Padahal Jadi Favorit Warga RI, Konsumsi Karbohidrat Berlebihan Bisa Picu Penyakit Serius

Reporter

Mutmainah J

Editor

Yunan Helmy

26 - Jul - 2025, 07:42

Ilustrasi makanan mengandung karbohidrat. (Foto: Pixabay)


JATIMTIMES - Nasi putih, mi instan, gorengan, hingga aneka camilan manis memang menjadi makanan favorit sebagian besar masyarakat Indonesia. Sayangnya, terlalu sering mengonsumsi makanan kaya karbohidrat itu, terutama karbohidrat olahan, justru bisa berdampak buruk bagi kesehatan tubuh. 

Tak hanya menyebabkan kenaikan berat badan, kelebihan karbohidrat juga bisa memicu masalah kulit seperti jerawat hingga gangguan pencernaan.

Baca Juga : Entaskan Kemiskinan, Untari DPRD Jatim Dorong Kolaborasi Pemprov dan Pemda Kabupaten/Kota

 

Yuk, kenali lebih dalam bahaya kelebihan karbohidrat agar kita bisa lebih bijak dalam memilih menu makanan sehari-hari!

Jenis-Jenis Karbohidrat: Mana Yang Harus Dipilih?

Karbohidrat dibagi menjadi dua jenis utama:

Karbohidrat sederhana: Mudah dan cepat dicerna tubuh, namun dapat menyebabkan lonjakan gula darah. Contohnya: nasi putih, roti putih, gula, keripik, dan kue manis.

Karbohidrat kompleks: Dicerna lebih lambat dan memberikan energi yang stabil. Contohnya: gandum utuh, ubi, sayuran, buah, dan kacang-kacangan.

Menurut rekomendasi Pedoman Diet Amerika Serikat 2020–2025, idealnya konsumsi karbohidrat menyumbang 45–65% dari total kalori harian .

Untuk mendukung kesehatan jangka panjang, karbohidrat kompleks jelas lebih direkomendasikan.

Berapa Batas Konsumsi Karbohidrat Harian?

Berdasarkan Pedoman Diet Amerika Serikat 2020-2025, asupan karbohidrat idealnya berkisar antara 45–65% dari total kalori harian.

Jika seseorang mengonsumsi 2.000 kalori per hari, maka kebutuhan karbohidrat yang dianjurkan adalah sekitar 225–325 gram. Melebihi batas tersebut secara terus-menerus dapat memicu berbagai masalah kesehatan.

Dampak Buruk Kelebihan Karbohidrat yang Perlu Diwaspadai

1. Berat Badan Cepat Naik

Kelebihan konsumsi karbohidrat, terutama dari makanan rendah serat dan tinggi gula, mendorong tubuh menyimpan kalori berlebih dalam bentuk lemak. Akibatnya, berat badan pun melonjak. Sebuah studi menyebutkan bahwa tambahan 100 gram karbohidrat olahan per hari bisa menaikkan berat badan hingga 1,5 kg dalam 4 tahun.

2. Gula Darah Tidak Stabil

Karbohidrat diubah menjadi glukosa saat dicerna. Jika jumlahnya berlebihan, kadar gula darah melonjak drastis. Dalam jangka panjang, kondisi ini meningkatkan risiko resistensi insulin dan penyakit diabetes tipe 2.

Baca Juga : Urgensi Pembangunan Infrastruktur Penyangga Menuju Banyuwangi di Tengah Tutupnya Gumitir dan Lumpuhnya Baluran

 

3. Gangguan Pencernaan

Karbohidrat olahan seperti nasi putih dan roti tawar rendah serat, sehingga memperlambat kerja usus. Hal ini dapat menyebabkan sembelit, kembung, dan rasa tidak nyaman pada perut. Mengganti dengan makanan kaya serat atau fermentasi seperti tempe dan yogurt bisa membantu memperbaiki pencernaan.

4. Gigi Mudah Rusak

Karbohidrat yang menempel di mulut akan terurai menjadi gula, yang menjadi makanan utama bakteri penghasil asam penyebab kerusakan enamel gigi. Jika dibiarkan, bisa menimbulkan karies atau gigi berlubang. Menyikat gigi setelah makan sangat dianjurkan.

5. Jerawat dan Masalah Kulit

Menurut Tim Ciputra Hospital, kelebihan gula darah akibat konsumsi karbohidrat olahan dapat memicu insulin tinggi. Insulin ini meningkatkan produksi minyak kulit, memperbesar risiko jerawat .

Sementara itu, MomsMoney.id turut menyampaikan bahwa studi menemukan korelasi antara konsumsi karbohidrat olahan tinggi dengan jerawat parah pada orang muda (18–25 tahun) .

Lebih lanjut menurut Hello Sehat, makanan berindeks glikemik tinggi seperti nasi putih, roti, dan gula bisa memicu insulin yang meningkatkan sebum dan memicu peradangan kulit .

Kesimpulan: Batasi Karbohidrat, Jaga Kesehatan Tubuh dan Kulit

Meski karbohidrat merupakan sumber energi utama bagi tubuh, penting untuk membatasi asupan harian dan memilih jenis yang tepat. Karbohidrat kompleks adalah pilihan lebih sehat yang bisa mendukung pencernaan, menjaga berat badan, dan melindungi kulit dari penuaan dini.

Jadi, jangan hanya pilih makanan berdasarkan rasa, tapi juga perhatikan dampaknya bagi tubuh ya!


Topik

Kesehatan, ,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette