Pemerintah Desa Tumpang Malang Gelar Bersih Desa: Wujud Rasa Syukur dan Hormat Leluhur

26 - Jul - 2025, 08:44

Kepala Desa Tumpang Widiarto (tengah) saat membuka kirab budaya bersih desa di Desa Tumpang, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, Sabtu (26/7/2025). (Foto: Tubagus Achmad/ JatimTIMES)


JATIMTIMES - Pemerintah Desa Tumpang berkolaborasi dengan Lembaga Adat Desa (LAD) Tumpang menggelar kegiatan rutin bersih desa yang disemarakkan dengan kirab budaya dan seni dengan mengusung tema "Reksa Jinalayapura" pada Sabtu (26/7/2025) sejak pagi hingga malam nanti. 

Kepala Desa Tumpang Widiarto menyampaikan bahwa kegiatan Bersih Desa Tumpang 2025 ini, pihaknya didukung penuh oleh LAD Tumpang. Widiarto menyebut, tujuan digelarnya kegiatan bersih desa ini yakni sebagai wujud rasa syukur dan hormat kepada para leluhur, khususnya di wilayah Desa Tumpang, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang. 

Baca Juga : Merti Bumi Tulungrejo, Warga Njenang Bareng Hasilkan 4 Ton

"Kalau saya pribadi, bersih desa ini adalah momentum untuk mengingat leluhur dan kedua adalah mendoakan desa serta seluruh masyarakatnya. Itu saja menurut saya kalau untuk kegiatan bersih desa," ungkap Widiarto kepada JatimTIMES.com, Sabtu (26/7/2025). 

kontingen kirab budaya Desa Tumpang

Pihaknya menyebut, kegiatan bersih desa ini merupakan acara rutin yang digelar setiap dua tahun sekali. Di mana hal itu telah dilaksanakan oleh jajaran Pemerintah Desa Tumpang terdahulu dan terus dilanjutkan oleh setiap jajaran Pemerintah Desa Tumpang yang baru. 

"Kebetulan kami mewarisi program dari pemerintahan sebelumnya, yakni kegiatan bersih desa dilaksanakan setiap dua tahun sekali, setiap tahun juga ada tapi tidak se euforia ini. Paling hanya kegiatan-kegiatan seperti pengajian lah yang utama," ujar Widiarto. 

Menurut Widiarto, kirab budaya dan kesenian dalam rangka bersih desa diikuti oleh 16 RW di enam dusun di Desa Tumpang yang berlangsung mulai pukul 13.00 sampai 17.30 WIB. Di mana masing-masing RW atau gabungan RW menampilkan kirab budaya dan kesenian sesuai dengan tema yang telah ditentukan. 

"Alhamdulillaah, semenjak ada Lembaga Adat Desa ini ya baru kali ini bertemakan yang runtut dari seluruh wilayah. Jadi teman-teman di kepanitiaan itu menentukan tema untuk masing-masing wilayah. Di Desa Tumpang kan ada enam dusun. Kalau dulu bebas, untuk tahun ini, alhamdulilah masyarakat juga bisa menerima ketika panitia itu menentukan temanya," jelas Widiarto. 

kontingen kirab budaya Desa Tumpang

Kirab budaya yang diberangkatkan dari pertigaan Taman Makam Pahlawan (TMP) Tumpang hingga depan Kantor Kecamatan Tumpang ini dimulai dari kontingen LAD Tumpang. Kemudian dilanjutkan dengan kontingen RW 02 yang mengusung tema pahlawan timur yakni Partayadnya/Pandawa Main Dadu dan pahlawan barat yakni Ari Dharma/Angling Dharma. 

Selanjutnya disusul oleh kontingen RW 03 yang mengusung tema Kerajaan Singosari (Wisnuwardhana dan Jayawardhani). Lalu dilanjutkan oleh kontingen Tumpang 2 yang mengusung tema Kerajaan Majapahit (Hayam Wuruk dan Sri Sudewi). Kemudian disusul oleh kontingen Dusun Ronggowuni yang mengusung tema Kerajaan Singosari (Ken Arok dan Ken Dedes). 

Lalu diurutan selanjutnya ada kontingen RW 10 yang mengusung tema Kerajaan Singosari (Raja Kertanegara dan Sri Brajadewi). Kemudian disusul oleh kontingen RW 09 yang mengusung tema Kerajaan Majapahit (Wikramawardhana dan Kusumawardhani). Selanjutnya kontingen Dusun Ledoksari mengusung tema Kerajaan Singosari (Raja Anusapati). 

Baca Juga : Bersih Desa Tumpang Malang Usung Tema Reksa Jinalayapura, Ini Maknanya

Setelah itu dilanjutkan dengan penampilan kontingen RW 01 yang mengusung tema Kerajaan Majapahit (Raden Wijaya dan Gayatri). Lalu dilanjutkan kontingen Tumpang 1 yang mengusung tema Kunjara Karna. Terakhir ada penampilan kontingen RW 08 yang mengusung tema Kerajaan Majapahit (Raja Jayanegara dan Tribuana Tunggadewi). 

kontingen kirab budaya Desa Tumpang

Lebih lanjut, setelah kirab budaya dilanjutkan dengan kirab kesenian bantengan dan kuda lumping. Di mana untuk kirab kesenian bantengan dan kuda lumping akan berlangsung sekitar pukul 19.00 WIB atau setelah waktu Salat Isya' dengan menghadirkan banyak peserta dan penonton. 

"Alasan pemilihan kesenian bantengan kita ingin mengakomodir seni budaya yang ada di Desa Tumpang. Bukan kesenian bantengan saja, tetapi juga ada kesenian kuda lumping. Jadi kami hanya mengakomodir. Untuk rutenya kirab kesenian sama dengan rute kirab budaya," jelas Widiarto. 

Lebih lanjut, melalui kegiatan bersih desa ini, pihaknya berharap agar masyarakat dapat selalu mendapatkan keberkahan dan ridho dari Allah Subhanahuwata'ala. 

"Harapannya mudah-mudahan dengan ridho Allah Subhanahuwata'ala, masyarakat Desa Tumpang gemah ripah loh jinawi, toto tentrem, kerto raharjo. Jadi harapannya masyarakatnya damai, rukun, sejahtera, serta di sisi ekonomi juga tercover dan meningkat," pungkas Widiarto. 


Topik

Hiburan, Seni dan Budaya, Bersih Desa, Tumpang, Kabupaten Malang, Desa Tumpang,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette