Bupati Ipuk Fiestiandani Gelorakan Semangat Kemerdekaan Dalam Pelaksanaan Program Bunga Desa di Kecamatan Glenmore Banyuwangi
Reporter
Nurhadi Joyo
Editor
A Yahya
07 - Aug - 2025, 05:14
JATIMTIMES - Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani kembali melaksanakan program Bupati Ngantor di Desa (Bunga Desa). Kali ini, bersama beberapa pejabat Pemkab Banyuwangi berkantor di 3 (tiga) desa yang ada di Kecamatan Glenmore Banyuwangi, yaitu; Desa Tulungrejo, Desa Sepanjang dan Desa Tegalharjo, pada Kamis (7/8/2025).
Dalam kesempatan itu, Bupati Ipuk menggelorakan semangat kemerdekaan di sekolah-sekolah, antara lain; di SDN 2 Tulungrejo, Bupati Ipuk ikut lomba Agustusan bersama anak-anak. Mereka tampak antusias mengikuti beragam lomba olahraga tradisional, seperti; balap terompah, egrang bambu, dan memasukkan bendera ke dalam botol.
Baca Juga : Kota Batu Butuh 14 Titik Dapur Gizi untuk Dukung Program Makan Bergizi Gratis
“Ini bagian menyemarakkan Hari Kemerdekaan, dan menggelorakan semangat nasionalisme. Lomba-lomba tradisional ala Agustusan penting untuk membangun karakter anak-anak,” ujar Ipuk.
Bupati Ipuk berpesan agar peringatan kemerdekaan tidak hanya dirayakan dengan suka cita, tetapi juga menjadi momentum untuk menanamkan semangat belajar dan cinta tanah air.
“Kita ingin anak-anak punya semangat belajar, semangat berprestasi, dan semangat menggapai cita-cita. Saya minta kepada bapak ibu guru, anak-anak terus didampingi, dijaga, dan diberi pendidikan yang layak,” tambah Bupati kelahiran Magelang tersebut.
Selain mengikuti berbagai macam lomba, dalam kesempatan tersebut para peserta didik juga mendapatkan layanan kesehatan gratis, antara lain; periksa tinggi badan, berat badan, tekanan darah, status gizinya, pemeriksaan gigi dan skrining merokok.
“Kita lakukan skrining lengkap. Hasilnya sebagian besar sehat, meski ada beberapa yang gizinya masih kurang. Gizi kurang belum tentu stunting. Tindak lanjutnya kita dampingi dengan penyuluhan,” kata salah seorang Bidan Puskesmas Tulungrejo Christiana, yang bertugas memeriksa siswa.
Baca Juga : Jejak Shodanco Muradi di Kampung Jepang: Mahasiswa KKN Unisba Blitar Bangun Destinasi Edukasi Sejarah
Selain layanan kesehatan, siswa juga diberikan wawasan kebangsaan dan edukasi kesiapsiagaan bencana. Petugas dari Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Banyuwangi mengajarkan teknik memadamkan api dengan menggunakan alat sederhana, sekaligus mengenalkan fungsi peralatan pemadam kebakaran.
Selain itu, Perpustakaan Keliling milik Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Banyuwangi turut hadir dalam kegiatan tersebut. Anak-anak diajak membaca buku dan difasilitasi untuk mendaftar sebagai anggota perpustakaan daerah.
