Polres Malang Siagakan Personel Antisipasi Bencana Susulan Longsor Jalur Malang-Lumajang
Reporter
Ashaq Lupito
Editor
Nurlayla Ratri
30 - Jun - 2025, 02:06
JATIMTIMES - Polres Malang menyiagakan sejumlah personel guna mengantisipasi bencana susulan di wilayah Malang Selatan, Senin (30/6/2025). Langkah tersebut turut diambil kepolisian Polres Malang pasca jalur Malang-Lumajang lumpuh total akibat tertimbun longsor pada Sabtu (28/6/2025).
Sebelumnya dilaporkan, tebing setinggi kurang lebih 20 meter dengan lebar 15 meter ambles dan menimbun badan jalan provinsi di Desa Tamanasri. Tepatnya 100 meter sebelah barat Kalimanjing, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang, Sabtu (28/6/2025).
Baca Juga : Enam Rumah Terbakar di Situbondo, Wakil Bupati Tinjau Lokasi dan Janji Bantu Pemulihan
Akibatnya, tanah longsor di wilayah Kecamatan Ampelgading tersebut sempat menutup jalur utama. Yakni yang menghubungkan Kabupaten Malang dan Lumajang.
Kasihumas Polres Malang AKP Bambang Subinajar mengkonfirmasi, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka pada peristiwa longsor tersebut. Meski demikian, akses kendaraan sempat terputus dan menyebabkan kepadatan kendaraan dari dua arah akibat material longsor menimbun badan jalan.
"Akibat peristiwa longsor, arus lalu lintas di jalur vital tersebut lumpuh total selama beberapa jam," ujar Bambang dalam keterangannya yang dimuat JatimTIMES, Senin (30/6/2025).
Sementara itu, Polsek Ampelgading bersama instansi terkait yang menerima laporan saat itu langsung diterjunkan ke lokasi untuk penanganan awal. "Polres Malang telah menurunkan personel ke lokasi kejadian untuk melakukan pengaturan arus lalu lintas," ujarnya.
Diakui Bambang, Polres Malang juga telah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga Provinsi Jawa Timur, hingga relawan untuk penanganan darurat di lokasi kejadian.
"Evakuasi longsor turut dilakukan menggunakan alat berat untuk membersihkan material yang menutupi badan jalan. Petugas juga memberlakukan sistem buka-tutup dan pengalihan arus sementara bagi kendaraan kecil," bebernya.
Bambang menyebut, berdasarkan hasil koordinasi dengan instansi terkait termasuk BPBD Kabupaten Malang, longsor diduga dipicu karena hujan deras yang mengguyur wilayah Ampelgading. Cuaca ekstrem tersebut terjadi selama dua hari terakhir sehingga diduga menjadi pemicu terjadinya longsor pada Sabtu (28/6/2025)
"Saat ini jalur Malang-Lumajang sudah kembali dibuka dan arus lalu lintas dua arah kembali normal," imbuhnya.
Baca Juga : Tutup Bimtek, Wali Kota Malang Minta Relawan Mbois Kawal Koperasi hingga Tuntas
Bambang menyebut, kembali normalnya akses jalan yang sempat terputus total tersebut berkat adanya kerja sama lintas sektoral. Di mana, upaya penanggulangan bencana saat itu juga turut melibatkan personel gabungan dari Polsek dan Koramil Ampelgading, BPBD Kabupaten Malang, relawan, hingga warga sekitar.
Meski akses lalu lintas saat ini terpantau normal, namun sejumlah personel Polres Malang tetap disiagakan guna mengantisipasi bencana susulan. Terlebih, sejak Sabtu (28/6/2025) terpantau terjadi hujan di sejumlah wilayah di Kabupaten Malang termasuk di Kecamatan Ampelgading.
"Kami mengimbau kepada pengguna jalan dan warga sekitar lereng untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana susulan. Kami juga tetap menyiagakan personel di lapangan untuk mengantisipasi perkembangan situasi,” pungkas Bambang.
Sebagaimana diberitakan, bencana tanah longsor dilaporkan terjadi pada Sabtu (28/6/2025) pagi. Dampaknya, akses lalu lintas pada jalur penghubung Malang-Lumajang dan sebaliknya terhambat akibat tertutup material longsor.
"Pada jalur penghubung Malang-Lumajang sempat diberlakukan sistem buka tutup menggunakan satu jalur saat proses pembersihan material longsor berlangsung," ujar Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan.
