Warga Malang! Cek Layanan Penukaran Uang Lebaran 2025 di 50 Bank Mulai 24-27 Maret
Reporter
Binti Nikmatur
Editor
Nurlayla Ratri
22 - Mar - 2025, 05:35
JATIMTIMES - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Malang bekerja sama dengan perbankan kembali menghadirkan layanan penukaran uang bagi masyarakat menjelang bulan suci Ramadan dan Idulfitri 1446 H. Layanan ini tersedia di seluruh wilayah Malang Raya, mencakup Kota dan Kabupaten Malang, Kota Batu, serta Kota dan Kabupaten Pasuruan dan Probolinggo.
Kepala BI Malang, Febrina mengungkapkan bahwa tahun ini pihaknya telah menyiapkan uang tunai sebesar Rp4,123 triliun, meningkat 11% dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp3,716 triliun. "Rinciannya, Uang Pecahan Besar (UPB) sebesar Rp3,777 triliun dan Uang Pecahan Kecil (UPK) sebesar Rp345 miliar," jelasnya.
Masyarakat juga dapat menukarkan uang di 50 kantor perbankan yang tersebar di wilayah kerja BI Malang. Layanan ini tersedia pada 24-27 Maret 2025.
Baca Juga : Liburan Nyepi dan Idulfitri, Nikmati Destinasi dan Kuliner Banyuwangi
Untuk memastikan layanan berjalan tertib dan lancar, masyarakat yang ingin menukarkan uang wajib melakukan pemesanan terlebih dahulu melalui situs pintar.bi.go.id. Saat penukaran, masyarakat harus datang sendiri (tidak boleh diwakilkan), membawa KTP asli, serta menunjukkan bukti pemesanan.
“Pintar mempermudah masyarakat untuk menentukan jadwal dan waktu penukaran sehingga diharapkan dapat mengurangi antrean fisik dan kepadatan di lokasi, menjamin keadilan distribusi dan memperluas aksesibilitas dan kemudahan bagi masyarakat, serta meningkatkan efisiensi dan ketepatan layanan,” jelas Febrina.
Untuk diketahui, seluruh rangkaian layanan penukaran uang ini menjadi bagian dari program SERAMBI 2025 (Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri).
Febrina juga mengajak masyarakat untuk mengimplementasikan “Cinta, Bangga, Paham Rupiah” dalam kehidupan sehari-hari.
“Cinta, Bangga, Paham Rupiah diimplementasikan dengan merawat Uang Rupiah dengan 5J (jangan dilipat, jangan dicoret, jangan distapler, jangan diremas, dan jangan dibasahi), mengenali uang Rupiah dengan 3D (Dilihat, Diraba, Diterawang) serta juga menggunakannya secara bijak yang diwujudkan dengan belanja sesuai kebutuhan (tidak berlebihan, memastikan kualitas setara dengan harga, dan tidak menimbun pembelian), belanja produk dalam negeri (khususnya produk UMKM), dan mengalokasikan dana secara tepat (berhemat dan menabung),” ungkap Febrina.
Baca Juga : Terus Dilanda Hujan, Kapan Indonesia Memasuki Kemarau? Ini Prediksi BMKG
Pada kesempatan yang sama, BI Malang juga mendorong masyarakat untuk semakin aktif dalam mendukung ekonomi dan keuangan digital.Salah satu langkahnya adalah melalui optimalisasi pembayaran transaksi non-tunai, seperti QRIS dan BI-FAST.
“Bank Indonesia juga mendorong Penyedia Jasa Pembayaran (PJP) untuk mempersiapkan infrastruktur guna menghadapi peningkatan transaksi di bulan Ramadan dan Idulfitri 1446 H,” pungkas Febrina.
