Awal Tahun Ajaran Picu Inflasi, Tomat hingga Telur Ikut Naik Harga di Kota Malang

01 - Aug - 2025, 07:12

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat (kanan) bersama Kepala BPS Kota Malang Umar Sjafiudin usai rilis capaian inflasi di Juli 2025 (foto: Hendra Saputra/ JatimTIMES)


JATIMTIMES - Kota Malang mencatatkan inflasi sebesar 0,12 persen pada Juli 2025. Data ini dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang dan menunjukkan adanya tekanan harga yang cukup signifikan, terutama dari sektor pangan dan pendidikan.

Kepala BPS Kota Malang, Umar Sjaifudin, menjelaskan bahwa penyebab utama inflasi berasal dari lonjakan harga sejumlah bahan pangan yang cukup vital dalam kebutuhan harian masyarakat. Komoditas tomat tercatat mengalami lonjakan tertinggi dengan kenaikan harga mencapai 38,24 persen, memberikan andil inflasi sebesar 0,05 persen.

Baca Juga : Porprov 2025 Dongkrak Ekonomi Malang, TPK Hotel Tembus 60 Persen

Tak hanya tomat, bawang merah juga mengalami kenaikan harga sebesar 8,49 persen dan menyumbang inflasi sebesar 0,04 persen. Diikuti beras yang naik 0,89 persen dan telur ayam ras sebesar 2,58 persen, masing-masing memberikan kontribusi inflasi sebesar 0,04 persen dan 0,03 persen.

Sementara itu, cabai rawit tercatat naik 8,82 persen dan menyumbang inflasi sebesar 0,02 persen, serta buah anggur naik 11,83 persen dengan andil sebesar 0,01 persen.

Selain sektor pangan, inflasi juga dipicu oleh momen tahun ajaran baru yang menyebabkan lonjakan biaya pendidikan. Biaya pendidikan tingkat TK naik sebesar 6,56 persen, sedangkan jenjang SD meningkat 2,17 persen. Kenaikan ini memberikan andil masing-masing sebesar 0,03 persen terhadap inflasi bulanan.

Kategori pendidikan nonformal juga menyumbang inflasi. Biaya kursus bahasa asing meningkat hingga 9,72 persen, dan harga bahan bakar bensin naik 0,54 persen, turut mendorong inflasi sebesar 0,02 persen dan 0,03 persen.

Meski mengalami inflasi, posisi Kota Malang masih cukup terkendali dibanding wilayah lain. Inflasi Jawa Timur pada Juli 2025 tercatat sebesar 0,22 persen, sementara nasional mencapai 0,30 persen. 

“Kota Malang masih berada di bawah rata-rata provinsi dan nasional. Ini menunjukkan inflasi kita masih moderat,” terang Umar.

Dengan kondisi tersebut, pemerintah daerah diharapkan terus memperkuat pengawasan harga, terutama menjelang akhir tahun dan masa libur panjang yang rawan gejolak harga. Selain itu, kerja sama dengan distributor dan pengendalian distribusi pangan dinilai penting untuk menjaga daya beli masyarakat.

Baca Juga : Kejaksaan Bondowoso Kampanyekan Anti-Pungli di Dekat Sekolah, Tindak Lanjut Keluhan Wali Murid

Sementara itu, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menyambut positif tren peningkatan TPK hotel. Ia menyebut bahwa ini adalah bukti konkret kebangkitan sektor pariwisata sekaligus dampak langsung dari event besar seperti Porprov Jatim 2025.

“Kami bersyukur tingkat hunian kamar terus naik. Ini bukti nyata bahwa langkah Pemkot dalam memulihkan pariwisata berdampak langsung pada masyarakat,” ujar Wahyu.

Selain itu, ia menyebut momentum libur sekolah dan awal tahun ajaran baru juga ikut mendongkrak sektor ekonomi, termasuk konsumsi rumah tangga dan belanja pendidikan.

Wahyu menambahkan bahwa pihaknya terus mendorong pertumbuhan pariwisata dengan menghadirkan event-event tematik dan revitalisasi destinasi populer, seperti Kampung Warna-Warni, Kayutangan Heritage, dan Taman Indie. Ia juga mengapresiasi meningkatnya kunjungan wisatawan mancanegara ke Kota Malang.

“Alhamdulillah, wisatawan asing juga mulai terlihat di beberapa titik, termasuk kampung tematik. Ini menjadi harapan baru bagi pelaku ekonomi lokal,” pungkasnya.


Topik

Ekonomi, Inflasi, atasi inflasi, tahun ajaran baru, BPS Kota Malang, pemkot malang,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette