BPJS Ketenagakerjaan Banyuwangi Perkuat Layanan dan Perlindungan Lewat Diseminasi Digital
Reporter
Aunur Rofiq
Editor
Sri Kurnia Mahiruni
24 - Jul - 2025, 08:22
JATIMTIMES - Di tengah dinamika ketenagakerjaan yang terus berkembang, BPJS Ketenagakerjaan Banyuwangi menunjukkan komitmennya dalam memperkuat perlindungan bagi para pekerja. Melalui pendekatan digital, lembaga ini menggelar Diseminasi Mekanisme Pengajuan Klaim dan Program Manfaat Layanan Tambahan secara daring kepada 237 Pemberi Kerja Bukan Penyelenggara Negara (PKBU) di Kabupaten Banyuwangi.
Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas sosialisasi. Bagi BPJS Ketenagakerjaan, diseminasi merupakan bagian dari ikhtiar membangun kesadaran kolektif bahwa perlindungan sosial ketenagakerjaan adalah hak sekaligus kebutuhan dasar para pekerja. Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Banyuwangi, Ocky Olivia, menyebut kegiatan ini sebagai "pengingat aktif" bagi perusahaan agar lebih memahami prosedur klaim ketika risiko kerja terjadi.
Baca Juga : Cegah Perundungan, Polresta Malang Kota Ajak Guru dan Kepsek Nobar Film Cyberbullying
“Ini juga salah satu cara kami memberikan pelayanan yang ekselen kepada masyarakat pekerja,” ujarnya. Ia menambahkan, kepercayaan pekerja dan para pemangku kepentingan tidak datang begitu saja, melainkan dibangun melalui komunikasi yang terbuka dan pelayanan yang terus ditingkatkan.
Dalam forum yang berlangsung secara daring tersebut, BPJS Ketenagakerjaan menjelaskan mekanisme teknis pengajuan klaim, termasuk proses penanganan risiko dan koordinasi antar pihak. Penekanan diberikan pada pentingnya komunikasi aktif antara BPJS Ketenagakerjaan dan perusahaan peserta agar setiap proses klaim berjalan optimal dan tanpa kendala.

Ocky tidak menampik bahwa dalam praktiknya, pelayanan BPJS Ketenagakerjaan masih menghadapi berbagai tantangan. Namun, ia menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen melakukan pembenahan berkelanjutan. Menurutnya, kekurangan yang ada harus dijawab dengan perbaikan sistem dan sinergi bersama. “Kami menyadari masih banyak keterbatasan. Karena itu, kami terus berupaya meningkatkan komunikasi agar layanan manfaat lebih optimal,” katanya.
Lebih jauh, diseminasi juga menjadi wadah untuk memperkenalkan Manfaat Layanan Tambahan (MLT)—sebuah program pendukung yang dirancang untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja, seperti bantuan pembiayaan rumah, pelatihan keterampilan, hingga program kredit produktif. Ocky menyampaikan bahwa program ini merupakan bentuk nyata keberpihakan pemerintah terhadap kesejahteraan pekerja dan keluarganya.
“Pemerintah ingin melindungi pekerja dan menyejahterakan seluruh pekerja serta keluarganya melalui BPJS Ketenagakerjaan,” ungkapnya. Untuk itu, perluasan pemahaman mengenai manfaat tambahan menjadi penting agar tidak hanya manfaat dasar jaminan sosial yang dirasakan pekerja.
Baca Juga : 20 Team 128 Pembalap Akan Berebut Menjadi Terbaik Dalam Tour de Banyuwangi Ijen 2025
BPJS Ketenagakerjaan Banyuwangi, imbuh Ocky, tidak berjalan sendiri. Upaya perlindungan jangka panjang melalui Universal Coverage Jamsostek (UCJ) terus dikembangkan lewat kolaborasi lintas sektor. Pendekatan ini diyakini mampu memperluas cakupan kepesertaan dan memperkuat sistem perlindungan sosial ketenagakerjaan yang berkeadilan.
Dengan semangat pelayanan publik yang inklusif, BPJS Ketenagakerjaan Banyuwangi menggarisbawahi satu hal: perlindungan bukan hanya tentang klaim, tetapi tentang kepastian hidup yang lebih layak bagi setiap pekerja.
