Eks PM Thailand Thaksin Shinawatra Jadi Penasihat Danantara, Ini Profil dan Jejak Kasusnya

Reporter

Mutmainah J

Editor

Yunan Helmy

24 - Mar - 2025, 06:57

Thaksin Shinawatra, eks PM Thailand yang kini jadi penasihat Danantara. (Foto @thaksinlive)


JATIMTIMES - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata (Danantara) hari ini mengumumkan struktur lengkap Danantara. Di antara daftar pengurus yang diumumkan, ada nama Thaksin Shinawatra.

Thaksin Shinawatra merupakan mantan perdana menteri Thailand ditunjuk sebagai Dewan Penasihat (Advisory Board) Danantara.

Baca Juga : Rosan Roeslani Resmi Pimpin Danantara, Ini Daftar Lengkap Pengurusnya

Thaksin  bukanlah sosok asing bagi warga Asia Tenggara. Mantan perdana menteri Thailand itu merupakan salah satu tokoh politik paling berpengaruh di Thailand.

Penunjukan ini menjadi sorotan, mengingat perjalanan politik Thaksin yang penuh dengan kontroversi, tuduhan korupsi, serta ketegangan dengan berbagai elemen kekuatan politik Thailand.

Alhasil, namanya menduduki jajaran trending search Google tepat setelah pengumuman susunan pengurus Denantara pada Senin (24/3/2025) oleh CEO Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara Rosan Perkasa Roeslani. 

Profil dan Rekam Jejak Kasus Thaksin

Dilansir dari berbagai sumber, berikut ini merupakan profil Thaksin dan sejumlah kasus yang pernah menjeratnya. 

Thaksin lahir di Chiang Mai pada 1949. Pria berusia 74 tahun itu pernah dua kali menjabat sebagai perdana menteri Thailand, dari 2001 hingga 2006.

Ia dikenal sebagai pemimpin dan pengusaha yang memperkenalkan kebijakan populis, seperti sistem perawatan kesehatan universal dan dana pembangunan pedesaan yang sangat populer di kalangan rakyat, terutama di daerah terpencil yang sebelumnya diabaikan.

Namun, kepemimpinannya juga dipenuhi dengan tantangan dan kritik keras, baik dari kalangan konservatif maupun militer.

Thaksin dikenal sebagai sosok yang memiliki pengaruh besar di dunia politik Thailand. Pada 2006, pemerintahannya digulingkan melalui kudeta militer yang memicu polarisasi politik yang mendalam di negara itu.

Meskipun Thaksin mengklaim bahwa tuduhan terhadapnya bermotif politik, ia tetap dihadapkan pada sejumlah kasus hukum, yang mengarah pada pelariannya ke luar negeri setelah digulingkan.

Setelah bertahun-tahun berada di pengasingan. Pada tahun 2007, ia membeli klub sepak bola Liga Premier Manchester City, tetapi menjualnya sekitar setahun kemudian.

Thaksin akhirnya kembali ke Thailand pada 2023. Meskipun ia langsung dijebloskan ke penjara untuk menjalani hukuman delapan tahun terkait kasus korupsi, ia kemudian dibebaskan setelah dinyatakan sehat dan hukumannya dikurangi menjadi satu tahun.

Baca Juga : RUMAT Wujudkan Kepedulian dengan 1.000 Paket Sembako bagi Yatim & Dhuafa

Kembalinya Thaksin bertepatan dengan terpilihnya putri bungsunya, Paetongtarn Shinawatra, sebagai perdana menteri Thailand termuda pada Agustus 2024.

Pada Desember 2024, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menunjuk Thaksin sebagai penasihat informal terkait kepemimpinan Malaysia di ASEAN pada tahun 2025.

Sementara itu, Thaksin belum sepenuhnya bebas dari rintangan hukum. Kantor Jaksa Agung Thailand masih menyelidiki sejumlah tuduhan terhadapnya, termasuk kasus pencemaran nama baik terhadap kerajaan, yang bisa berujung pada hukuman penjara hingga 15 tahun jika ia terbukti bersalah.

Forbes memperkirakan bahwa nilai kekayaan Thaksin melebihi angka 2 miliar dolar AS atau sekitar Rp 31 triliun.

Thaksin mendirikan perusahaan bernama Shin Corporation. Fokusnya adalah layanan operator telepon seluler. Perusahaan itu meraksasa hingga menjadi yang terbesar di Thailand. Melalui Shin Corporation, PM Thailand pada 2001-2006 itu pernah menjadi orang terkaya di Negeri Gajah Putih tersebut.

Saking kaya dan berkuasanya Thaksin, Thailand pernah dipelesetkan sebagai Thaksinland.

Meski begitu, pada Januari 2006, ia memutuskan untuk menjual saham mayoritas perusahaan itu. Nilainya 73 miliar bath atau setara dengan Rp 32 triliun. Yang membeli adalah Temasek Holdings, sebuah perusahaan investasi global berbasis di Singapura.

Pada 2007, Thaksin  pernah menghebohkan dunia sepak bola. Betapa tidak, ia membeli saham klub sepak bola Inggris, Manchester City. Tak tanggung-tanggung, yang dibeli sebanyak 75 persen. Langsung jadi mayoritas. Langsung jadi bos.

Ketika itu, Thaksin Shinawatra menggelontorkan duit senilai Rp 1,5 triliun. Tetapi, pada 2008, ia menjual seluruh saham tersebut kepada Sulaiman Al-Fahim dari Abu Dhabi.


Topik

Peristiwa, Danantara, lembaga investasi, Thaksin Shinawatra, penasihat Danantara,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette