7.484 Pengendara Terjaring Operasi Patuh Semeru 2025 di Kota Batu, 1.818 Pelanggar Lalin Kena Tilang
Reporter
Prasetyo Lanang
Editor
Dede Nana
28 - Jul - 2025, 04:32
JATIMTIMES - Operasi Patuh Semeru 2025 di Kota Batu berakhir pada Minggu (27/72025) kemarin, sejak dimulai 14 Juli lalu. Hasilnya, ribuan pengendara yang melanggar ketentuan lalu lintas (Lalin) terjaring dan dikenakan tilang manual maupun elektronik.
Kasat Lantas Polres Batu AKP Kevin Ibrahim memaparkan, ditemukan paling banyak pelanggaran ketentuan keamanan yakni tidak mengenakan helm. Selain itu pelanggaran tidak menggunakan sabuk pengaman pada kendaraan roda empat keatas.
Baca Juga : Final Indonesia U-23 Vs Vietnam Pakai VAR, Ini Penjelasan Lengkapnya
"Pelanggar yang terjaring razia ini ada yang mendapat teguran dan ada yang kami beri sanksi berupa penilangan baik secara manual maupun melalui ETLE," ujarnya, Senin (28/7/2025).
Berdasarkan data Satlantas Polres Batu, 7.484 pengendara itu terdiri dari 5.666 pelanggaran yang mendapat teguran petugas polisi, 438 pelanggaran yang ditilang manual dan sisanya 1.380 tilang ETLE statis. Kevin mengatakan bahwa ribuan pengendara yang melanggar itu, terjaring saat petugas kepolisian melakukan razia dan ada yang tertangkap kamera ETLE statis.
Dikatakannya, Satlantas Polres Batu telah menargetkan 7 prioritas pelanggaran utama. Di antaranya menggunakan handphone atau ponsel saat berkendara, pengemudi kendaraan bermotor di bawah umur, boncengan lebih dari satu, tidak menggunakan helm untuk roda dua dan safety belt untuk roda empat.
Selain itu, sasaran pelanggaran prioritas lain adalah pengemudi kendaraan bermotor dalam pengaruh alkohol, melawan arus lalu lintas hingga ngebut saat berkendara.
Dirinya menerangkan, pelanggaran apapun tetap ditindak, baik dalam bentuk teguran atau tilang. Itu karena melakukan pelanggaran yang masuk dalam prioritas selama Ops Patuh Semeru.
Baca Juga : Cara Cek dan Daftar Bantuan PIP 2025 Lewat HP, Gampang Banget!
"Terbanyak tidak memakai helm untuk roda 2 dan tidak memakai safety belt untuk roda 4 yang paling banyak," kata dia.
Kevin menekankan, Operasi Patuh Semeru ini bertujuan untuk menciptakan kondisi keamanan, keselamatan, dan ketertiban lalu lintas. Melalui operasi ini ditekankan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk tertib berlalu lintas kedepannya.
"Diharapkan risiko kecelakaan bisa berkurang. Dengan berakhirnya Operasi Patuh Semeru ini diharapkan masyarakat bisa lebih patuh dan tertib berlalu lintas kedepannya," imbuhnya.
