan penuh dari rekan sejawat dan keluarga agar segera pulih dan kembali bertugas.

Di lokasi kejadian, jejak rem dan pecahan kaca masih terlihat. Warga setempat yang masih membicarakan insiden itu berharap kejadian seperti ini tidak terulang. 


Topik

Peristiwa, satlantas polres blitar, razia, zainun, kabupaten blitar,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette