Baru Separuh Produk di Sentra Kuliner Pasar Induk Among Tani Kota Batu yang Tersertifikasi Halal
Reporter
Prasetyo Lanang
Editor
Sri Kurnia Mahiruni
12 - May - 2025, 04:54
JATIMTIMES - Sertifikasi halal produk-produk pedagang di sentra kuliner Pasar Induk Among Tani masih menjadi pekerjaan rumah Pemkot Batu. Pasalnya, belum semua pedagang di pasar mengantongi sertifikat halal untuk produknya. Padahal, pasar terpusat tersebut digagas menjadi pasar wisata.
Dinas Koperasi Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskumperindag) Kota Batu mencatat ada 169 pedagang aktif di sentra kuliner pasar. Di antaranya sekitar 80 pedagang yang produknya belum bersertifikat halal.
Baca Juga : Trek Panderman Gravity Park Dipastikan Siap Jadi Arena Sepeda Downhill Porprov IX Jatim 2025
"Yang sudah mengantongi sertifikat halal ada 89 pedagang saja. Lagi diupayakan penerbitan sertifikasi halal di sana," ujar Kasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Diskumperindag Kota Batu Andry Yunanto saat ditemui, belum lama ini.
Dikatakannya, Pasar Induk Among Tani Batu yang menjadi ikon pasar wisata perlu diunggulkan kehalalan produknya. Terlebih, fasilitas dan sarana prasarana area halal di kawasan tersebut dinilai sudah representatif.
"Seperti ketersediaan air bersih, tempat cuci tangan, toilet basah hingga musala," sebutnya.
Puluhan pedagang itu rencananya diusulkan dalam pengurusan sertifikasi halal self declare. Untuk self declare akan didanai langsung oleh Kementerian Agama (Kemenag) melalui program sertifikat halal gratis (sehati). Hal tersebut dinilai lebih baik dibandingkan mengurus secara mandiri dengan biaya yang cukup besar.
Baca Juga : Bank Jatim Sertakan 3 UMKM Binaan dalam Misi Dagang ke Kalimantan Timur
Andry berharap ada support lebih dari Pemkot Batu untuk para pedagang. Apalagi kepengurusan sertifikat halal sangat mudah. Seperti kepemilikan nomor induk berusaha (NIB) dan KTP.
"Kami targetkan tahun ini juga pedagang (kuliner) pasar Induk sudah 100 persen halal," tuturnya.
