Komisi E DPRD Jatim Pastikan Kawal Sekolah Rakyat: Jangan Ada Penyimpangan
Reporter
Muhammad Choirul Anwar
Editor
Yunan Helmy
15 - Jul - 2025, 07:22
JATIMTIMES - Anggota Komisi E DPRD Provinsi Jawa Timur (Jatim) Hari Yulianto menaruh perhatian serius terhadap pelaksanaan program Sekolah Rakyat, khususnya yang ada di Jatim. Legislatif Jatim mendukung program dimulai Senin (14/7/2025) kemarin.
Dukungan tersebut salah satunya akan diwujudkan melalui pengawasan, meski Sekokah Rakyat (SR) merupakan program pemerintah pusat. "Kami akan mengawal penuh pelaksanaannya dan jangan sampai ada penyimpangan,” tegas Hari Yulianto, Selasa (15/7/2025).
Baca Juga : Pemkab Tulungagung Soft Launching Koperasi Merah Putih
Ia berharap program nasional ini benar-benar dimaksimalkan bagi masyarakat tidak mampu. Ia menjelaskan, siswa SR dipilih sesuai Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang telah terintegrasi dengan Data Pokok Pendidikan (Dapodik).
“Fokus utama dari sekolah rakyat kelompok paling miskin dalam DTSEN, terutama yang putus sekolah dan tidak tercatat dalam Dapodik,” jelas pria yang akrab dipanggil Hari Keceng ini.
Lebih lanjut, legislator Fraksi PDIP ini menekankan, Sekolah Rakyat juga harus mampu menampung anak-anak yang hidup di jalanan sebab, merekalah yang selama ini jarang tersentuh pendidikan.
“Harus benar-benar yang belum tersentuh pendidikan formal. Ini perlu dicermati semuanya. Jangan sampai asal-asalan dalam pelaksanaannya,” ungkap legislator Dapil Jatim 2 Sidoarjo ini.
Karena itu, ia menekankan pentingnya pengawasan berkala dalam pelaksanaan sekolah rakyat agar berjalan sesuai visi dan misi Presiden Prabowo. Pendidikan yang diberikan, lanjutnya, harus mampu membentuk karakter dan membekali siswa dengan wawasan serta keterampilan yang relevan dengan tantangan masa depan.
“Pastikan program ini dijalankan sesuai amanah. Semua pihak, baik pusat maupun daerah, harus terlibat dan berkomitmen untuk menyukseskan sekolah takyat. Ini adalah investasi masa depan bangsa,” ujar pria yang juga Plt Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sidoarjo ini.
Baca Juga : Tidur Nyenyak meski Bediding Begini Cara Membuat Rumah Tetap Hangat
Sebagai informasi, sebanyak 12 Sekolah Rakyat tahap 1A di Jatim beroperasi serentak Senin (14/7/2025), dengan total 1.183 siswa terdaftar. Sekolah Rakyat tersebut melibatkan 12 kepala sekolah, 175 guru, dan 137 tenaga kependidikan yang meliputi bagian tata usaha, bendahara, operator sekolah, wali asrama dan wali asuh.
Sementara itu, secara nasional tercatat ada 63 Sekolah Rakyat tahap 1A yang dimulai pada 14 Juli 2025. Dari jumlah tersebut, Jatim menjadi provinsi terbanyak yang sudah siap memulai program Sekolah Rakyat tahun ajaran 2025/2026.
Dimulainya Sekolah Rakyat tahap 1A akan segera disusul oleh Sekolah Rakyat tahap 1B, yang mencakup tujuh sekolah di berbagai kabupaten/kota, di antaranya Kabupaten Ponorogo, Jember, Bojonegoro, Tuban, Gresik, Pamekasan dan Kota Pasuruan. Pelaksanaan Sekolah Rakyat tahap 1B dijadwalkan pada akhir Juli 2025. Sehingga secara keseluruhan akan ada 19 Sekolah Rakyat yang mulai beroperasi pada tahun ini.
