Ponorogo Luncurkan 307 Koperasi Merah Putih, Dapat Hadiah Rp 2 Miliar dari Pemprov Jatim

Reporter

Karinaya Azzahra

Editor

A Yahya

21 - Jul - 2025, 07:40

Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko beserta Jajaran Pemerintah Kabupaten Ponorogo menghadiri launching Koperasi Merah Putih oleh Presiden Prabowo secara virtual, Senin (21/07/2025) . (Foto:@instagram/ponorogokab)


JATIMTIMES - Sebanyak 307 Koperasi Merah Putih (KMP) di seluruh desa dan kelurahan di Kabupaten Ponorogo resmi beroperasi mulai Senin (21/07/2025). Peluncuran serentak ini dilakukan secara virtual oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, sebagai bagian dari program nasional pemberdayaan ekonomi berbasis desa.

Sekretaris Daerah (Sekda) Ponorogo, Agus Pramono, menyampaikan pentingnya keberadaan KMP sebagai motor penggerak ekonomi desa. Namun, ia mengingatkan agar operasional KMP tidak saling tumpang tindih dengan lembaga ekonomi desa yang sudah ada, seperti BUMDes.

Baca Juga : Hindari Beras Oplosan, Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Malang Imbau Masyarakat Beli Beras Lokal

"Harapannya bisa segera bisa bekerja, tapi sekali lagi, bekerjanya koperasi merah putih ini jangan sampai berbenturan dengan BUMDes, dan lain sebagainya. Harus benar-benar dirumuskan, yang penting bagaimana koperasi merah putih ini bermanfaat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujarnya.

Apresiasi atas Respons Cepat, Ponorogo Diganjar Rp 2 Miliar dari Pemprov Jatim

Kecepatan respons Pemerintah Kabupaten Ponorogo terhadap instruksi Presiden dalam pembentukan KMP menuai hasil positif. Kabupaten ini menjadi yang tercepat kedua di Jawa Timur dalam membentuk dan memfasilitasi koperasi tersebut. Atas capaian ini, Pemkab Ponorogo mendapatkan apresiasi dalam bentuk bantuan keuangan sebesar Rp 2 miliar dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. "Ini bentuk kepedulian kita dalam mempercepat program nasional. Makanya kita dapat apresiasi Rp2 Miliar dari Gubernur Jatim" ungkap Sekda Agus.

Perencanaan Matang dan Pengawasan Ketat Menjadi Kunci

Sekda juga menekankan bahwa agar KMP tidak ‘stuck’ alias berjalan di tempat ,oleh karenanya diperlukan perencanaan usaha yang matang, adanya pengelolaan manajemen yang profesional, serta pengawasan yang ketat. dalam hal ini, Pemerintah Kabupaten Ponorogo berkomitmen penuh mulai dari sisi dukungan regulasi dan pembiayaan sebagaimana telah dialokasikan melalui APBD. dalam hal ini, Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, juga dikabarkan mendukung penuh program ini sebagai langkah strategis mendorong kemandirian ekonomi desa. "Harus matang di perencanaan, di aplikasi dan kontrolnya. Ini yang kita perketat terus," jelasnya.

Baca Juga : Bukan Sekadar MoU: Unisma Tawarkan Riset dan RPL untuk Perubahan Nyata di Kota Batu

Sebagai informasi, Koperasi Merah Putih merupakan inisiatif nasional untuk menciptakan lembaga ekonomi desa yang mandiri, inklusif, dan berkelanjutan, yang diharapkan menjadi pilar baru dalam pembangunan desa berbasis partisipasi masyarakat. Oleh karenanya, dengan adanya sinergi yang tepat antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga desa, KMP diharapkan mampu menjadi solusi konkret bagi permasalahan ekonomi desa, mulai dari pemasaran hasil pertanian, pengelolaan UMKM, hingga akses keuangan yang lebih inklusif.


Topik

Ekonomi, koperasi merah putih, kabupaten ponorogo, agus pramono, prabowo subianto,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette