Bupati Sanusi Ingin Kegiatan Keagamaan Bisa Menjadi Penggerak Transformasi Sosial di Kabupaten Malang
Reporter
Tubagus Achmad
Editor
Sri Kurnia Mahiruni
25 - May - 2025, 09:05
JATIMTIMES - Bupati Malang HM. Sanusi menginginkan kegiatan keagamaan di Kabupaten Malang dapat menjadi penggerak transformasi sosial, ekonomi dan budaya di tengah-tengah masyarakat yang berasal dari berbagai latar belakang agama berbeda-beda.
Hal itu disampaikan Sanusi saat menghadiri kegiatan tahlil kubro dalam rangka kegiatan haul akbar dan milad Pondok Pesantren Kalijerru ke-38 di Desa Wringinanom, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, Minggu (25/5/2025).
Baca Juga : Bupati Sanusi Apresiasi Kaderisasi GP Ansor Gondanglegi, Ajak Tangkal Paham Radikal
Orang nomor satu di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang itu menyampaikan, bahwa kegiatan keagamaan seperti tahlil kubro dalam rangka haul akbar dan milad Pondok Pesantren Kalijerru ke-38 di Desa Wringinanom, Kecamatan Poncokusumo ini dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta membangun harmoni sosial dalam masyarakat yang majemuk.
"Harapan saya, kegiatan keagamaan seperti ini bisa menjadi penggerak transformasi sosial, ekonomi dan budaya di Kabupaten Malang," ungkap Sanusi.
Menurut Sanusi, melalui kegiatan keagamaan seperti tahlil kubro yang digelar di Pondok Pesantren Kalijerru, Desa Wringinanom, Kecamatan Poncokusumo, selain dapat meneladani kehidupan para ulama, juga sebagai bukti cinta kepada orang-orang sholeh.
"Semoga kita mendapat berkah, seperti hadis Nabi Muhammad SAW yang menyatakan bahwa, seseorang akan dikumpulkan kelak bersama orang yang ia cintai. Maka teruslah mencintai Rasulullah, Habaib, ulama dan sesama muslim, agar di akhirat kita dikumpulkan di tempat terbaik di sisi Allah SWT," jelas Sanusi.
Baca Juga : Ada Diskon Tarif Listrik 50 Persen, Ini 6 Insentif Prabowo yang Akan Dialirkan Juni-Juli 2025
Sementara itu, Sanusi menekankan pentingnya nilai-nilai kebersamaan dan toleransi yang diwariskan oleh para pendahulu. Di mana masyarakat Kabupaten Malang dikenal sangat religius dan menjunjung tinggi keragaman. Pihaknya juga mengajak seluruh pihak untuk terus memperkuat kebersamaan demi mencegah perpecahan di tengah keberagaman dan keragaman yang ada di Kabupaten Malang. "Warisan berharga dari ajaran para ulama dan tokoh terdahulu harus kita jaga bersama," kata Sanusi.
Terakhir, Sanusi mengucapkan terima kasih kepada seluruh pondok pesantren dan majelis-majelis salawat yang telah membimbing dan membina masyarakat agar menjadi masyarakat yang beriman. "Dengan semakin nerimannya masyarakat Kabupaten Malang dan semakin banyak yang melantunkan sholawat, ini lah yang memberikan dampak keberkahan di Kabupaten Malang," pungkas Sanusi.
