Persebaya Tutup Liga 1 2024/2025 di Posisi 4 usai Kalah di Kandang

24 - May - 2025, 10:35

Bonek menyalakan flare di dalam stadion ketika pertandingan antara Persebaya kontra Bali United masih berlangsung.


JATIMTIMES - Persebaya harus mengakui keunggulan tamunya, Bali United, setelah kalah dengan skor 1-3 pada laga penutup Liga 1 2024/2025 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Sabtu (23/5/2025). Kekalahan ini membuat Green Force gagal mengamankan poin di kandang dan harus puas finis di peringkat ke-4 klasemen akhir dengan raihan 56 poin.

Tiga gol Bali United diciptakan oleh Irfan Jaya (4'), Rahmat Arjuna (27'), dan Boris Kopitovic (82'). Sedangkan satu-satunya gol Persebaya dicetak oleh Francisco Rivera (66').

Baca Juga : Penerimaan Pajak Hotel di Malang Lesu, Porprov Diharapkan Mampu Jadi Pengungkit

Laga tersebut sempat terhenti akibat flare yang dinyalakan suporter di tribun. Saat lagi masih berlangsung, Bonek menyalakan flare dan kembang api. Momen itu terjadi pada menit ke-90+3.

Sejumlah flare bahkan sempat dilemparkan ke tepi lapangan. Ini sebagai bentuk protes atas capaian Persebaya musim ini yang belum sesuai harapan, termasuk kekalahan di kandang sendiri pada laga pamungkas. 

Padahal, sebelumnya Panpel Persebaya telah melarang penggunaan flare di dalam stadion. Panpel mengizinkan flare dinyalakan di luar area stadion pada sesi yang telah disiapkan dengan rencana wall of fire. Rencana itu pun batal terlaksana. 

Flare terlanjur dibakar di dalam stadion. Kepulan asap yang memenuhi stadion membuat jarak pandang terganggu. Alhasil wasit pun terpaksa menghentikan pertandingan sementara. Laga yang menyisakan beberapa menit itu baru bisa dilanjutkan setelah sekitar 13 menit dihentikan.

Dengan hasil ini, Persebaya masih berhak memperoleh tiket ASEAN Club Championship musim depan. Asisten pelatih Persebaya Uston Nawawi menyerahkan proses evaluasi tim kepada jajaran manajemen dan pelatih kepala baru yang belum diputuskan.

Atas hasil laga ini, Uston mengakui bahwa kekalahan Green Force terjadi akibat kesalahan sendiri. Padahal, pihaknya sudah mempersiapkan tim dengan baik, termasuk dalam mempelajari permainan lawan.

Baca Juga : Bupati Sanusi Berangkatkan 1.371 Jemaah Haji Kabupaten Malang

"Kami sudah tahu cara main Bali United, tapi memang (Persebaya kalah) dari kesalahan-kesalahan kami sendiri. Kami juga menciptakan banyak peluang. Dalam sepak bola, main bagus saja tidak cukup,” kata Uston.

Ia kecewa Persebaya gagal mempersembahkan kemenangan di laga terakhir musim ini. Meski begitu, Uston tetap mengapresiasi para pemain yang telah berusaha meraih hasil terbaik melawan Bali United.

Lebih lanjut, ia turut menyoroti performa gemilang kiper Bali United Adilson Maringa yang disebutnya menjadi salah satu kunci kemenangan Serdadu Tridatu. “Harus kami akui, kami banyak menciptakan peluang tapi masih terbentur, bukan sama tiang gawang, tapi sama Maringa. Harus diacungi jempol, dia menyulitkan kami mencetak gol,” tandasnya. 


Topik

Olahraga, Persebaya, Bali United, Persebaya kalah, Liga 1, sepak bola, Liga Indonesia,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette