Dari Kampus ke Dunia Nyata: STIE Malangkucecwara Siapkan Mental Tahan Banting Mahasiswa Hadapi Dunia Kerja 

Editor

Dede Nana

18 - Jul - 2025, 02:27

Yuliana Astike, S.E., praktisi keuangan dan akuntansi dari PT Amerta Indah Otsuka, memberikan paparan kepada para mahasiswa STIE Malangkucecwara (Anggara Sudiongko/MalangTimes)


JATIMTIMES - Dunia kerja tidak menjanjikan kenyamanan bagi mereka yang baru lulus kuliah. Justru, ia menuntut adaptasi, keberanian berubah, dan kemampuan belajar cepat di tengah realitas yang terus bergerak. Inilah pesan yang mengemuka dalam kegiatan pembekalan calon wisudawan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Malangkucecwara, Jumat, (18/7/2025).

Dengan mengusung tema “Adaptability and Growth: Bekal Utama Menghadapi Dunia Kerja yang Dinamis”, forum ini menjadi panggung terbuka bagi mahasiswa untuk memahami bahwa transisi dari bangku kuliah ke dunia profesional tak sekadar soal ijazah.

Baca Juga : Gelar Operasi Wira Waspada 2025, Imigrasi Kediri Tangkap 5 Warga Negara Asing

Dalam sesi pembekalan, Dr. Drs. Kadarusman, Ak., MM., CA., Wakil Ketua III STIE Malangkucecwara, menekankan bahwa gelar sarjana hanyalah langkah awal. Di luar kampus, yang dibutuhkan adalah kelincahan dalam beradaptasi dan keinginan untuk terus bertumbuh.

“Mahasiswa kami sudah memiliki hard skill dan soft skill. Tapi itu baru modal awal. Dunia kerja butuh orang yang bisa cepat menyesuaikan diri, yang siap tumbuh, dan punya growth mindset,” ujarnya.

Kadarusman juga menyinggung soal kehadiran teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) yang kini makin merasuk ke ruang-ruang kerja. Menurutnya, AI bukan lagi tren, melainkan kenyataan yang tak bisa dihindari.

“AI itu sekarang sudah ada di genggaman perusahaan. Tapi ia bukan pengganti manusia. Justru harus dimanfaatkan sebagai asisten, sebagai alat bantu. Kuncinya tetap ada pada manusianya mau belajar atau tidak,” tegasnya.

Pembekalan ini bukan sekadar formalitas sebelum wisuda. Sebaliknya, ini adalah syarat wajib untuk mahasiswa sebelum menghadapi ujian akhir, sekaligus menjadi pintu awal menuju dunia kerja yang penuh ketidakpastian, namun kaya peluang bagi yang siap berubah.

Cerita tentang dunia kerja juga datang dari luar kampus. Yuliana Astike, S.E., praktisi keuangan dan akuntansi dari PT Amerta Indah Otsuka, berbagi pengalaman dari sisi lapangan. Ia menekankan bahwa perubahan bukan sekadar isu teknologi, tapi soal cara berpikir.

“Perubahan itu nggak berhenti. Dunia kerja saat ini sudah masuk era AI, machine learning. Kalau kita tidak mau beradaptasi, ya pasti tertinggal,” ujar Yuliana.

Ia mengajak mahasiswa untuk mengubah pola pikir. Lulus kuliah bukan akhir dari belajar, justru sebaliknya, belajar yang sesungguhnya baru dimulai. Banyak hal dalam dunia kerja tidak diajarkan di ruang kuliah, dan itulah kenapa mentalitas “terus tumbuh” menjadi sangat penting.

“Jangan terjebak sama latar belakang pendidikan. Saya dari akuntansi, tapi di dunia kerja bisa saja saya harus mengerjakan hal-hal di luar itu. Dunia kerja itu fleksibel, dan kita harus siap ke mana pun diarahkan, selama masih membawa nilai dari ilmu kita,” katanya.

Baca Juga : Langkah Kecil, Dampak Besar: Unisba Blitar Latih Ormas Desa Ngoran Kelola Proposal

Yuliana juga menyoroti bahwa banyak lulusan muda terlalu terpaku pada posisi atau tugas yang sesuai jurusan, tanpa memahami bahwa karier dibentuk lewat proses dan kesediaan untuk mencoba hal-hal baru, termasuk pekerjaan yang mungkin terasa asing atau di luar ekspektasi.

“Kita tidak bisa kaku. Justru di luar zona nyaman itu kesempatan bertumbuh muncul,” pungkasnya.

Kegiatan pembekalan ini menjadi bentuk keseriusan STIE Malangkucecwara dalam menjembatani teori dengan realita. Di tengah cepatnya perkembangan industri, kampus tak hanya bertugas mencetak sarjana, tapi juga membantu membangun karakter pekerja yang adaptif, fleksibel, dan siap hadapi dunia yang tak lagi statis.

Para mahasiswa yang mengikuti kegiatan ini bukan sekadar mendapat materi, tapi juga pengalaman dialog dengan para pelaku industri. Sebuah proses penting agar mereka bisa melangkah dari dunia akademik ke dunia profesional dengan bekal lebih dari sekadar nilai IPK.

 

 


Topik

Pendidikan, stie malamgkucecwara, dunia kerja, mahasiswa stie malangkucecwara,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette