Pemerintah Tebar Stimulus Ekonomi, Pengusaha Jatim Ingin Investasi Tetap Digenjot
Reporter
Muhammad Choirul Anwar
Editor
A Yahya
27 - May - 2025, 07:02
JATIMTIMES - Pemerintah meluncurkan 6 paket insentif ekonomi yang akan berlaku mulai 5 Juni hingga 25 Juli 2025. Para pengusaha di Jawa Timur (Jatim) menyambut baik program tersebut, meski insentif tersebut dinilai hanya efektif untuk jangka pendek.
Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jatim Adik Dwi Putranto menilai, paket stimulus tersebut dapat membantu meningkatkan konsumsi rumah tangga. Terlebih, konsumsi rumah tangga menjadi kontributor terbesar dalam struktur Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.
Baca Juga : Menjelajah Desa Adat Ngadas, Wisata Alam dan Budaya di Lereng Bromo
Adik menyebut, konsumsi rumah tangga itu berkontribusi sekitar 55 persen dari PDB. Dari konsumsi rumah tangga itu, sekitar 51,58 persen dialokasikan untuk kebutuhan makanan, sedangkan 48,42 persen lainnya digunakan untuk belanja non-makanan.
Berdasar data Badan Pusat Statistik (BPS), untuk konsumsi non-makanan, paling banyak digunakan masyarakat untuk belanja kebutuhan transportasi dan komunikasi. ”Jadi memang, konsumsi rumah tangga ini memang menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi kita. Dengan adanya stimulus itu, diharapkan daya beli masyarakat bisa terdongkrak, terutama masyarakat berpenghasilan rendah,” ujar Adik, Selasa (27/5/2025).
Di sisi lain, ia mengingatkan bahwa stimulus semata tidak cukup untuk menggerakkan roda perekonomian secara menyeluruh. Adik mendorong pemerintah juga harus fokus pada upaya pemulihan ekonomi jangka panjang.
Salah satunya dengan mendorong investasi dari dalam dan luar negeri agar mampu menyerap tenaga kerja secara lebih luas. Apalagi, saat ini rentetan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sudah mulai melanda berbagai daerah di Indonesia, termasuk Jatim.
Kendati begitu, Adik mengapresiasi langkah-langkah pemerintah yang mulai mempercepat proses deregulasi dan kemudahan berusaha. Ia menegaskan, Kadin Jatim siap mendukung pemerintah dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif.
Kadin juga siap berkolaborasi menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten untuk mendukung industri masa depan. “Sinergi antara pemerintah dan dunia usaha selama ini sudah baik. Apalagi dengan arah kebijakan pemerintahan baru yang lebih pro-investasi, kami yakin pertumbuhan ekonomi Jatim dan nasional bisa terus digenjot,” tuturnya.
Baca Juga : Badai PHK Melanda Jatim, Sudah 8.000 Pekerja Kehilangan Pekerjaan Tahun Ini
Diketahui, pemerintah menyiapkan 6 paket stimulus berbasis konsumsi domestik. Paket tersebut fokus pada peningkatan aktivitas masyarakat di sektor transportasi, energi, hingga bantuan sosial, akan diluncurkan pada 5 Juni 2025 mendatang.
Stimulus pertama yakni berupa diskon transportasi yang mencakup diskon tiket kereta api, diskon tiket pesawat, serta diskon tarif angkutan laut selama masa libur sekolah. Kedua, Pemerintah akan memberikan potongan tarif tol dengan target sekitar 110 juta pengendara dan berlaku pada Juni-Juli 2025.
Ketiga, Pemerintah akan memberikan diskon tarif listrik sebesar 50 persen selama bulan Juni dan Juli 2025 yang ditargetkan bagi 79,3 juta rumah tangga dengan daya listrik sampai dengan 1.300 VA. Keempat, Pemerintah juga menambah alokasi bantuan sosial berupa kartu sembako dan bantuan pangan dengan target 18,3 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) untuk bulan Juni-Juli 2025.
Selanjutnya, stimulus kelima berupa BSU bagi pekerja dengan gaji di bawah Rp3,5 juta atau UMP, serta guru honorer. Stimulus keenam, Pemerintah memperpanjang program diskon iuran Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) bagi pekerja di sektor padat karya.
