Banjir dan Jalan Rusak Segera Tertangani, Ini Strategi Cerdas Pemkot Malang di 2025
Reporter
Hendra Saputra
Editor
Sri Kurnia Mahiruni
03 - Aug - 2025, 08:59
JATIMTIMES - Pemerintah Kota Malang tancap gas mempercepat proyek perbaikan jalan dan drainase tahun 2025. Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang mencatat sekitar 90 persen proyek infrastruktur jalan dan saluran air sudah berjalan sejak awal tahun ini.
Kepala DPUPRPKP Kota Malang, Dandung Djulharjanto, menyebutkan bahwa hampir seluruh kecamatan di Kota Malang mendapat perhatian serius. Fokus utama pengerjaan tahun ini meliputi peningkatan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan serta sistem drainase yang lebih baik.
Baca Juga : Simpang Siur Kestrukturan Pragaan Fair 2025, Panitia Sebut Pihak Kecamatan Bungkam
“Hampir semua kegiatan jalan dan drainase sudah kami mulai. Kegiatan sudah dikontrak dan progresnya signifikan,” ujar Dandung kepada JatimTIMES, Selasa (29/7/2025).
Dalam pembahasan APBD Perubahan 2025, DPUPRPKP telah mengusulkan tambahan dana sebesar Rp 2,5 miliar untuk menangani kerusakan insidentil seperti jalan berlubang dan rusak ringan. Bila disetujui, dana itu akan dimanfaatkan untuk memperbaiki hingga 20 ruas jalan baru yang belum sempat ditangani tahun ini.
Namun, Dandung menjelaskan bahwa dana pusat untuk rehabilitasi jalan saat ini sudah dipangkas, sehingga Pemkot hanya mengandalkan APBD murni. “Kami bekerja dengan sumber daya yang ada, jadi perlu skala prioritas,” tambahnya.
Salah satu proyek prioritas adalah perbaikan Jalan Gatot Subroto, sepanjang 2 kilometer, yang dikerjakan bersama Pemprov Jatim. Jalan ini sering mengalami kerusakan akibat lalu lintas kendaraan berat. Untuk mengatasi masalah itu, digunakan teknologi daur ulang aspal (recycling) yang dinilai lebih efisien dan ramah lingkungan.
Selain itu, Pemkot juga tengah merancang pembangunan jalan tembus baru untuk menambah konektivitas antarwilayah dalam kota. Proyek ini ditargetkan menjadi solusi kemacetan dan pengembangan kawasan permukiman baru.
Baca Juga : Bupati Sanusi Apresiasi Sosialisasi Safety Riding 2025 yang Digelar HDCI Malang
Tak hanya soal jalan, sistem drainase juga mendapat perhatian serius. Tahun 2024 ini, DPUPRPKP akan menggarap 86 titik drainase baru, yang diprioritaskan berdasarkan laporan warga, hasil Musrenbang, dan pokok pikiran (pokir) DPRD Kota Malang.
Sebelumnya, per tahun 2023, sekitar 93 persen proyek drainase sudah rampung. Beberapa titik seperti Jalan Danau Toba, Sulawesi, Ki Ageng Gribig, dan bozem Tunggulwulung masih menunggu penyelesaian. Target utama adalah menciptakan kota yang lebih tangguh menghadapi musim hujan.
