Bangkai Paus Sepanjang 20 Meter Ditemukan di Perairan Sletreng Situbondo

25 - Jul - 2025, 06:12

Tangkapan layar video kiriman nelayan saat menemukan bangkai ikan paus di perairan sletreng Situbondo, Jumat (24/07/2025). (Foto: Kirman nelayan sletreng for JATIMTIMES)


JATIMTIMES - Warga pesisir Desa Sletreng, Kecamatan Kapongan, Situbondo, digegerkan oleh temuan bangkai paus raksasa yang terdampar di perairan setempat pada Jumat pagi (24/07/2025). Penemuan ini pertama kali dilaporkan oleh Riko Aldianto (31), seorang nelayan sekaligus pemancing asal desa tersebut.

Menurut penuturan Riko, ia bersama dua rekannya berangkat melaut sekitar pukul 05.00 WIB menggunakan perahu kecil untuk memancing seperti biasanya. Namun, dalam perjalanan sekitar enam kilometer dari bibir pantai, mereka menemukan sosok besar mengambang di permukaan laut.

Baca Juga : THL Perkebunan Kini Lebih Terlindungi, BPJS Ketenagakerjaan Banyuwangi Gencarkan Sosialisasi

"Tadi pagi mau berangkat mancing, saya melihat bangkai paus yang sudah busuk. Panjangnya lebih dari 20 meter, warnanya hitam," ungkap Riko kepada awak media.

Awalnya, bangkai paus tersebut mengambang cukup jauh dari daratan, namun karena terbawa arus laut dan angin kencang, posisi bangkai itu kini hanya berjarak sekitar 200 meter dari garis pantai Sletreng. Keberadaan paus mati itu pun sontak menarik perhatian warga.

"Tadi pagi saat saya temukan, masih jauh dari pantai. Sekitar 6 kilometer. Karena terbawa arus, sekarang semakin dekat," tambah Riko.

Pantauan di lokasi oleh tim RRI menunjukkan, bangkai mamalia laut tersebut kini menjadi tontonan warga sekitar. Puluhan warga tampak berkumpul di tepi pantai untuk melihat langsung paus raksasa yang sudah membusuk tersebut.

Bangkai paus itu mengeluarkan bau menyengat yang cukup tajam. Selain itu, tampak bagian kepala paus sudah memutih, dan sebagian besar kulitnya terlihat mengelupas, tanda bahwa kematian paus ini sudah terjadi beberapa hari sebelumnya.

Baca Juga : Mahasiswi Humaniora UIN Maliki Malang Harumkan Nama Bangsa di Malaysia Lewat Misi Budaya Nusantara

Belum diketahui secara pasti penyebab kematian paus tersebut. Beberapa warga menduga paus itu mati akibat terdampar, sementara yang lain menduga adanya penyakit atau benturan dengan kapal besar.

Hingga berita ini ditulis, belum tampak kehadiran pihak terkait seperti Dinas Kelautan atau Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) di lokasi. Sementara itu, warga berharap pemerintah segera mengambil tindakan agar bangkai tersebut tidak mencemari lingkungan pesisir.

Kejadian ini bukan kali pertama bangkai paus ditemukan di perairan utara Situbondo. Beberapa tahun lalu, kasus serupa juga pernah terjadi dan menjadi perhatian nasional. Para nelayan berharap pihak berwenang dapat menangani dengan cepat dan bijak sebelum bangkai semakin membusuk dan menimbulkan dampak kesehatan atau pencemaran laut.


Topik

Peristiwa, Paus Terdampar, paus, paus raksasa, Desa Sletreng, Kecamatan Kapongan, Situbondo, ,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette