Malang BI Youth Tiful Festival 2025: 245 UMKM Unjuk Gigi, Generasi Muda Jadi Motor Inovasi
Reporter
Hendra Saputra
Editor
Dede Nana
30 - Jul - 2025, 06:06
JATIMTIMES - Semangat kolaborasi anak muda dan kebangkitan UMKM lokal menjadi pusat perhatian dalam Malang BI Youth Tiful Festival 2025, sebuah ajang pameran dan kreativitas yang digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Malang. Mengusung konsep fair, forum, fun, and competition, festival ini menggandeng UMKM dari tujuh kabupaten/kota di wilayah Malang Raya, Pasuruan, hingga Probolinggo.
Kepala KPwBI Malang, Febrina, menegaskan bahwa tahun ini festival tampil lebih inklusif. Yakni dengan menggandeng generasi muda sebagai agen perubahan. “Kami ingin membangun branding ‘Malang Beautiful’ dengan semangat kreatif generasi muda. Melalui festival ini, mereka didorong untuk mencintai dan bangga menggunakan produk Indonesia,” ungkapnya saat pembukaan, Rabu (30/7/2025).
Baca Juga : Semester Pertama 2025, Bank Jatim Bukukan Laba Rp 703 Miliar
Acara ini bukan sekadar ajang pameran. Melalui kolaborasi dengan seluruh Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) di wilayah cakupan BI Malang, berbagai produk kriya, fashion, makanan olahan, dan produk ramah lingkungan ditampilkan dengan nuansa budaya lokal dan desain kekinian.
Selain itu, BI Malang juga mempercepat digitalisasi UMKM dengan mendorong integrasi ke platform Kreatif Indonesia dan perluasan penggunaan QRIS untuk transaksi non-tunai.
“Ini bagian dari strategi mendorong transaksi digital dan perluasan pasar UMKM,” jelas Febrina.
Di sisi lain, Deputi Kepala KPwBI Provinsi Jawa Timur, M Nur Nugroho, menyebut kegiatan ini sebagai bentuk konkret penguatan ekonomi daerah. Salah satunya melalui pemberdayaan UMKM.
“Ada 245 UMKM binaan yang terlibat. Ini bagian dari strategi pengendalian inflasi, penguatan kelembagaan, dan pertumbuhan ekonomi berbasis komunitas,” jelas Nur.

Menurutnya, festival ini juga memperkuat ekonomi syariah dengan menghadirkan produk halal, modest fashion, hingga berbagai produk berwawasan lingkungan.
“Harapannya, event ini bukan hanya festival sesaat, tapi bisa menjadi ajang promosi berkelanjutan demi pertumbuhan ekonomi Jatim,” tambahnya.
Sementara itu, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, menyambut positif gelaran ini. Hal itu sebagai bentuk nyata komitmen Pemkot dalam memperkuat ekosistem UMKM.
Baca Juga : Ubaidillah DPRD Jatim Desak Pemerintah Tinjau Ulang Penutupan Total Jalur Gumitir
“Dari kebijakan, pembinaan, pembiayaan hingga digitalisasi, kami dukung penuh. Salah satunya lewat program Kamis Mbois yang mewajibkan ASN menggunakan produk UMKM lokal,” ujar Wahyu.
Wali Kota Malang yang akrab disapa 'Pak Mbois' ini juga menekankan pentingnya kolaborasi antardaerah sebagai kekuatan ekonomi baru. Ia berharap Malang bisa menjadi simpul strategis jejaring UMKM di kawasan selatan Jawa Timur.
“Ini bukan sekadar festival. Ini momentum besar untuk menumbuhkan perubahan dari potensi lokal,” pungkasnya.
