Aksi Nyata Mahasiswa KKN Unisba Blitar di Kepanjenkidul: Wirausaha, Sosialisasi, Kolaborasi Masyarakat

10 - Aug - 2025, 10:35

Mahasiswa KKN Kelompok 17 Universitas Islam Balitar (Unisba) Blitar bersama anggota PKK RW 11 Kelurahan Kepanjenkidul berfoto bersama usai menggelar Family Gathering di Sirkuit Green Park, Kota Blitar, sebagai bagian dari upaya mempererat kebersamaan dan mendukung pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan rekreatif dan edukatif. (Foto: Ist)


JATIMTIMES – Mahasiswa Universitas Islam Balitar (Unisba) Blitar yang menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN) selama Juli hingga Agustus 2025 di Kelurahan Kepanjenkidul, Kecamatan Kepanjenkidul, Kota Blitar, telah melaksanakan berbagai program pemberdayaan UMKM dan koperasi merah putih berlandaskan nilai-nilai Islami.

Selama dua bulan penuh, mereka aktif melakukan pelatihan kewirausahaan, pendampingan usaha mikro, serta penguatan kapasitas koperasi lokal. Program ini bertujuan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekaligus menanamkan semangat wirausaha yang berakar pada nilai keislaman.

Baca Juga : Unik, UIBU Kenalkan Kampus ke Mahasiswa Baru lewat Sarapan Pecel

Selain itu, mahasiswa juga mengadakan kegiatan sosial dan edukasi yang mendukung pengembangan komunitas, membuktikan kontribusi nyata perguruan tinggi dalam memperkuat pemberdayaan masyarakat.

Sebagai langkah awal, acara pembukaan resmi diselenggarakan dengan penuh hikmat pada Selasa, 15 Juli 2025, di kantor Kelurahan Kepanjenkidul. Acara ini dihadiri oleh 34 mahasiswa kelompok 17 yang siap terjun langsung ke lapangan. Turut hadir pula Dosen Pembimbing Lapangan, Eko Adi Susilo, S.E., M.M., Lurah Kepanjenkidul Iwan Suharno, S.Sos., dan jajaran aparatur kelurahan.

Dalam sambutannya, Lurah Iwan menegaskan bahwa kehadiran mahasiswa KKN menjadi energi baru bagi upaya pembangunan dan pemberdayaan di wilayahnya. “Kami sangat mengapresiasi kehadiran adik-adik mahasiswa Unisba. Kami berharap program-program yang dijalankan bisa memberikan dampak nyata dan berkelanjutan, terutama dalam pengembangan UMKM dan Koperasi Merah Putih,” ujar Iwan.

Sementara itu, Eko Adi Susilo memberikan arahan penting agar mahasiswa menjalankan KKN dengan semangat pengabdian dan kolaborasi yang bertanggung jawab. “KKN bukan sekadar kewajiban akademik, tapi juga bentuk nyata kontribusi untuk masyarakat,” katanya. 

Arahan tersebut menjadi bekal bagi mahasiswa dalam menjalankan berbagai program kerja, mulai dari pendampingan UMKM, sosialisasi koperasi, hingga pendidikan anak usia dini dan pengajaran di Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ).

Pemberdayaan UMKM dan Formalisasi Usaha

NIB

Salah satu program yang menjadi fokus utama adalah pendampingan pelaku UMKM lokal, khususnya dalam pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB). Selama lima hari, mahasiswa KKN menerapkan pendekatan door to door untuk menjangkau 50 pelaku usaha yang tersebar di wilayah Kepanjenkidul. Pendekatan ini dianggap sangat efektif untuk mendekatkan layanan kepada masyarakat, sekaligus membangun komunikasi personal yang erat dengan para pelaku usaha.

Dalam rangka mendukung formalitas dan pengembangan UMKM di Kelurahan Kepanjenkidul, Creativani, koordinator KKN Kelompok 17, menjelaskan upaya yang dilakukan oleh timnya. 

“Kami berupaya menjangkau pelaku UMKM yang mungkin belum terdata agar mereka mendapatkan NIB secara resmi. Ini merupakan dukungan terhadap program Dinas Koperasi untuk mempermudah pelaku usaha beroperasi secara legal dan berkembang,” ujarnya. 

Seluruh proses pembuatan NIB dilakukan di rumah atau tempat usaha masing-masing, mulai dari sosialisasi hingga pengisian data dan pendaftaran melalui sistem Online Single Submission (OSS).

Lilik Purwanti, pemilik warung kelontong RT 01 RW 01, merasa sangat terbantu. “Terima kasih mahasiswa KKN Unisba Blitar. Saya baru tahu kalau usaha kecil seperti saya juga perlu NIB. Pendampingan ini sangat membantu saya sampai selesai prosesnya,” ujarnya penuh syukur. 

Demikian pula Ibu Katini, penjual rujak cingur, yang sebelumnya bingung dengan prosedur dan fungsi NIB.  Setelah didampingi oleh mahasiswa, ia kini memahami prosesnya dan merasa lebih tenang menjalankan usahanya dengan legalitas resmi.

“Dulu saya tidak mengerti bagaimana cara mengurus NIB dan apa manfaatnya, tapi sekarang semuanya jadi jelas. Saya merasa lebih percaya diri menjalankan usaha karena sudah resmi,” ungkap Ibu Katini dengan penuh rasa syukur.

Sinergi Sosial dan Kesehatan Lewat Family Gathering

Kolaborasi antara mahasiswa KKN dan warga tidak hanya di ranah ekonomi, tapi juga sosial. Pada 27 Juli 2025, mahasiswa bersama Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) RW 11 menggelar Family Gathering di Sirkuit Green Park, Bendogerit. 

Kegiatan ini menjadi ruang rekreasi sekaligus penguatan ikatan sosial antarwarga dan mahasiswa.

Ketua RW 11 menyatakan antusiasme atas kegiatan tersebut, yang menjadi pengganti Family Gathering yang sebelumnya direncanakan di Surabaya. 

“Kami sangat senang bisa bekerja sama dengan mahasiswa. Kegiatan ini tidak hanya menghibur, tetapi juga mempererat semangat gotong royong dan gaya hidup sehat,” ujarnya. Senam bersama, makan bersama, dan permainan keluarga menjadi bagian dari acara yang berlangsung hingga pagi hari.

Pemilihan Sirkuit Green Park sebagai lokasi yang strategis menambah nilai lebih kegiatan. Tempat ini tidak hanya ruang terbuka hijau yang nyaman, tetapi juga sarana mengenalkan potensi wisata Kota Blitar kepada masyarakat luas.

Berbagi Beras untuk Ketahanan Pangan

Berbagi beras

Dalam upaya mendukung ketahanan pangan masyarakat, mahasiswa KKN juga berperan aktif dalam pembagian bantuan beras dari Bulog pada 22 Juli 2025. Kegiatan ini berlangsung di Gedung Olahraga Kelurahan Kepanjenkidul dan melibatkan pendataan, pengaturan antrean, hingga distribusi beras sebanyak dua karung per penerima.

Baca Juga : Bedah Kurikulum PG-PAUD Unikama: Dari Malang Sentuh Isu Nasional Pendidikan Anak Usia Dini

Kehadiran mahasiswa KKN dalam kegiatan ini memperlihatkan sinergi kuat antara akademik, pemerintahan, dan masyarakat. Lurah Kepanjenkidul, Iwan Suharno, mengapresiasi keterlibatan mahasiswa yang tidak hanya menjalankan tugas akademik, tetapi juga menjadi garda terdepan pelayanan sosial.

“Kolaborasi ini menjadi bukti bahwa pembangunan tidak bisa berjalan sendiri. Kita perlu bersinergi untuk mencapai kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Aksi Bersih Sungai: Kolaborasi Nyata Menjaga Lingkungan

Bersih sungai

Selain kontribusi dalam bidang ketahanan pangan, mahasiswa KKN Unisba juga aktif berpartisipasi dalam menjaga kelestarian lingkungan. Pada Jumat, 1 Agustus 2025, Dinas Kesehatan Kota Blitar bersama Sekretariat Kelurahan dan mahasiswa KKN menggelar Aksi Bersih Sungai di aliran Sungai Sumber Wayuh, barat kantor kelurahan Kepanjenkidul.

Puluhan peserta dari berbagai unsur lintas sektor turun ke lapangan, termasuk petugas kesehatan lingkungan, staf kelurahan, Babinsa, Babinkamtibmas, PKK, serta 34 mahasiswa KKN yang tengah menjalankan program pengabdian masyarakat. 

Mereka bersama-sama membersihkan sampah plastik, rumput liar, dan endapan lumpur yang menyumbat aliran sungai sebagai wujud kepedulian dan memperingati HUT RI ke-80.

Lurah Kepanjenkidul, Iwan Suharno, S.Sos., memimpin kegiatan tersebut dan mengajak semua peserta untuk menjadikan aksi bersih ini sebagai bentuk nyata cinta lingkungan.

“Kegiatan ini bukan hanya tentang kebersihan, tapi juga memperkuat sinergi antara pemerintah, mahasiswa, dan masyarakat. Sungai yang bersih menjadi fondasi lingkungan sehat yang mendukung kesejahteraan bersama,” ujarnya.

Salah satu peserta mahasiswa, Briyan Arengga Putra, mengungkapkan pengalaman berharga selama kegiatan berlangsung. “Kami belajar langsung bagaimana kolaborasi di lapangan bisa memberikan dampak positif nyata. Harapan kami, kontribusi kecil ini dapat terus berlanjut dan bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.

Aksi Bersih Sungai ini menjadi bukti bahwa sinergi lintas elemen mampu membawa perubahan positif bagi lingkungan dan kesehatan warga.

Kolaborasi Nyata untuk Pembangunan Berkelanjutan

NIB

Dari berbagai program yang dijalankan terlihat jelas bagaimana kolaborasi antara mahasiswa pemerintah dan masyarakat menjadi fondasi utama keberhasilan pembangunan berkelanjutan di Kelurahan Kepanjenkidul.

Selain itu mahasiswa KKN juga berkontribusi dalam bidang pendidikan anak-anak usia dini di tingkat TK dan SD serta pengajaran berbasis nilai keislaman di Taman Pendidikan Al-Qur’an TPQ. Program ini menjadi bagian penting untuk menanamkan karakter dan nilai-nilai moral sejak dini sebagai fondasi generasi masa depan yang berakhlak dan produktif.

Kegiatan Kuliah Kerja Nyata Unisba di Kelurahan Kepanjenkidul menjadi contoh konkret bagaimana pendidikan tinggi dapat terintegrasi dalam pembangunan daerah secara menyeluruh. Dari penguatan ekonomi melalui pemberdayaan UMKM dan koperasi aktivitas sosial yang mempererat kebersamaan hingga dukungan pendidikan berbasis nilai nilai lokal dan agama program ini menghadirkan dampak positif yang nyata.

Menurut Lurah Iwan Suharno sinergi antara mahasiswa pemerintahan dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan pembangunan berkelanjutan. Kami berharap kerja sama seperti ini terus terjaga dan semakin diperluas agar dapat membawa perubahan positif yang terus berlanjut tutupnya.

Dengan semangat Tri Dharma Perguruan Tinggi pendidikan penelitian dan pengabdian masyarakat Unisba Blitar terus menunjukkan komitmennya sebagai bagian penting dari pembangunan bangsa membuktikan bahwa aksi nyata dari generasi muda dapat menggerakkan roda pembangunan di tingkat akar rumput.


Topik

Pendidikan, Unisba, unisba blitar, universitas balitar, KKN, mahasiswa unisba,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette