Polres Malang Beri Edukasi Tertib Lalu Lintas ke Sekolah, Antisipasi Pelajar Rentan Kecelakaan
Reporter
Ashaq Lupito
Editor
Yunan Helmy
19 - Jul - 2025, 07:32
JATIMTIMES - Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Malang mengintensifkan penyuluhan ke sejumlah sekolah dalam rangka Operasi Patuh Semeru 2025. Sabtu (19/7/2025), agenda penyuluhan menyasar para siswa di SMKN 2 Singosari dan SMKN 1 Kepanjen.
Kasatlantas Polres Malang AKP Muhammad Alif Chelvin Arliska mengatakan, pada serangkaian kegiatan penyuluhan tersebut, juga turut dilangsungkan pembinaan secara langsung terkait pentingnya keselamatan berlalu lintas sejak usia muda. Sebab, kalangan pelajar masuk pada kelompok rentan mengalami kecelakaan.
Baca Juga : DPRD Jatim Godok Regulasi Perlindungan Nelayan dan Petambak Garam
"Pelajar merupakan kelompok rentan yang mulai aktif berkendara. Sehingga melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan pentingnya keselamatan sejak dini,” ungkap Alif.
Dalam kegiatan penyuluhan tersebut, para siswa dibekali pemahaman mengenai etika berkendara, potensi bahaya pelanggaran lalu lintas, hingga pentingnya menjadi pelopor keselamatan di lingkungan masing-masing.
"Kami menyasar generasi muda karena mereka adalah calon pengguna jalan yang sangat potensial. Edukasi sejak dini seperti ini penting untuk membangun budaya tertib berlalu lintas secara berkelanjutan,” ujarnya.
Penyuluhan ke sejumlah sekolah tersebut merupakan bagian dari pendekatan preemtif dan preventif pada pelaksanaan Operasi Patuh Semeru 2025. "Dalam operasi ini, kami tidak hanya menindak pelanggar, tetapi juga menanamkan kesadaran melalui kegiatan-kegiatan edukatif," tuturnya.
Alif menambahkan, kegiatan yang berlangsung interaktif tersebut juga diselingi dengan sesi tanya jawab, pemutaran video edukasi, hingga pembagian brosur keselamatan. Pada sesi tanya jawab tersebut, sejumlah siswa turut mengajukan pertanyaan seputar aturan berkendara. Termasuk mekanisme penindakan pelanggaran melalui electronic traffic law rnforcement (ETLE) atau teknologi tilang elektronik.
"Kami sampaikan tentang bagaimana mekanisme ETLE, tujuannya agar mereka paham bahwa pelanggaran sekecil apa pun bisa terekam. Sehingga diharapkan bisa menjadi efek jera sekaligus kontrol sosial,” tuturnya.
Tidak hanya sesi tanya jawab. Simulasi situasi berkendara di jalan raya juga menjadi salah satu momen yang paling diminati para pelajar. Pada simulasi tersebut, para siswa juga mendapatkan pembinaan terkait pentingnya menaati aturan berlalu lintas hingga pemahaman akan risiko kecelakaan akibat pelanggaran di jalan.
"Melalui langkah masif seperti ini, kami berharap generasi muda bisa tumbuh sebagai pelopor keselamatan berlalu lintas di lingkungannya masing-masing," ujarnya.
Baca Juga : Lakukan Berbagai Upaya, Dinsos-P3AP2KB Kota Malang Komitmen Jamin Pemenuhan Hak-Hak Dasar Anak
Selain para siswa, pihak sekolah juga turut mengapresiasi kehadiran polisi lalu lintas di lingkungan pendidikan. Pihak sekolah berharap, kegiatan penyuluhan dapat dilakukan secara berkala. Sehingga para siswa semakin sadar akan pentingnya menaati peraturan demi keselamatan bersama.
"Kami ingin anak-anak muda ini jadi pelopor keselamatan, karena tertib berlalu lintas adalah cerminan masyarakat yang sadar hukum,” pungkas Alif.
Operasi Patuh Semeru 2025 digelar serentak di seluruh Jawa Timur dan berlangsung selama dua pekan. Yakni mulai 14 Juli hingga 27 Juli 2025.
Tujuan utama Operasi Patuh Semeru 2025 ialah menekan angka pelanggaran serta kecelakaan lalu lintas. Pada pelaksanaannya, operasi ini mengombinasikan pendekatan edukatif meliputi preemtif dan preventif, serta penegakan hukum melalui sistem ETLE statis dan mobile.
Sedangkan salah satu kegiatan edukatif tersebut ialah dengan melakukan penyuluhan ke sekolah-sekolah. "Melalui edukasi yang menyasar kalangan pelajar, kami berharap budaya tertib berlalu lintas bisa tumbuh dari ruang-ruang pendidikan dan menyebar ke masyarakat secara luas," pungkas Alif.
