Atasi Hama Burung Pipit, Petani Padi di Kota Malang Andalkan Jaring

Reporter

Irsya Richa

Editor

Yunan Helmy

06 - Aug - 2025, 06:34

Suman saat memasang jaring di area persawahan di kawasan Kelurahan Pandanwangi, Kecamatan Blimbing, Kota Malang. (Foto: Irsya Richa/JatimTIMES)


JATIMTIMES - Kota Malang punya lahan seluas 788 hektare yang saat ini ditanami padi. Untuk bisa mendapatkan hasil maksimal di tengah hama burung pipit, para petani mengandalkan penutup jaring.

Seperti halnya yang dilakukan oleh petani yang menutup lahan padi menggunakan jaring di kawasan Kelurahan Pandanwangi, Kecamatan Blimbing, Kota Malang. Lahan yang ditanami padi itu punya luas 7 ribu meter persegi.

Baca Juga : Arya Blitar: Raja Tandingan Kartasura yang Gugur di Lumajang

Dengan luasan lahan tersebut, seorang petani bernama Suman (45) butuh waktu sehari untuk memasang jaring tersebut. Jaring itu dipasang saat padi mulai berbunga.

“Pemasangan jaring padi itu di usia tanaman 75 hari atau mula berbunga supaya burung pipit ini tidak memakan bunga yang akan menjadi calon padi,” ungkap Suman, Rabu (6/8/2025).

Terlihat saat Suman memasang jaring tersebut, segerombol burung pipit terbang di atas tanaman padi. Saat jaring sudah dipasang, burung-burung tersebut tidak bisa memakan bunga padi. Sebab, jaring ini berfungsi sebagai penghalang fisik agar burung tidak bisa mencapai bulir padi dan memakannya.  

Jaring terbukti lebih efektif dibandingkan dengan metode tradisional seperti orang-orangan sawah dalam mengusir burung.

Selain itu jaring burung juga merupakan solusi yang relatif terjangkau. Dengan upaya ini efektif untuk menghindari hama burung hingga masa panen 115 hari.

“Tapi jaring yang dipakai pilih ukuran lubang jaring yang tepat. Ukuran lubang jaring harus cukup kecil untuk mencegah burung masuk, tetapi juga cukup besar agar tidak menghalangi pertumbuhan tanaman,” tegas Suman.

Baca Juga : Gandeng Santri, Polresta Malang Kota Tanam Jagung, Optimalisasi Lahan di Ponpes

Terpisah Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang Slamet Husnan menjelaskan dari luasan 788 hektare sawah yang aktif ditanami padi, produksi tahunan mencapai 15 ribu ton dalam kurun waktu satu tahun.

“Total luasan sawah di Kota Malang itu 985 hektare. Yang aktif ditanami padi sekitar 788 hektare. Sisanya ditanami tanaman pangan, holtikultura,” kata Slamet.


Topik

Peristiwa, Petani padi, pertanian padi, Kota Malang, jaring, hama burung pipit,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette