Sidak TKP2MO Kota Blitar: Menjaga Kelayakan Pangan Jelang Idulfitri
Reporter
Aunur Rofiq
Editor
Sri Kurnia Mahiruni
21 - Mar - 2025, 02:00
JATIMTIMES – Menjelang Hari Raya Idulfitri, Tim Koordinasi Pengawasan Pembinaan Makanan dan Obat (TKP2MO) Kota Blitar kembali menggelar inspeksi mendadak (sidak) terhadap produk makanan dan minuman di sejumlah toko modern. Sidak yang berlangsung pada Jumat, 21 Maret 2025, ini bertujuan memastikan kualitas pangan tetap aman bagi masyarakat, terutama di tengah maraknya promo lebaran.
Tim TKP2MO menyasar beberapa titik, termasuk swalayan di Jalan Ahmad Yani dan depo swalayan di kawasan Pasar Legi. Hasil inspeksi mengungkap berbagai temuan mulai dari produk yang kedaluwarsa, kemasan rusak, hingga penyimpanan yang tidak sesuai standar.
Baca Juga : Musim Kemarau 2025 Datang Bertahap Mulai April, Ini Penjelasan BMKG
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Blitar, Endang Purwono, menegaskan bahwa sidak ini merupakan bagian dari upaya pembinaan dan pengawasan rutin. Ia mengungkapkan bahwa di beberapa lokasi, tim menemukan produk-produk yang tidak layak jual.
"Di swalayan di Jalan Ahmad Yani, misalnya, kami mendapati banyak barang kedaluwarsa, kemasannya rusak, hingga penyimpanan yang tidak tepat. Ini menjadi perhatian serius karena berkaitan langsung dengan keamanan pangan masyarakat," jelasnya.
Menurut Endang, sasaran pengawasan tidak hanya swalayan, tetapi juga depo, tempat grosir, serta lokasi produksi yang dapat dijangkau oleh tim. Ia menegaskan bahwa pengawasan ini tidak hanya dilakukan menjelang hari raya, tetapi juga pada momen-momen penting lainnya, seperti Natal dan Tahun Baru.
“Sebetulnya pengawasan ini rutin dilaksanakan setiap enam bulan sekali. Namun, menjelang Idulfitri, intensitasnya kami tingkatkan. Kami juga menggandeng berbagai pihak, seperti Polres, YLKI, Satpol PP, OPD lain, serta tenaga farmasi,” tambahnya.
Endang menegaskan bahwa tugas utama Dinas Kesehatan adalah melakukan pembinaan. Jika ditemukan pelanggaran terkait keamanan pangan, pemilik usaha akan dipanggil dan diberikan pembinaan. “Harapannya, dengan adanya supervisi ini, akan ada perbaikan dari sisi penyimpanan, masa kedaluwarsa bisa dikendalikan, dan konsumen bisa merasa lebih aman dalam membeli produk makanan dan minuman,” tuturnya.
Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Kota Blitar, Dadik Wahyudi, menilai bahwa kesadaran konsumen memegang peran penting dalam pengawasan makanan dan minuman. Ia menuturkan bahwa banyak temuan dalam sidak kali ini berasal dari laporan konsumen yang lebih dulu menyadari adanya kejanggalan dalam produk yang mereka beli.
"Prinsipnya, konsumen harus lebih teliti sebelum membeli. Jika suatu produk terbukti kedaluwarsa, sebaiknya jangan dibeli. Itu cara paling aman untuk menghindari risiko kesehatan," ujarnya.
Baca Juga : Tips Mudik Lebaran Pakai Motor di Musim Hujan, Dijamin Nyaman dan Aman
Dadik juga menekankan bahwa jika terjadi pelanggaran serius, konsumen memiliki hak untuk menindaklanjuti secara hukum. Ia mencontohkan kasus di Kediri, di mana sengketa konsumen akibat produk kedaluwarsa berujung pada sidang di kepolisian.
“Tindakan yang paling efektif bagi konsumen adalah tidak membeli produk yang tidak layak. Itu akan memberikan dampak langsung pada pedagang, karena mereka kehilangan pelanggan. Jika ada pelanggaran yang lebih serius, konsumen bisa melaporkan ke pihak berwenang,” katanya.
YLKI Kota Blitar merekomendasikan agar sidak seperti ini diperbanyak di luar momentum besar seperti Lebaran dan Tahun Baru. Menurut Dadik, pengawasan yang lebih intensif sepanjang tahun akan membantu mencegah produk-produk tak layak jual beredar di pasaran.
Sidak TKP2MO ini menjadi alarm bagi para pelaku usaha agar lebih bertanggung jawab terhadap keamanan pangan. Selain itu, masyarakat diharapkan semakin bijak dalam memilih produk, tidak tergiur harga promosi tanpa memeriksa masa kedaluwarsa.
Dengan sinergi antara pemerintah, pengusaha, dan konsumen, diharapkan keamanan pangan di Kota Blitar semakin terjaga, terutama menjelang Idulfitri, di mana konsumsi masyarakat meningkat secara signifikan.
