APDESI Penajam Paser Utara Studi Tiru di Desa Tulungrejo Kota Batu: Contoh Ketahanan Pangan hingga Pengelolaan Wisata

Reporter

Prasetyo Lanang

Editor

Dede Nana

06 - Aug - 2025, 07:14

Studi Tiru mengenai peningkatan kapasitas integrasi program ketahanan pangan desa melalui sinergitas kemitraan Bumdes dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) ratusan perwakilan Pemdes Penajam Paser Utara di Desa Tulungrejo Kecamatan Bumiaji Kota Batu.(Foto: Prasetyo Lanang/JatimTIMES)


JATIMTIMES - Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu kedatangan tamu istimewa ratusan petinggi desa dari tanah Kalimatan, Rabu (6/8/2025). Yakni ratusan anggota Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) yang diboyong bersama Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten PPU.

Mereka datang untuk studi tiru mengenai peningkatan kapasitas integrasi program ketahanan pangan desa melalui sinergitas kemitraan Bumdesa dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Dari Kepala Desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Ketua Koperasi, dan ketua Bumdes diikutsertakan.

Baca Juga : Petani di Malang Terima Bantuan Alat Pertanian hingga Bibit dari Polri

Berkolaborasi dengan Pemkot Batu, Pemdes dari PPU diberikan materi dari Pemdes Tulungrejo, juga dinas terkait di Kota Batu. Di antaranya praktik baik Pengelolaan Dana Desa dalam program Ketahanan Pangan, kegiatan pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan program ketahanan pangan, hingga kolaborasi peran BUM Desa dan Kopdes dalam pengembangan ekonomi desa khususnya program ketahanan pangan. Mereka juga diajak langsung melihat pengelolaan Bumdesa di sektor agrowisata petik apel.

....

Ketua APDESI Penajam Paser Utara Kasiyono menyampaikan, Kabupaten Penajam Paser Utara saat ini tengah berusaha mengembangkan wisata di desa desa. Sebab, sebagai daerah yang berdekatan dengan Pusat Ibu Kota Nusantara, desa-desa ditekankan bisa menangkap peluang. Namun juga tidak tertinggal untuk program krusial ketahanan pangan.

"Jarak wilayah desa-desa kami hanya Kilometer dari IKN, ada potensi yang kami kembangkan, dalam mendukung desa wisata dan ke arah ketahanan pangan sesuai asta cita presiden," ujar Kasiyono.

Dikatakan, Studi tiru dengan misi peningkatan kapasitas dilakukan di Kota Batu untuk melihat dan mengambil inspirasi pengembangan desa melalui berbagai hal yang bisa diadopsi.

"Contoh pertama memang jarang tempat hiburan di sana hanya istana dan sekitarnya. Peluang itu kami ambil untuk pengembangan wisata Penajam Paser Utara. Lalu banyak kebutuhan pangan meningkat juga peluang kami meningkatkan lagi produktivitas lahan pangan," tambahnya.

Dirinya mengaku saat ini kebutuhan pangan di Kalimantan Timur sementara masih bergantung pada pulau lain. Secara perlahan melalui desa-desa Kabupaten Penajam diharapkan mulai menjadi desa yang maju di bidang pangan.

Pria kelahiran Blitar itu menuturkan, banyak hal baik yang bisa diaplikasikan di Penajam Paser Utara setelah materi dan kunjungan di Tulungrejo. Di antaranya sinergitas koperasi dengan lembaga Bumdes bisa menjadi pelopor mengembangkan desa yang berketahanan pangan.

"Leadership dari Kepala Desa Tulungrejo sangat luar biasa. Dengan studi tiru di sini diharapkan peserta bisa menerima dan mendapatkan ilmunya. Menjadikan desanya lebih maju dengan PADes banyak dan berkembang. Kalau kopdes memang masih menunggu regulasi untuk perencana tahun depan. Topik utamanya mengkolaborasikan Bumdes dan Kopdes," jelasnya.

..

Mendampingi para Pemdes, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Penajam Paser Utara Tita Deritayati mengatakan, bahwa peningkatan kapasitas khususnya ketua Bumdes dan Kopdes sangat dibutuhkan. Desa Tulungrejo dicontoh karena dianggap salah satu desa yang memang maju wisatanya dan keuangan desanya, hingga ketahanan pangan.

Baca Juga : Atasi Hama Burung Pipit, Petani Padi di Kota Malang Andalkan Jaring

"Mereka bisa lihat terkait juga terkait pengelolaan ketahanan pangan. Mengingat ada regulasi dana desa minimal 20 persen untuk ketahanan pangan. Harapannya seperti apa yang didapat di sini diaplikasikan sesuai potensi yang ada di Penajam," ucap Tita.

Ketua Yayasan Aulia Hutama Humairoh Yuli Antoni menyebut, peningkatan kapasitas dengan isu strategis ketahan pangan diikuti peserta dari Penajam Paser Utara sebanyaj 194 orang. Dari segi perencanaan keuangan dan pengelolaan terencana dan terstruktur diharapkan bisa terlaksana di masing-masing desanya sesuai regulasi.

...

Yayasan Aulia Hutama Humairoh dalam hal ini menjadi fasilitator lembaga untuk agenda studi titu. Ia menekankan agar peserta bisa benar-benar menyerap dan menerapkan apa yang didapat di Desa Tulungrejo. Studi Tiru juga diketahui berlanjut di salah satu desa di Kabupaten Malang.

"Harapan kami peserta mamahami perencanaan pengelolaan anggaran desa, pengelolaan ketahanan pangan. Pemerintah desa dan BPD mampu memahami merencanakan unit usaha yang dikelola melalui optimalisasi dana desa yang ada," katanya.

Pihak lembaga yayasan, kata dia, berusaha memberikan fasilitas dan advokasi. Praktik baik penggunaan dana desa untuk ketahanan pangan integrasi kolaborasi antar lembaga menjadi materi penting yang harus dipahami peserta.

"Di Penajam Paser Utara ada 30 desa, saat ini absen hanya dua desa. Kami dengan semua pihak dalam hal ini DPMD yang menjadi mitra kami serta seluruh pemangku kebijakan berharap pengelolaan desa bisa terus berkembang," tutupnya.


Topik

Advertorial, desa tulungrejo, kota batu, apdesi penajam paser utara, studi tiru, ketahanan pangan, wisata,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette