Tangis Pilu Abu Bakar, Bermimpi Tentang Kiamat dan Melihat Rasulullah SAW Bersimpuh Mohon Ampunan 

28 - Jul - 2025, 09:28

Ilustrasi Abu Bakar Menangis (ist)


JATIMTIMES - Suatu malam yang sunyi berubah menjadi penuh haru ketika Khalifah Abu Bakar ash-Shiddiq RA menangis dalam tidurnya karena sebuah mimpi yang menggugah batin. Tangisnya begitu dalam hingga terdengar hingga ke luar rumah, membangunkan sahabat terdekatnya, Umar bin Khattab RA.

Mimpi itu bukan mimpi biasa. Dalam riwayat yang dikisahkan dalam Kitab An-Nawaadir karya Imam Al-Qalyubi, Abu Bakar RA menyaksikan peristiwa Hari Kiamat. Di dalam mimpinya, ia melihat barisan para nabi berdiri di atas mimbar-mimbar bercahaya, wajah mereka bersinar menanti sosok agung, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.

Baca Juga : BBM Langka di Jember Gara-Gara Jalur Gumitir Ditutup, Warga Antre hingga Pingsan

Dengan nada getir, Abu Bakar RA menceritakan kepada para sahabat yang telah dikumpulkan oleh Umar RA: “Aku bertanya kepada malaikat, siapakah mereka yang berdiri di atas mimbar cahaya itu? Malaikat menjawab, ‘Mereka adalah para nabi terdahulu yang sedang menunggu Nabi Muhammad SAW, sebab syafaat berada di tangan beliau’.”

Ketika Abu Bakar meminta untuk dibawa kepada Rasulullah SAW, ia menyaksikan pemandangan yang memilukan namun sekaligus menunjukkan keluhuran akhlak Nabi. Rasulullah sedang berada di depan Arsy, menengadahkan tangan ke arah pintu neraka agar tidak terbuka, sambil mengucap: “Ilaahiy ummatiy, ilaahiy ummatiy, ilaahiy ummatiy” “Ya Tuhanku, selamatkanlah umatku”.

Dalam doanya, Rasulullah SAW menyebutkan golongan-golongan yang taat: para ulama, orang saleh, jamaah haji dan umrah, hingga para mujahid. Lalu terdengar suara yang menyerunya agar menyebut pula mereka yang berdosa — para pezina, peminum khamar, pemakan riba, dan pelaku kezaliman lainnya.

Namun jawaban Nabi sangat menggugah hati: “Benar, di antara umatku ada yang seperti itu. Tapi mereka tidak menyekutukan-Mu, tidak menyembah selain-Mu, tidak menyebut Engkau memiliki anak, dan tidak menyimpang dari tauhid kepada-Mu. Maka terimalah syafaatku untuk mereka. Kasihanilah tangisanku untuk mereka. Jadikan kesedihanku ini sebagai kebahagiaan bagi mereka.”

Mendengar doa itu, Abu Bakar RA pun berkata lirih dalam mimpi, “Kasihanilah dirimu juga wahai Nabi,” tetapi Rasulullah menjawab penuh cinta, “Wahai Abu Bakar, aku bersimpuh di hadapan Tuhanku agar aku diizinkan memberikan syafaat bagi seluruh umatku.”

Baca Juga : 3 Alasan Mengapa Warga Malaysia Tuntut Anwar Ibrahim Mundur dari Jabatan Perdana Menteri

Belum sempat Nabi SAW menyelesaikan sabdanya, mimpi Abu Bakar terputus oleh ketukan pintu dari Umar bin Khattab. Namun, tiba-tiba dari dalam rumah terdengar suara menggema yang menggetarkan jiwa: “Tuhanku mengizinkan aku mensyafaati seluruh umatku, Tuhanku mengizinkan aku mensyafaati seluruh umatku, Tuhanku mengizinkan aku mensyafaati seluruh umatku wahai Aba Bakr.”

Mendengar kalimat itu, Abu Bakar dan Umar RA tak kuasa menahan rasa haru. Mereka pun berseru, “Alhamdulillah” penuh syukur dan kebahagiaan.


Topik

Agama, kisah syafaat nabi muhammad, tangisan abu bakar dalam mimpi, mimpi hari kiamat abu bakar, kasih sayang nabi kepada umatnya, syafaat nabi untuk pendosa,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette