7 Fakta Menarik Jamu Tradisional untuk Mengurangi Depresi yang Perlu Kamu Tahu

Reporter

Pipit Anggraeni

Editor

Redaksi

21 - Apr - 2025, 11:09

Ilustrasi (Foto: Istimewa)


JATIMTIMES - Jamu tradisional untuk mengurangi depresi bukan lagi sekadar warisan nenek moyang. Kini, ramuan alami ini mulai dilirik kembali sebagai alternatif pengobatan yang minim efek samping dan mendalam secara holistik. Kamu mungkin terkejut, beberapa universitas ternama dan lembaga kesehatan di tanah air telah meneliti potensi besar jamu sebagai terapi untuk kesehatan mental, termasuk depresi.

Artikel yang disadur dari situs pafiairbuaya.org ini akan membahas tentang fakta menarik jamu tradisional untuk mengurangi depresi yang perlu kamu tahu.

Baca Juga : 7 Manfaat Resep Wedang Jahe dan Madu untuk Relaksasi Tubuh dan Pikiran

Jamu dan Depresi

Depresi adalah gangguan psikologis yang semakin umum, terutama di kalangan usia produktif. Berdasarkan data Riskesdas 2018 dari Kementerian Kesehatan RI, prevalensi gangguan mental emosional di Indonesia mencapai 9,8%. Menariknya, Universitas Gadjah Mada (UGM) dalam salah satu risetnya menemukan bahwa jamu berbahan dasar temulawak dan pegagan dapat menurunkan kadar hormon kortisol yang berperan dalam stres kronis.

1. Temulawak

Kamu mungkin mengenal temulawak sebagai obat lambung. Tapi, siapa sangka, senyawa kurkuminoid di dalamnya ternyata memiliki efek antidepresan. Penelitian dari Fakultas Farmasi Universitas Airlangga menunjukkan bahwa ekstrak temulawak mampu meningkatkan produksi serotonin—hormon yang memengaruhi suasana hati. Cara penggunaannya cukup mudah: rebus 2 ruas temulawak yang telah digeprek bersama 300 ml air, saring, dan minum hangat dua kali sehari.

2. Pegagan

Pegagan atau Centella asiatica bukan tanaman sembarangan. Dalam studi yang dilakukan oleh Universitas Padjadjaran, ekstrak pegagan terbukti efektif menurunkan kecemasan dan meningkatkan daya ingat. Ramuan ini cocok buat kamu yang sedang menghadapi tekanan pekerjaan atau sulit tidur. Seduh 1 sendok teh daun pegagan kering dengan air panas, diamkan 10 menit, lalu minum sebelum tidur.

3. Kunyit

Kunyit memiliki zat aktif kurkumin yang juga disebut-sebut mampu menstabilkan mood. Uji klinis yang dilakukan oleh LIPI bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia menyimpulkan bahwa konsumsi 500 mg ekstrak kunyit per hari selama 8 minggu memberikan efek serupa antidepresan ringan pada pasien depresi ringan. Kamu bisa mencampurnya dalam susu hangat atau sebagai bahan utama jamu kunir asem.

Jamu Sebagai Terapi Komplementer dalam Psikiatri

Kamu tidak perlu mengganti terapi medis sepenuhnya. Beberapa rumah sakit, seperti RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta, kini mulai mengintegrasikan jamu sebagai terapi komplementer dalam pendekatan psikiatri holistik. Hal ini menunjukkan bahwa jamu bukan sekadar tradisi, tapi telah menjadi bagian dari sistem medis modern.

Baca Juga : 7 Fakta Unik tentang Perbedaan Herbal untuk Insomnia dan Gelisah yang Wajib Kamu Tahu

Pentingnya Konsistensi dan Gaya Hidup Seimbang

Mengonsumsi jamu saja tidak cukup. Untuk hasil maksimal, kamu harus konsisten dan mengombinasikannya dengan gaya hidup sehat: olahraga rutin, tidur cukup, serta menghindari stres berlebih. Jangan lupa, konsultasi dengan tenaga medis tetap diperlukan agar pengobatan berjalan aman dan efektif.

Sebuah Gerakan Menuju Kesehatan Mental

Di era serba digital, tren kembali ke alam menjadi penyeimbang yang relevan. Jamu menawarkan solusi alami, murah, dan mudah diakses. Dengan bimbingan ilmiah dari berbagai lembaga seperti Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) serta universitas ternama, jamu kini semakin dipercaya sebagai salah satu jalan pemulihan kesehatan mental yang aman dan berkelanjutan.

Jamu tradisional untuk mengurangi depresi bukan sekadar mitos. Kamu punya banyak pilihan alami untuk memperbaiki suasana hati tanpa harus selalu bergantung pada obat kimia. Saatnya menjadikan jamu sebagai bagian dari perjalanan penyembuhan yang lebih manusiawi dan menyeluruh.


Topik

Kesehatan, pafi, dunia kesehatan, kesehatan,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette