Sopir Angkot Khawatirkan Kehadiran Trans Jatim di Kota Batu, Begini Alasannya

Reporter

Prasetyo Lanang

Editor

A Yahya

07 - Jul - 2025, 07:21

Sopir angkot mengkhawatirkan rencana beroperasinya Trans Jatim di Kota Batu karena takut bersaing mendapatkan penumpang.(Foto Ilustrasi: Prasetyo Lanang/JatimTIMES)


JATIMTIMES - Operasional Bus Trans Jatim segera merambah wilayah koridor Malang Raya bulan Oktober 2025 mendatang. Namun, rencana itu dikeluhkan para sopir angkutan kota (Angkot) di Kota Batu. Kekhawatiran mereka muncul jika angkot harus bersaing dengan Trans Jatim dalam hal mendapatkan penumpang.

Hal tersebut salah satunya disampaikan Koordinator Apel Gratis Jalur Batu-Songgoriti David Ramadhan. Ia mengkhawatirkan dengan wacana beroperasinya bus Trans Jatim, penumpang angkot akan semakin sepi. "Terlebih tidak hanya satu halte saja yang dipakai, melainkan ada beberapa titik," jelas David saat dikonfirmasi, belum lama ini.

Baca Juga : Memprihatinkan, Wawali Armuji Terus Terima Laporan Penipuan Jual Beli Rumah di Surabaya

David menyebut, pemilihan halte yang menjadi pemberhentian Trans Jatim kerap dilewati angkot. Hal itu dianggap berdampak dengan masyarakat akan memilih untuk menggunakan Trans Jatim untuk bepergian. Para sopir mengira jika angkutan tersebut hanya mengintegrasikan antarkota. Namun, pada kenyataannya akan menaikkan dan menurunkan penumpang di beberapa halte. "Dinas Perhubungan (Dishub) memang sempat bilang jika angkot akan dijadikan feeder, namun itu juga tidak menjamin," imbuhnya.

Sebagai informasi, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur bakal menyediakan tiga koridor Trans Jatim di Malang Raya. Tahun ini ditarget terealisasi satu koridor. Yakni menghubungkan Terminal Batu - Terminal Landungsari - Terminal Hamid Rusdi. 

Bus Trans Jatim diperkirakan akan melewati dua kecamatan. Yakni Kecamatan Junrejo dan Kecamatan Kota Batu. Dari rute itu, akan disediakan tiga titik halte. Yakni di Desa Pendem, depan Jawa Timur Park 3, dan depan SMP Negeri 3 Batu.

David menilai jika masyarakat yang hendak naik trans Jatim akan lebih memilih untuk diantar keluarga ke halte daripada menggunakan feeder. David mengasumsikan ongkos menaiki bus trans Jatim sebesar Rp 5 ribu. Jika mengakses feeder, penumpang akan membayar lagi sebesar Rp 5 ribu untuk sampai ke halte. "Tentu itu juga tidak efektif. Penumpang akan keluar ongkos yang lebih besar," tambahnya.

Baca Juga : Setujui RPJMD, Fraksi Nasdem DPRD Jatim Soroti Tingginya Angka Buta Huruf 

Dirinya berharap Pemerintah Kota (Pemkot) Batu dapat memberikan langkah strategis. Khususnya untuk tidak berdampak pada perekonomian para sopir. "Karena rata-rata sopir mengandalkan angkot sebagai sumber penghasilan satu-satunya," imbuhnya.


Topik

Transportasi, angkot kota batu, bus trans jatim, trans jatim, david ramadhan,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette