Launching 21 Juli, Belum Semua Koperasi Merah Putih di Kota Batu Miliki Unit Usaha

Reporter

Prasetyo Lanang

Editor

Yunan Helmy

19 - Jul - 2025, 06:52

Unit usaha tanaman hias yang jadi salah satu percontohan Kopdes Merah Putih di Kota Batu yang dikunjungi pihak kementerian beberapa waktu lalu. (Foto: Prasetyo Lanang/JatimTIMES)


JATIMTIMES - Rencana peluncuran Koperasi Merah Putih di Kota Batu mundur dari jadwal. Program nasional itu baru diluncurkan serentak pada 21 Juli 2025. Pemkot Batu melalui Dinas Koperasi Usaha Mikro Perindustrian dan Perdagangan (Diskumperindag) memastikan kesiapan seluruhnya untuk pembentukan Koperasi Merah Putih.

Peluncuran tetap dilakukan meski belum keseluruhan desa dan kelurahan memiliki unit usaha. Kendati demikian, sebagian titik sudah bisa menjadi percontohan karena kemandirian unit usaha desanya.

Baca Juga : Kaesang Pangarep Kembali Terpilih Jadi Ketua Umum PSI 2025-2030

Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro Perindustrian dan Perdagangan (Diskumperindag) Kota Batu Aries Setiawan mengatakan jadwal peluncuran akan serentak bersama seluruh daerah di Indonesia.

"Disesuaikan hari kerja, karena besok (hari ini) itu weekend. Maka diganti pada hari efektif Senin nanti," ungkap, Jumat (18/7/2025).

Diketahui, peresmian Koperasi Merah Putih (KMP) semula bertepatan pada Hari Koperasi tanggal 12 Juli lalu. Kemudian diundur menjadi hari ini 19 Juli 2025. Namun, jadwalnya kini kembali diundur menjadi  21 Juli.

Aries berujar, peluncuran Koperasi Merah Putih akan dilakukan di Pengelola Pusat Layanan Usaha Terpadu- Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (PLUT-KUMKM). Peluncuran itu juga akan dihadiri oleh kepala daerah. Mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu itu mengatakan, jadwalnya menyesuaikan dengan instruksi pemerintah pusat. 

Kendati begitu, Aries menyebut 24 desa maupun kelurahan dipastikan sudah siap untuk ikut launching secara serentak. Ada beberapa desa/kelurahan yang akan menjadi percontohan, seperti di Kelurahan Dadaprejo, Kecamatan Junrejo hingga Desa Sumber Brantas, Kecamatan Bumiaji.

"Koperasi Merah Putih di Kora Batu, ada sebagian membentuk baru. Juga sebagian konversi dari koperasi yang sudah ada," bebernya.

Mengenai sejumlah titik belum memiliki unit usaha, Aries menyebut masih menunggu petunjuk pusat untuk mengisi. Sudah ada opsi untuk diarahkan ke sejumlah bidang usaha, namun tetap menyesuaikan potensi dan kesediaan SDM (sumber daya manusia).

Baca Juga : Belum Ada Regulasi Daerah Tentang Larangan Sound Horeg di Kota Batu

Lebih lanjut, Kepala Bidang Koperasi Diskumperindag Kota Batu Muhammad Ghufron Sholihin menambahkan,  launching akan dilakukan dengan beberapa prosesi. Antara lain penyerahan sertifikat penilaian kesehatan koperasi sekaligus sertifikat penghargaan kepada notaris pembuat akta koperasi (NPAK).

"Dalam launching nanti juga akan sekaligus di-launching Cooperative Smart Agriculture Ecosystem (COOSAE) oleh wali kota," ucap Ghufron.

Ghufron menyebut COOSAE berperan sebagai koperasi multipihak dalam proses beroperasinya Koperasi Merah Putih nanti atau sebagai induk koperasi yang menaungi seluruh Koperasi Merah Putih. Misalnya Koperasi Merah Putih Desa Sumber Brantas menghasilkan kentang dan wortel. Itu akan diserahkan kepada COOSAE untuk dipasarkan.

Dengan skema itu, pihaknya berharap Koperasi  Merah Putih bisa berjalan stabil karena COOSAE sudah memiliki pasar tersendiri. Bahkan, koperasi tersebut juga sudah menjalin beberapa perjanjian kerja sama untuk suplai ekspor.

Masing-masing Koperasi Merah Putih akan menerima akta pengesahan pendirian badan hukum koperasi. Dengan begitu, unit koperasi mereka secara legal bisa berjalan dengan bidang usaha yang disepakati sebelumnya. "Seiring berjalannya waktu, Koperasi Merah Putih akan bisa menjalankan unit usahanya mandiri," ucapnya.


Topik

Ekonomi, Koperasi Merah Putih, Kota Batu, launching Koperasi Merah Putih, Pemkot Batu,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette