17.133 Maba Ikuti RAJA Brawijaya 2025, Perpaduan Tradisi dan Inovasi Digital
Reporter
Anggara Sudiongko
Editor
Sri Kurnia Mahiruni
11 - Aug - 2025, 01:58
JATIMTIMES - Sebanyak 17.133 mahasiswa baru Universitas Brawijaya (UB) resmi memulai perjalanan akademiknya melalui upacara Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PK2MABA) atau Rangkaian Jelajah Almamater Brawijaya (RAJA Brawijaya) 2025, Senin (11/8/2025).
Mengusung tema “Membangun Generasi Intelektual yang Berakhlak Mulia, Adaptif, dan Tangguh Menuju Indonesia Emas 2045”, kegiatan tahun ini dirancang dengan format hybrid, memadukan turing dan daring demi menjangkau seluruh mahasiswa baru secara aman, efisien, dan merata.

Sekitar 6.000 mahasiswa baru (MABA) mengikuti kegiatan langsung di tiga titik utama kampus, yakni Gedung Samantha Krida, Sport Center Pertamina, dan Auditorium UB. Sementara itu, lebih dari 11.000 MABA lainnya bergabung secara daring dari berbagai daerah.
Baca Juga : Membangun Ekosistem Royalti Musik yang Berkeadilan: Saatnya Hak Cipta Menjadi Pilar, Bukan Jerat
Rektor UB Prof. Dr. Widodo menegaskan, bahwa kampus UB kini memiliki lebih dari 200 program studi, di mana lebih dari 80 persen telah meraih akreditasi atau sertifikasi internasional. Prestasi tersebut turut mengantarkan UB masuk dalam jajaran 680 perguruan tinggi terbaik dunia, capaian yang menjadi bukti kerja keras seluruh sivitas akademika.
Ia menyebut UB berada di garis depan transformasi pendidikan berbasis inovasi, kolaborasi, dan kebermanfaatan, yang terangkum dalam konsep Kampus Berdampak. “Karya dan ilmu pengetahuan yang lahir dari kampus harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat, menggerakkan aksi sosial, dan memberi kontribusi bagi perubahan peradaban dunia,” ungkapnya.
Prof. Widodo juga menekankan lima kompetensi utama yang perlu dikuasai mahasiswa untuk menghadapi tantangan dunia kerja: berpikir kritis, penyelesaian masalah kompleks, literasi digital, penguasaan teknologi, kreativitas dan inovasi, komunikasi, kolaborasi, integritas, serta kepemimpinan. “Kepemimpinan menjadi hal yang penting, dan universitas telah menyediakan berbagai fasilitas untuk mendukungnya. Namun yang berproses adalah mahasiswa itu sendiri. Gunakanlah seluruh fasilitas yang ada untuk menempa diri, meningkatkan kompetensi, dan kualitas individu,” pesannya.
Ia mengajak mahasiswa untuk tidak hanya berfokus pada kuliah, tetapi juga aktif di berbagai organisasi kemahasiswaan yang tersedia di UB sebagai wadah untuk mengembangkan diri dan membangun jejaring. Rektor menambahkan bahwa UB telah menyiapkan fasilitas berjejaring global dan ekosistem yang mendukung penciptaan pengetahuan dan inovasi. Dalam kesempatan tersebut, ia juga memperkenalkan jajaran pimpinan di UB, mulai dari wakil rektor, dekan dan jajaran pimpinan lainnya.
Ketua Pelaksana RAJA Brawijaya 2025, Amelia Rizky Ramadhan, menyebut bahwa digitalisasi menjadi wajah utama pelaksanaan PK2MABA tahun ini.
“Tahun ini penugasan lebih banyak berbasis digital dan paperless. Kami membangun Integrated System Raja Brawijaya, website internal untuk memantau progres kerja, notulensi, hingga absensi berbasis QR Code. Semua ini kami rancang agar koordinasi lebih efektif dan efisien,” jelas Amelia, mahasiswa Fakultas Ilmu Administrasi angkatan 2023.
Menurutnya, inovasi ini bukan sekadar penerapan teknologi, tetapi juga persiapan mental generasi muda UB menghadapi era yang serba cepat.
“PK2MABA adalah gerbang adaptasi dari SMA ke dunia kampus. Kami ingin MABA bisa mengenal lingkungannya, mengeksplorasi peluang, dan menemukan dunia baru mereka di UB,” tambahnya.
Sementara itu, Direktur Kemahasiswaan UB, Dr. Sujarwo, S.P., M.P., menegaskan bahwa PK2MABA tidak hanya berfokus pada pengenalan akademik, melainkan juga pembentukan karakter.
Baca Juga : Dispendukcapil Kabupaten Blitar Prioritaskan KTP Pemula dan Perubahan Data, Aktivasi IKD Digenjot
“Kami ingin mahasiswa berkembang dengan kreativitas dan kemampuan terbaiknya, sambil tetap menjaga moralitas. Inilah bekal untuk menjadi generasi emas Indonesia di 2045,” ujarnya.
Tahun ini, UB membentuk 72 kluster MABA yang terdiri dari kombinasi lintas fakultas. Sujarwo menilai strategi tersebut menjadi simbol kesetaraan peluang berprestasi di seluruh fakultas.
“Kami berharap interaksi lintas fakultas dapat menumbuhkan rasa saling menghargai, kolaborasi, dan pemanfaatan kompetensi bersama untuk dampak positif bagi diri, institusi, dan masyarakat,” jelasnya.

Dengan jumlah peserta yang sangat besar, tantangan koordinasi dan mobilisasi menjadi hal yang tidak terhindarkan. Amelia mengakui, komunikasi yang jelas dan dukungan semua pihak menjadi kunci suksesnya.
“Kami harap seluruh rangkaian berjalan lancar, tidak ada hambatan, dan kesehatan panitia maupun MABA terjaga,” ujarnya.
Selain program untuk jenjang sarjana, UB juga mengusung tema khusus untuk mahasiswa pascasarjana, yakni “Mewujudkan Cendekiawan Profesional Berintegritas dan Inovatif untuk Transformasi Indonesia Emas 2045”. Fokus ini menekankan pentingnya integritas dan inovasi riset untuk kemajuan bangsa.
RAJA Brawijaya 2025 menjadi bukti bahwa tradisi penyambutan mahasiswa baru dapat berpadu harmonis dengan inovasi digital. Perpaduan keduanya diharapkan mampu melahirkan generasi yang berkarakter, adaptif, dan siap berkontribusi nyata bagi Indonesia dan dunia.
