Kemdiktisaintek Tanggapi Kebijakan AS yang Tangguhkan Penerbitan Visa Mahasiswa Asing
Reporter
Mutmainah J
Editor
Sri Kurnia Mahiruni
29 - May - 2025, 08:59
JATIMTIMES - Kementerian Pendidikan Tinggi Sains Teknologi (Kemdiktisaintek) menanggapi kebijakan baru Pemerintah Amerika Serikat yang menghentikan sementara proses penerbitan visa mahasiswa asing.
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi Sains Teknologi, Stella Christie, melalui unggahan resmi di akun Tiktok @Kemdiktisaintek mengimbau para calon mahasiswa maupun mahasiswa yang sedang berada di Amerika Serikat untuk tidak meninggalkan wilayah AS sementara waktu.
Baca Juga : Fakta-Fakta UTBK SNBT 2025: Skor, Daya Tampung, hingga Kampus Favorit
"Bagi adik-adik dan rekan-rekan yang saat ini sudah berada di Amerika Serikat dengan Visa F, M, atau J, kami merekomendasikan untuk tidak bepergian ke luar wilayah Amerika Serikat hingga ada kepastian lebih lanjut," ujar Stella, dikutip Kamis (29/5/2025).
Diketahui, Visa F adalah visa pelajar bagi mahasiswa perguruan tinggi terakreditasi, Visa M untuk program studi non-akademik atau pelatihan kejuruan, dan Visa J untuk program pertukaran pendidikan, budaya, atau profesional.
Lebih lanjut Stella menuturkan, pihaknya tengah berupaya untuk memastikan para mahasiswa yang telah menerima beasiswa dan Letter of Acceptance atau LoA tetap bisa melanjutkan studinya. Salah satunya masuk ke kampus di dalam negeri.
"Untuk adek-adek yang telah menerima letter of acceptance dan beasiswa dari Kemendiktisaintek kami sedang mengambil langkah-langkah strategis untuk pastikan kelanjutan studi kalian," kata Stella.
"Beberapa upaya antara lain menjajaki peluang studi di Perguruan Tinggi unggulan di negara-negara lain, serta membuka opsi di kampus-kampus terbaik dalam negeri," lanjutnya.
Stella menyebut, saat ini Menteri Diktisaintek Brian Yuliarto juga tengah berupaya agar studi mahasiswa tersebut tak terkendala.
"Menteri Diktisaintek Brian Yuliarto, terus bekerja keras dan bergerak cepat untuk mengutamakan kelanjutan studi kalian," imbuhnya.
Baca Juga : Jaga Transparansi Penyaluran Pupuk Bersubsidi, Selain Lewat CINTA, Pemkab Jember Wajibkan Kios Pajang Data
Diketahui, Pemerintah Amerika Serikat secara resmi menghentikan sementara seluruh penjadwalan wawancara visa mahasiswa asing di kedutaan dan konsulat AS di seluruh dunia. Langkah ini diambil AS seiring upaya ekspansi pemeriksaan dan penyaringan media sosial secara menyeluruh terhadap semua pemohon visa pelajar.
"Departemen Luar Negeri sedang melakukan peninjauan terhadap operasi dan proses penyaringan saat ini untuk visa pelajar dan pertukaran (F, M, J), dan berdasarkan peninjauan tersebut, berencana mengeluarkan panduan tentang perluasan pemeriksaan media sosial untuk semua pemohon visa tersebut," bunyi kabel diplomatik yang ditandatangani oleh Menteri Luar Negeri Marco Rubio.
Kebijakan tersebut menginstruksikan semua kedutaan dan konsulat AS agar, mulai saat ini, tidak menambahkan kapasitas wawancara visa pelajar dan pertukaran hingga adanya panduan lanjutan, serta membatalkan seluruh slot janji temu yang tersedia namun belum dipesan.
"Bagian konsuler tetap harus fokus pada prioritas utama, termasuk layanan untuk warga negara AS, visa imigran, dan pencegahan penipuan," ujar Marco Rubio.
