Dukung Ekonomi Lokal, Menko PM Bantu Usaha Purna-PMI dengan Peralatan Produksi
Reporter
Hendra Saputra
Editor
Yunan Helmy
09 - Aug - 2025, 01:41
JATIMTIMES - Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kemandirian mantan atau purna-pekerja migran Indonesia (PMI).
Dalam kunjungannya ke acara Global Talent Day di Singosari, Kabupaten Malang, Muhaimin menyerahkan bantuan alat produksi kepada sejumlah purna-PMI yang kini sukses mengembangkan usaha di tanah air.
Baca Juga : Rahasia Goa Lawa Trenggalek: Jejak Lomedjo dan Simfoni Ribuan Kelelawar
Bantuan pertama diberikan kepada Nani, pemilik usaha Kopi Bubuk Komset. Muhaimin menyerahkan satu unit mesin kopi untuk mendukung produksi kopi robusta murni dari lereng Gunung Kawi yang dipasarkan secara daring dan disuplai ke sejumlah kafe.
Selanjutnya, dukungan juga diberikan kepada Siti Maria Ulfah, pemilik Ufaira Farm, berupa oven khusus produksi telur asin. Siti diketahui memproduksi telur asin dari peternakan miliknya sendiri, yang kini telah memiliki pasar tetap.
Tidak hanya itu. Muhaimin juga memberikan bantuan cup sealer kepada Ibu Halfi, pemilik Toko Orsasa, yang memproduksi minuman berbahan kunyit hingga bunga telang. Menariknya, Halfi menggandeng purna-PMI sebagai karyawan dan mitra produksi dalam menjalankan usahanya.
“Saya berharap bantuan ini dapat mendorong semakin banyak purna-PMI berdaya dan mandiri setelah menyelesaikan masa kerja di luar negeri,” kata menko PM yang akrab disapa Cak Imin itu, Sabtu (9/8/2025).
Ia menegaskan pentingnya penerapan sistem perlindungan PMI yang terpadu. Sehingga para purna-PMI mampu bersaing di dunia usaha. “Purna-PMI yang berdaya akan tercipta melalui penerapan sistem pelindungan PMI yang terpadu,” tegas Cak Imin.
Dengan dukungan ini, diharapkan purna-PMI di Malang dan daerah lainnya dapat mengembangkan potensi usaha mereka, sekaligus berkontribusi pada perekonomian lokal.
Baca Juga : Api Cepat Membesar, Tempat Produksi Kerupuk di Besuki Ludes Terbakar
Di sisi lain, Cak Imin mengatakan Malang saat ini menjadi pusat global talent karena dinilai memiliki basis pekerja migran terbesar di Indonesia. “Karena Malang menjadi salah satu basis pekerja migran yang besar, kita sebagai pemerintah harus mengambil langkah penting,” ujar Cak Imin.
Untuk mendukung PMI agar tidak salah memilih, Kemenko PM membuat sejumlah layanan. Di antaranya pemberian informasi akurat hingga pelatihan bagi para calon pekerja migran.
“Kita akan kerja sama dengan lintas kementerian dan non-goverment agar rakyat tidak salah pilih,” ungkapnya.
