Stafsus Menko PMK Imbau Masyarakat Saling Menghargai antar Umat Beragama
Reporter
Tubagus Achmad
Editor
Sri Kurnia Mahiruni
17 - Jul - 2025, 02:05
JATIMTIMES - Staf Khusus Bidang Kerukunan Beragama Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) RI Ulun Nuha mengimbau kepada seluruh masyarakat Indonesia agar saling menghargai di tengah keberagaman agama.
Pihaknya mengaku prihatin jika melihat atau mengetahui masih adanya sikap-sikap intoleransi antar umat beragama. Salah satunya yang baru saja terjadi pada Sabtu (28/6/2025) di Kampung Tangkil, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi. Di sebuah rumah di kampung tersebut tengah dilakukan retreat pelajar Kristen yang kemudian digeruduk oleh beberapa warga dan terjadi perusakan rumah. Selain itu juga terjadi pencopotan salib dari rumah tersebut.
"Kita prihatin dan kita terus mengajak masyarakat tanpa henti-hentinya, kita hidup di sebuah negara yang majemuk dan ini sudah menjadi kesepakatan para pendiri bangsa kita. Kita tidak bisa merawat keharmonisan tanpa saling menghargai," ungkap Ulun kepada JatimTIMES.com.
Menurut Ulun, sebenarnya isu-isu yang berkaitan dengan toleransi beragama di Indonesia setiap waktu semakin membaik dan masyarakat di Indonesia juga semakin dewasa dalam memandang perbedaan antara umat beragama.
"Sebenarnya terakhir isu-isu tentang toleransi itu semakin membaik ya dibandingkan beberapa waktu yang lalu dan masyarakat semakin dewasa. Bahwa ada insiden-insiden semacam itu, tentu itu sangat kita sesalkan dan ke depan kita harapkan tidak terjadi lagi," kata Ulun.
Pihaknya menyebutkan, beberapa penyebab mendasar yang harus dibenahi yakni mengenai peningkatan pemahaman tentang pentingnya menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi dalam konteks keberagaman agama. Selaijnitu faktor-faktor sosial hingga ekonomi terkadang juga menjadi penyebab terjadinya peristiwa-peristiwa intoleransi.
Baca Juga : Sekolah di Kabupaten Malang yang Akan Digabung Masih Terima Siswa
"Tapi yang paling penting, saya kira bagaimana kita mengajak dan pemerintah sangat kencang mengajak semua bangsa Indonesia untuk menjaga toleransi dan moderasi dalam beragama," ujar Ulun.
Lebih lanjut, menurut Ulun, semua pihak tidak dapat merawat keharmonisan tanpa adanya saling menghargai. "Kita tidak bisa merawat keharmonisan tanpa saling menghargai. Itu yang paling penting, saling menghargai dan menghargai itu di awali dengan understanding atau saling memahami," pungkas Ulun.
